Ketua KTNA Gabuswetan: IRPOM Fitnah? Ini Fakta Dugaan Pungli

Ketua KTNA Gabuswetan: IRPOM Fitnah? Ini Fakta Dugaan Pungli

HaurgeulisMedia.co.id – Isu miring mengenai dugaan korupsi dan pungutan liar (pungli) dalam Program Irigasi Perpompaan (IRPOM) tahun 2026 di Kecamatan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu, mendapat bantahan tegas dari Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Gabuswetan.

Menurut Ketua KTNA Gabuswetan, seluruh tudingan tersebut tidak berdasar dan merupakan fitnah belaka. Ia menegaskan bahwa tidak ada praktik korupsi maupun pungli yang terjadi terkait pelaksanaan IRPOM di wilayahnya.

Bacaan Lainnya

Program IRPOM sendiri merupakan salah satu inisiatif penting yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas irigasi pertanian, terutama di daerah yang mengandalkan sistem perpompaan untuk pasokan air. Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat signifikan bagi para petani dalam mengelola sumber daya air dan meningkatkan hasil panen.

Ketua KTNA menjelaskan bahwa pelaksanaan program berjalan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan dan diawasi secara ketat. Ia menambahkan bahwa para petani yang terlibat dalam program ini telah mendapatkan penjelasan yang memadai mengenai tujuan, manfaat, serta mekanisme pelaksanaannya.

Menanggapi isu yang beredar, Ketua KTNA Gabuswetan menyatakan bahwa tudingan tersebut kemungkinan muncul dari pihak-pihak yang tidak memahami secara utuh jalannya program atau memiliki niat buruk untuk menciptakan kegaduhan.

“Kami sangat menyayangkan adanya isu-isu negatif yang disebarkan tanpa dasar yang kuat. Ini jelas merugikan nama baik program dan juga para petani serta pihak yang terlibat dalam pelaksanaannya,” ujar Ketua KTNA.

Ia menambahkan bahwa pihaknya siap memberikan klarifikasi dan membuka diri untuk dialog dengan siapapun yang ingin memahami lebih lanjut mengenai Program IRPOM di Kecamatan Gabuswetan. Transparansi menjadi kunci dalam setiap program pemerintah, dan KTNA Gabuswetan berkomitmen untuk menjaga hal tersebut.

Lebih lanjut, Ketua KTNA memaparkan fakta di lapangan yang menunjukkan bahwa Program IRPOM telah memberikan dampak positif bagi para petani. Peningkatan efisiensi irigasi berdampak langsung pada ketersediaan air untuk lahan pertanian, terutama di musim kemarau.

Dengan adanya program ini, para petani tidak lagi terlalu bergantung pada sumber air alami yang terkadang tidak menentu. Sistem perpompaan yang terkelola dengan baik memastikan pasokan air yang stabil, sehingga mendukung kelancaran kegiatan pertanian sepanjang tahun.

“Para petani merasakan langsung manfaatnya. Lahan pertanian mereka kini lebih mudah terairi, yang berujung pada peningkatan produktivitas dan kesejahteraan,” tambahnya.

Ketua KTNA juga menekankan bahwa segala bentuk pendanaan dan operasional program IRPOM telah dilaksanakan secara akuntabel. Setiap pengeluaran dan penggunaan anggaran telah didokumentasikan dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan.

Proses pengadaan dan pemasangan peralatan pompa, misalnya, telah melalui tahapan yang transparan dan melibatkan pihak-pihak yang berkompeten. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap anggaran yang dikeluarkan benar-benar memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat petani.

Terkait dengan isu pungli, Ketua KTNA menegaskan bahwa tidak ada satu rupiah pun yang dipungut dari petani di luar ketentuan yang berlaku. Biaya operasional yang mungkin timbul telah diatur secara jelas dan disepakati bersama, bukan merupakan pungutan liar.

“Jika ada biaya yang dikeluarkan, itu adalah untuk kebutuhan operasional yang wajar dan sudah diketahui oleh semua pihak. Bukan pungutan liar yang memberatkan petani,” tegasnya.

Ia berharap agar masyarakat, khususnya para petani, tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya. KTNA Gabuswetan akan terus berupaya untuk menyajikan informasi yang akurat dan transparan mengenai program-program pertanian yang dijalankan di wilayah tersebut.

Sebagai penutup, Ketua KTNA Gabuswetan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawasi dan mendukung program-program pembangunan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Jika ada informasi atau masukan, pihaknya selalu terbuka untuk menerima dan mendiskusikannya demi kebaikan bersama.

Pos terkait