Wamen LH: Gerak Hijau 2026 Adalah Bukti Nyata Sinergi Wujudkan Indonesia Lebih Hijau

Wamen LH: Gerak Hijau 2026 Adalah Bukti Nyata Sinergi Wujudkan Indonesia Lebih Hijau

HaurgeulisMedia.co.id – Wakil Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Diaz Faisal Malik Hendropriyono, memberikan penegasan penting mengenai arah pembangunan berkelanjutan di tanah air. Dalam pandangannya, upaya menjaga ekosistem nasional bukanlah beban yang bisa dipikul sendirian oleh pemerintah atau sektor swasta semata, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh lapisan masyarakat.

Pernyataan strategis ini disampaikan oleh Diaz saat menghadiri perhelatan “Gerak Hijau 2026”, sebuah rangkaian acara prestisius dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 PT ANTAM (Persero) Tbk. Kegiatan ini menjadi momentum krusial untuk menyelaraskan visi antara korporasi, negara, dan warga negara dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global.

Bacaan Lainnya

Sinergi Tiga Pilar Utama

Mengusung tema “Gerak Bersama, Hijaukan Indonesia”, acara ini menjadi wadah konkret bagi berbagai pemangku kepentingan untuk turun tangan langsung dalam aksi pelestarian. Diaz menekankan bahwa keberhasilan Indonesia dalam menciptakan masa depan yang lebih hijau bergantung pada harmoni tiga pilar utama:

  • Pemerintah: Berperan sebagai regulator yang merumuskan kebijakan berbasis sains dan keberlanjutan.
  • Dunia Usaha: Bertanggung jawab menerapkan praktik bisnis yang etis, ramah lingkungan, dan efisien.
  • Masyarakat: Menjadi ujung tombak melalui perubahan gaya hidup, mulai dari pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga hingga kesadaran konservasi.

Menurut Diaz, jika ketiga elemen ini bergerak secara sinkron, target Indonesia untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan bukan lagi sekadar wacana, melainkan realitas yang dapat diwujudkan dalam waktu dekat.

Bukti Nyata Sektor Pertambangan

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Lingkungan Hidup memberikan apresiasi khusus kepada ANTAM. Perusahaan pelat merah ini dinilai sukses mematahkan stigma bahwa industri ekstraktif selalu berbenturan dengan kelestarian alam. ANTAM mampu membuktikan bahwa operasional pertambangan dapat berjalan beriringan dengan komitmen rehabilitasi ekosistem.

“Saya mendengar bagaimana ANTAM berhasil melampaui target reklamasi dan menurunkan emisi karbon jauh di atas proyeksi perusahaan. Ini adalah bukti bahwa pemanfaatan sumber daya alam harus diimbangi dengan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar,” ujar Diaz.

Ia juga menyoroti aksi pembagian ribuan bibit pohon kepada masyarakat sebagai simbol keberlanjutan. Diaz berharap, inisiatif ini tidak berhenti pada seremoni belaka, melainkan harus benar-benar ditanam dan dirawat untuk memberikan dampak ekologis yang signifikan bagi lingkungan sekitar.

Strategi Dekarbonisasi Korporasi

Menanggapi apresiasi tersebut, Direktur Utama ANTAM, Untung Budiharto, memaparkan langkah konkret perusahaan dalam mendukung target nasional. ANTAM kini fokus pada percepatan dekarbonisasi melalui efisiensi energi yang ketat dan transisi ke energi baru terbarukan (EBT).

Data menunjukkan performa yang impresif, di mana sepanjang tahun 2025, ANTAM sukses menurunkan emisi karbon sebesar 9,43%. Angka ini melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya. Hingga pertengahan tahun 2026, tren penurunan emisi tersebut terus berlanjut, didorong oleh optimalisasi penggunaan solar PV (tenaga surya) dan pemanfaatan biosolar di berbagai wilayah operasional perusahaan.

Gerak Hijau sebagai Wadah Edukasi

Lebih dari sekadar perayaan ulang tahun perusahaan, “Gerak Hijau” dirancang sebagai ruang edukasi publik berskala besar. Acara ini memadukan aspek hiburan dengan literasi lingkungan, yang mencakup:

  • Fun Walk dan Clean Parade sebagai kampanye gaya hidup aktif dan bersih.
  • Workshop pengelolaan limbah bagi masyarakat umum.
  • Festival UMKM yang menerapkan standar ramah lingkungan.
  • Kampanye penggunaan reusable cup untuk menekan penggunaan plastik sekali pakai.

Melalui rangkaian kegiatan ini, ANTAM berharap dapat menanamkan kesadaran kolektif bahwa setiap individu memiliki peran dalam menjaga bumi. Langkah-langkah kecil seperti pemilahan sampah dan efisiensi konsumsi energi di tingkat individu, jika dilakukan secara masif, akan menjadi kekuatan besar dalam menjaga kelestarian Indonesia bagi generasi mendatang.

Pos terkait