HaurgeulisMedia.co.id – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia baru-baru ini meresmikan sebuah inisiatif terobosan yang menggabungkan aspek lingkungan dan kemanusiaan. Program yang diberi nama ‘Rumah Terang’ ini secara khusus menyasar masyarakat di Indramayu, dengan tujuan memberikan akses energi bersih dan berkelanjutan.
Program ‘Rumah Terang’ ini bukan sekadar proyek biasa, melainkan sebuah upaya strategis BAZNAS untuk menghadirkan solusi energi terbarukan bagi keluarga yang membutuhkan. Melalui implementasi teknologi tenaga surya, program ini berhasil menerangi kehidupan 102 Kepala Keluarga (KK) di wilayah Indramayu.
Peluncuran program ini menandai langkah signifikan BAZNAS dalam upaya pemberdayaan masyarakat melalui penyediaan infrastruktur dasar yang esensial. Listrik tenaga surya yang terpasang diharapkan tidak hanya memberikan penerangan, tetapi juga membuka peluang baru bagi aktivitas ekonomi dan peningkatan kualitas hidup para penerima manfaat.
Secara rinci, program ‘Rumah Terang’ berfokus pada pemasangan panel surya di rumah-rumah tangga yang sebelumnya tidak memiliki akses listrik yang memadai atau bergantung pada sumber energi yang kurang ramah lingkungan dan mahal. Dengan tenaga surya, keluarga-keluarga ini kini dapat menikmati listrik secara gratis dan berkelanjutan.
Kehadiran program ini disambut antusias oleh masyarakat Indramayu. Banyak penerima manfaat mengungkapkan rasa syukur dan harapan besar terhadap dampak positif yang akan ditimbulkan oleh ‘Rumah Terang’. Kini, anak-anak dapat belajar di malam hari dengan lebih nyaman, aktivitas rumah tangga menjadi lebih mudah, dan potensi untuk mengembangkan usaha kecil di rumah pun semakin terbuka lebar.
BAZNAS menjelaskan bahwa pemilihan tenaga surya sebagai solusi utama didasarkan pada potensi besar energi matahari yang melimpah di Indonesia, khususnya di daerah seperti Indramayu. Penggunaan energi terbarukan ini juga sejalan dengan komitmen global untuk mengurangi jejak karbon dan memerangi perubahan iklim.
Lebih dari sekadar memberikan pasokan listrik, program ‘Rumah Terang’ juga mencakup aspek edukasi dan pendampingan. Para penerima manfaat diberikan pemahaman mengenai cara kerja panel surya, perawatan dasar, serta pentingnya efisiensi energi.
Dengan berfungsinya 102 unit sistem tenaga surya, BAZNAS tidak hanya berhasil menerangi rumah, tetapi juga menyalakan harapan baru bagi ratusan jiwa di Indramayu. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara lembaga amil zakat, masyarakat, dan teknologi dapat menciptakan solusi berkelanjutan yang berdampak luas.
Program ‘Rumah Terang’ di Indramayu diharapkan dapat menjadi model percontohan bagi implementasi serupa di daerah-daerah lain di seluruh Indonesia. BAZNAS terus berupaya untuk menjangkau lebih banyak lagi keluarga yang membutuhkan, mewujudkan visi Indonesia yang lebih terang dan mandiri energi.





