HaurgeulisMedia.co.id – Pendaftaran sertifikasi halal dibatalkan akibat bahan tidak lolos cek karena adanya ketidaksesuaian antara dokumen bahan yang didaftarkan dengan standar kriteria sistem jaminan produk halal, terutama terkait ketertelusuran asal-usul bahan dan sertifikat halal pemasok yang tidak valid.

Penyebab Pendaftaran Sertifikasi Halal Dibatalkan Karena Bahan Tidak Lolos Cek

📷 Photo by shopee.co.id

Proses sertifikasi halal bukan sekadar administratif, melainkan mekanisme ketat untuk memastikan tidak ada kontaminasi bahan haram dalam rantai produksi. Ketika pelaku usaha menerima notifikasi pembatalan karena bahan tidak lolos cek, hal ini biasanya disebabkan oleh ketidaktelitian dalam verifikasi bahan baku sebelum data diunggah ke sistem Sihalal.

Penyebab Utama Kegagalan Verifikasi Bahan

Salah satu penyebab paling umum adalah penggunaan bahan yang masuk dalam kategori kritis namun tidak memiliki dokumen pendukung yang sah. Bahan kritis seperti gelatin, bahan penolong (processing aids), atau perisa (flavor) memerlukan dokumen yang spesifik. Jika pelaku usaha mengunggah dokumen yang kedaluwarsa atau tidak mencantumkan logo lembaga sertifikasi yang diakui oleh BPJPH, maka sistem secara otomatis akan menandai bahan tersebut sebagai tidak lolos.

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah ketidaksesuaian nama bahan di label dengan nama yang tercantum dalam dokumen sertifikat halal pemasok. Perbedaan satu huruf saja bisa menyebabkan verifikator meragukan validitas bahan tersebut. Selain itu, penggunaan bahan yang berasal dari hewan yang tidak disembelih secara syar’i atau bahan yang mengandung turunan babi (porcine) tanpa adanya dokumen pendukung yang membuktikan kehalalannya akan langsung membatalkan pengajuan.

Daftar Kategori Bahan dan Risiko Ketidaklolosan

Kategori Bahan Risiko Utama Dokumen Wajib
Bahan Hewani Risiko kontaminasi babi atau cara sembelih Sertifikat Halal & RPH yang tersertifikasi
Bahan Kimia/Aditif Penggunaan pelarut atau media pertumbuhan Sertifikat Halal atau MSDS (Material Safety Data Sheet)
Produk Nabati Olahan Risiko penggunaan bahan penolong haram Sertifikat Halal atau Flowchart Proses
Bahan Kemasan Migrasi bahan haram ke produk Surat pernyataan bebas bahan haram

Langkah Praktis Memperbaiki Data Bahan

Jika pelaku usaha menghadapi kendala ini, jangan panik. Proses pembatalan atau penolakan bahan bukanlah akhir dari segalanya. Berikut adalah langkah-langkah sistematis untuk memperbaiki data bahan agar pendaftaran sertifikasi halal dapat berlanjut kembali:

  1. Unduh laporan ketidaksesuaian dari sistem Sihalal untuk mengidentifikasi bahan mana saja yang ditolak dan apa alasan spesifik penolakannya.
  2. Hubungi pemasok (supplier) untuk meminta dokumen terbaru yang valid, seperti sertifikat halal yang masih berlaku dan mencantumkan bahan yang dibeli.
  3. Periksa kembali nama bahan di dokumen dengan nama yang tertulis di kemasan fisik; pastikan keduanya identik dan tidak ada typo.
  4. Pastikan sertifikat halal pemasok diterbitkan oleh lembaga yang diakui oleh BPJPH atau sudah melalui proses pengakuan (mutual recognition) jika berasal dari luar negeri.
  5. Unggah kembali dokumen yang telah diperbaiki ke dalam sistem melalui menu perbaikan data bahan dan pastikan semua kolom terisi dengan data yang akurat.
  6. Lakukan pengecekan mandiri pada alur proses produksi untuk memastikan tidak ada bahan baru yang masuk tanpa melalui prosedur verifikasi yang sama.

