HaurgeulisMedia.co.id – Kesadaran kolektif untuk melindungi generasi penerus bangsa dari ancaman narkotika kini menjadi sorotan utama bagi kalangan pendidik di wilayah Indramayu.
Sukma Umbara, seorang tenaga pendidik yang aktif mengamati dinamika sosial, secara tegas mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersatu padu dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba sejak dini. Menurutnya, persoalan narkotika dan psikotropika merupakan tantangan serius yang memerlukan kolaborasi lintas sektor, mulai dari lingkup terkecil keluarga hingga dukungan penuh dari aparat penegak hukum.
Dalam pandangan Sukma, generasi muda adalah aset bangsa yang sangat berharga dan harus dijaga dari berbagai bentuk pengaruh negatif yang dapat menghancurkan masa depan mereka. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya peningkatan kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggal masing-masing.
“Melindungi anak-anak dari bahaya narkoba dan psikotropika bukan hanya tugas aparat penegak hukum. Orang tua, guru, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman bagi generasi muda,” ujar Sukma saat ditemui di Kecamatan Gantar, Kamis (16/7/2026).
Lebih lanjut, Sukma menjelaskan bahwa strategi pencegahan akan jauh lebih efektif jika dibarengi dengan rangkaian edukasi yang berkelanjutan. Baik di lingkungan sekolah maupun di dalam keluarga, pemahaman mengenai dampak buruk narkotika terhadap kesehatan, aspek pendidikan, serta masa depan anak harus diberikan secara konsisten.
Selain berfokus pada langkah preventif, Sukma juga memberikan perhatian khusus pada aspek penegakan hukum. Ia berharap pihak kepolisian maupun Badan Narkotika Nasional (BNN) tetap menunjukkan konsistensi dalam menindak setiap indikasi tindak pidana narkotika sesuai dengan koridor hukum yang berlaku di Indonesia.
“Saya berharap aparat kepolisian dan BNN terus menjalankan tugasnya secara profesional. Apabila ditemukan adanya dugaan penyalahgunaan ataupun peredaran narkotika, tentu harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku agar memberikan efek jera,” tegasnya.
Sukma menilai bahwa penegakan hukum yang tegas harus berjalan beriringan dengan edukasi masyarakat. Baginya, pemberantasan narkoba tidak akan maksimal jika hanya mengandalkan pendekatan represif tanpa adanya kesadaran kolektif dari seluruh lapisan masyarakat untuk turut serta menjaga lingkungannya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan imbauan kepada warga agar tidak merasa takut untuk melaporkan kepada pihak berwajib jika menemukan atau mencurigai adanya aktivitas yang berkaitan dengan peredaran narkoba. Laporan dari masyarakat merupakan instrumen penting bagi aparat untuk melakukan verifikasi dan penindakan hukum lebih lanjut.
“Kepedulian masyarakat sangat penting. Jika ada dugaan pelanggaran, laporkan melalui mekanisme yang benar agar dapat ditindaklanjuti oleh aparat yang berwenang,” imbaunya.
Sebagai langkah jangka panjang, Sukma berharap para pelajar dapat dibekali dengan pendidikan karakter yang kuat serta penguatan nilai-nilai agama. Hal ini diyakini mampu menjadi benteng pertahanan diri bagi generasi muda dalam menghadapi godaan negatif di lingkungan pergaulan mereka.
Pemberitaan ini memuat pandangan dan harapan narasumber mengenai pentingnya pencegahan penyalahgunaan narkotika serta perlunya penegakan hukum apabila ditemukan pelanggaran sesuai ketentuan yang berlaku.
Poin penting dalam upaya pencegahan narkoba:
- Membangun sinergi antara keluarga, sekolah, dan aparat penegak hukum.
- Pemberian edukasi secara berkelanjutan mengenai bahaya narkoba bagi masa depan.
- Keberanian masyarakat untuk melaporkan dugaan tindak pidana narkotika kepada pihak berwenang.
- Pentingnya penguatan karakter dan nilai agama sebagai benteng pertahanan bagi generasi muda.





