Haurgecdot.co.id – Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Pusat, NR, secara tegas menyatakan keprihatinannya terhadap potensi kerusakan lingkungan dan kerugian negara akibat dugaan aktivitas penggalian liar yang terjadi di tanggul Embung Rancamulya, Kecamatan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu.
Dalam sebuah langkah yang menunjukkan keseriusan IWOI dalam mengawal isu ini, NR bersama rombongan melakukan kunjungan langsung ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Citanduy pada hari Senin, 8 Juli 2024. Kunjungan ini bertujuan untuk mendapatkan klarifikasi dan memastikan penanganan yang tepat terhadap dugaan pelanggaran yang meresahkan masyarakat dan pemerhati lingkungan.
NR menyampaikan bahwa IWOI memiliki tanggung jawab moral untuk turut serta mengawasi aset negara, terutama yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya air dan lingkungan. Embung Rancamulya, sebagai salah satu infrastruktur vital, seharusnya dijaga dan dilestarikan fungsinya, bukan justru dirusak oleh aktivitas yang tidak bertanggung jawab.
Dugaan penggalian liar ini, menurut IWOI, tidak hanya berpotensi merusak struktur tanggul yang bisa berakibat fatal saat musim hujan tiba, tetapi juga mengindikasikan adanya penyelewengan yang merugikan keuangan negara. “Kami datang ke BBWS untuk menuntut kejelasan. Apakah aktivitas ini benar terjadi, siapa pelakunya, dan apa langkah konkret yang akan diambil untuk menghentikannya serta memulihkan kondisi embung,” tegas NR.
Ia menambahkan bahwa laporan mengenai adanya aktivitas penggalian dengan alat berat di area tanggul Embung Rancamulya telah beredar luas dan sampai ke telinga IWOI. Aktivitas tersebut diduga dilakukan tanpa izin yang jelas dan berpotensi merusak ekosistem serta fungsi penampungan air dari embung tersebut.
Kunjungan ke BBWS Cimanuk-Citanduy ini diharapkan dapat membuka tabir misteri di balik dugaan penggalian liar tersebut. IWOI ingin memastikan bahwa BBWS, sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas pengelolaan sumber daya air di wilayah tersebut, tidak tinggal diam dan segera mengambil tindakan tegas.
NR menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan aset negara. “Jika memang ada oknum yang bermain di balik ini, kami mendesak agar BBWS segera menindaklanjuti sesuai dengan hukum yang berlaku. Kerusakan lingkungan dan potensi kerugian negara tidak bisa ditoleransi,” ujarnya dengan nada serius.
Pertemuan antara Ketua IWOI Pusat dan perwakilan BBWS Cimanuk-Citanduy berlangsung tertutup. Namun, informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa IWOI telah menyampaikan bukti-bukti awal dan meminta BBWS untuk melakukan investigasi mendalam. Pihak BBWS sendiri menyatakan akan segera menindaklanjuti laporan tersebut dan melakukan pengecekan di lapangan.
Embung Rancamulya memiliki peran strategis dalam sistem irigasi pertanian di wilayah Gabuswetan dan sekitarnya. Kerusakan pada tanggulnya dapat mengancam pasokan air bagi ribuan hektar lahan pertanian, yang berujung pada kerugian ekonomi bagi para petani.
Lebih jauh, NR mengingatkan bahwa pengawasan terhadap aset negara adalah tugas bersama. Pihak pers, melalui organisasi seperti IWOI, memiliki peran penting dalam menyuarakan aspirasi masyarakat dan mengawal jalannya pemerintahan agar tetap bersih dan akuntabel.
IWOI berjanji akan terus memantau perkembangan kasus dugaan penggalian liar di Embung Rancamulya ini. Jika dalam waktu dekat tidak ada tindakan nyata dari pihak berwenang, IWOI mengancam akan meningkatkan desakan dan melakukan aksi advokasi yang lebih luas.
“Kami tidak akan berhenti sampai masalah ini terselesaikan dengan tuntas. Keamanan lingkungan dan ketahanan pangan masyarakat Indramayu adalah prioritas kami. BBWS harus menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan melindungi aset negara dari tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab,” pungkas NR.





