Pertamina Patra Niaga Balongan Tanam 11 Ribu Mangrove di Eretan

Pertamina Patra Niaga Balongan Tanam 11 Ribu Mangrove di Eretan

HaurgeulisMedia.co.id – Upaya pelestarian ekosistem pesisir terus diperkuat oleh PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Balongan sebagai bentuk komitmen nyata terhadap keberlanjutan lingkungan hidup. Dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia atau World Mangrove Day yang jatuh pada tahun 2026, perusahaan energi ini mengambil langkah strategis dengan melakukan penanaman 11 ribu bibit mangrove di kawasan Pantai Eretan, Indramayu.

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi seremonial belaka, melainkan bagian dari strategi mitigasi bencana dan perlindungan garis pantai dari ancaman abrasi yang selama ini menjadi tantangan bagi masyarakat pesisir di wilayah tersebut. Melalui kolaborasi lintas unit bisnis Pertamina, inisiatif ini diharapkan mampu menciptakan sabuk hijau (green belt) yang lebih kokoh di sepanjang pesisir Pantai Eretan.

Bacaan Lainnya

Pentingnya Mangrove sebagai Benteng Alami

Mangrove atau bakau memiliki peran krusial dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut dan daratan. Secara biologis, tanaman ini berfungsi sebagai penyaring alami polutan air, penyerap karbon yang jauh lebih efektif dibandingkan hutan daratan, serta menjadi tempat pemijahan bagi berbagai spesies ikan dan biota laut lainnya.

Pemilihan lokasi di Pantai Eretan didasarkan pada urgensi kebutuhan akan perlindungan pantai. Kawasan ini sering kali terdampak oleh gelombang pasang dan erosi yang mengancam pemukiman warga serta lahan budidaya. Dengan menanam 11 ribu bibit, Pertamina Patra Niaga RU Balongan berharap dapat meminimalisir dampak kerusakan lingkungan yang mungkin terjadi di masa depan.

Sinergi Pertamina untuk Lingkungan

Aksi penanaman ini melibatkan partisipasi aktif dari berbagai elemen di lingkungan Pertamina. Sinergi antar unit bisnis menunjukkan bahwa aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola atau Environmental, Social, and Governance (ESG) telah menjadi fondasi utama dalam operasional perusahaan. Pertamina menyadari bahwa keberlangsungan bisnis mereka sangat bergantung pada kesehatan ekosistem di sekitar wilayah operasional.

Selain melakukan penanaman, pihak perusahaan juga berkomitmen untuk melakukan pemantauan berkala terhadap pertumbuhan bibit-bibit tersebut. Keberhasilan program rehabilitasi mangrove ini sangat bergantung pada tingkat kelangsungan hidup bibit pasca penanaman. Oleh karena itu, edukasi kepada masyarakat setempat mengenai cara merawat dan menjaga mangrove menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan ini.

“Penanaman mangrove bukan hanya soal menaruh bibit ke dalam tanah, tetapi tentang investasi jangka panjang bagi masa depan lingkungan kita. Melalui 11 ribu bibit ini, kami berharap Pantai Eretan dapat kembali hijau dan menjadi pelindung alami bagi masyarakat dari ancaman abrasi,” ungkap perwakilan manajemen dalam keterangannya.

Dampak Positif bagi Masyarakat Lokal

Selain manfaat ekologis, program ini juga diharapkan memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi warga sekitar. Hutan mangrove yang tumbuh subur di masa depan berpotensi menjadi objek ekowisata yang menarik, yang pada akhirnya dapat menggerakkan perekonomian lokal. Selain itu, terjaganya ekosistem laut akan mendukung ketersediaan sumber daya perikanan bagi para nelayan tradisional di wilayah Eretan.

Beberapa poin utama dari inisiatif ini meliputi:

  • Mitigasi Bencana: Mengurangi risiko abrasi pantai dan intrusi air laut ke pemukiman penduduk.
  • Penyerapan Karbon: Berkontribusi pada target penurunan emisi karbon perusahaan melalui aksi berbasis alam (nature-based solutions).
  • Konservasi Biodiversitas: Menyediakan habitat bagi berbagai biota laut yang menjadi penopang rantai makanan ekosistem pesisir.
  • Pemberdayaan Masyarakat: Melibatkan elemen masyarakat dalam proses penanaman dan pemeliharaan untuk menumbuhkan rasa kepemilikan.

Menuju Masa Depan yang Berkelanjutan

Langkah yang diambil oleh PT Pertamina Patra Niaga RU Balongan ini merupakan contoh nyata bagaimana industri strategis dapat berdampingan dengan pelestarian alam. Di tengah tantangan perubahan iklim global yang semakin nyata, restorasi ekosistem pesisir menjadi salah satu solusi paling efektif dan efisien yang bisa dilakukan oleh berbagai pihak.

Dengan momentum Hari Mangrove Sedunia 2026, diharapkan semakin banyak pihak, baik dari sektor swasta maupun masyarakat umum, yang tergerak untuk melakukan aksi serupa. Menjaga pesisir Indonesia berarti menjaga masa depan ketahanan pangan dan keselamatan masyarakat yang tinggal di garis depan pantai. Aksi 11 ribu bibit ini hanyalah awal dari langkah-langkah besar lainnya yang direncanakan oleh Pertamina untuk memastikan bahwa keberadaan industri tetap memberikan nilai tambah bagi bumi dan manusia.

Pos terkait