Pentingnya Ketelitian dalam Administrasi

Banyak pelaku usaha menganggap remeh bagian administrasi bahan. Padahal, verifikator halal bekerja berdasarkan bukti tertulis. Jika sebuah bahan tidak memiliki sertifikat halal, pelaku usaha wajib melampirkan dokumen pendukung lain yang bisa membuktikan bahwa bahan tersebut tidak mengandung bahan haram. Kesalahan umum yang sering dilakukan adalah mengunggah dokumen yang tidak relevan, seperti surat jalan biasa, padahal yang dibutuhkan adalah spesifikasi teknis bahan.

Risiko lain dari pengabaian verifikasi bahan adalah penolakan di tahap audit lapangan. Jika auditor menemukan bahan di gudang yang tidak terdaftar atau tidak sesuai dengan data yang diunggah, maka pendaftaran sertifikasi halal bisa dibatalkan secara permanen atau pelaku usaha harus mengulang proses dari awal. Hal ini tentu sangat merugikan dari segi waktu dan biaya operasional.

Tips Menghindari Pembatalan Pendaftaran

Baca juga: Bolehkah Bikin NIB Memakai Surat Keterangan Domisili Sementara KTP Luar Daerah

Untuk meminimalisir risiko, buatlah daftar inventaris bahan (ingredient list) yang terintegrasi dengan status kehalalannya. Pastikan setiap kali ada pergantian pemasok, bahan baru tersebut langsung diverifikasi status halalnya sebelum digunakan dalam produksi. Jangan pernah menggunakan bahan yang sertifikat halalnya sudah kedaluwarsa meskipun pemasok menjanjikan akan segera memperbaruinya.

Selain itu, pahami bahwa bahan yang tidak kritis (seperti air atau bahan tambang) memiliki perlakuan berbeda dengan bahan kritis. Mengklasifikasikan bahan secara tepat saat pendaftaran akan memudahkan verifikator dalam meninjau dokumen. Jika ragu, konsultasikan dengan Pendamping Proses Produk Halal (PPH) agar setiap langkah pengisian data sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Tanya Jawab Seputar Kendala Bahan Halal

Q: Apakah bahan yang tidak bersertifikat halal otomatis ditolak?

A: Tidak selalu. Bahan yang tidak bersertifikat halal masih bisa diterima selama bahan tersebut masuk dalam daftar bahan positif (bahan alami yang tidak diragukan kehalalannya) atau jika pelaku usaha dapat memberikan dokumen pendukung yang membuktikan tidak adanya kontaminasi bahan haram.

Q: Mengapa sertifikat halal dari luar negeri sering ditolak?

A: Sertifikat halal luar negeri harus berasal dari lembaga sertifikasi halal yang telah diakui (diakreditasi) oleh BPJPH. Jika lembaga tersebut belum memiliki perjanjian pengakuan, maka dokumen tersebut tidak dapat diterima sebagai bukti sah dalam sistem sertifikasi Indonesia.

Penyebab Pendaftaran Sertifikasi Halal Dibatalkan Karena Bahan Tidak Lolos Cek

📷 Photo by rumahsiripo.pom.go.id

Q: Apakah saya bisa mengganti bahan di tengah proses pendaftaran?

A: Anda dapat melakukan perbaikan data bahan selama proses masih dalam tahap verifikasi atau pemeriksaan dokumen. Namun, pastikan perubahan tersebut segera dilaporkan melalui sistem agar tidak terjadi ketidaksesuaian saat auditor melakukan pemeriksaan lapangan.

Menjaga integritas bahan adalah kunci utama keberhasilan sertifikasi halal. Dengan ketelitian dan pemahaman yang baik mengenai kriteria bahan, pelaku usaha dapat melewati proses sertifikasi dengan lebih lancar tanpa harus menghadapi risiko pembatalan yang tidak perlu. Investasikan waktu lebih di awal untuk memastikan setiap bahan baku memenuhi syarat, karena hal tersebut merupakan investasi untuk kepercayaan konsumen jangka panjang.

📷 Photo by sribu.com