HaurgeulisMedia.co.id – Dunia sastra Korea Selatan belakangan ini memang sedang berada di puncak popularitasnya. Tidak bisa dimungkiri, nama Han Kang menjadi magnet utama bagi pembaca internasional, terutama setelah keberhasilannya meraih penghargaan Nobel Sastra 2024 berkat karya-karya fenomenal seperti The Vegetarian dan Human Acts.
Namun, jika kamu merasa tertantang untuk menggali lebih dalam kekayaan literatur Negeri Ginseng, ada banyak penulis perempuan hebat lainnya yang karyanya tak kalah memikat. Sastra Korea memiliki ciri khas tersendiri dalam memotret kehidupan perempuan, mulai dari perjuangan domestik hingga kritik tajam terhadap problematika sosial yang sering kali masih terasa tabu untuk dibicarakan secara terbuka.
Kabar baiknya, berbagai karya sastra berkualitas ini sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, sehingga kita bisa menyelami emosi dan pesan yang ingin disampaikan penulis dengan lebih nyaman. Berikut adalah lima rekomendasi novel karya penulis perempuan Korea Selatan yang wajib masuk dalam daftar bacaan kamu selanjutnya.
1. Please Look After Mom (Ibu Tercinta) by Kyung Sook Shin
Selain-hang-kang-31971.jpg” alt=”” title=”” style=”max-width:100%;height:auto;display:block;margin-left:auto;margin-right:auto;”>
Novel ini adalah sebuah pengingat yang menyentuh hati tentang betapa seringnya kita lupa untuk menghargai sosok ibu. Cerita dimulai dengan sebuah tragedi yang memilukan; sepasang suami istri yang sudah lanjut usia terpisah saat berada di stasiun kereta bawah tanah Seoul. Sang istri menghilang secara misterius di tengah keramaian.
Kepergian sang ibu secara mendadak memaksa anggota keluarga lainnya untuk menelusuri kembali kenangan masa lalu. Sembari mencari, mereka justru dihadapkan pada kenyataan pahit bahwa mereka tidak benar-benar mengenal sosok ibu yang selama ini selalu ada untuk mereka. Novel ini bukan sekadar kisah pencarian, melainkan cermin tentang pengorbanan dan kasih sayang yang sering kali luput dari perhatian kita.
2. Kim Ji-Yeong, Lahir Tahun 1982 by Cho Nam-Joo
Jika kamu mencari novel yang berani menyentuh realitas sosial, karya Cho Nam-Joo ini adalah pilihan yang tepat. Buku ini mengisahkan perjalanan hidup Kim Ji-Young, seorang perempuan yang tumbuh besar di tengah ekspektasi masyarakat yang masih sangat patriarkal. Sejak lahir, ia sudah merasa tidak diinginkan hanya karena ia seorang perempuan.
Narasi buku ini membawa pembaca melihat diskriminasi yang dialami Ji-Young di sekolah, lingkungan kerja, hingga peran domestik yang membelenggunya setelah ia menikah. Ketidakadilan yang bertubi-tubi akhirnya membawa Ji-Young pada kondisi depresi yang mendalam. Kisah ini tidak hanya berhasil diadaptasi menjadi film layar lebar, tetapi juga menjadi suara bagi banyak perempuan yang merasakan tekanan serupa di dunia nyata.
3. Cursed Bunny by Bora Chung
Ingin mencoba sesuatu yang sedikit berbeda dan lebih menantang? Cursed Bunny hadir dengan nuansa yang unik. Buku ini merupakan kumpulan sepuluh cerpen yang memadukan unsur horor, fiksi spekulatif, dan surealisme. Tidak heran jika buku ini berhasil menembus daftar pendek Booker Prize 2022.
Bora Chung mahir menyajikan cerita-cerita yang aneh dan terkadang mengerikan namun tetap relevan. Mulai dari kisah tentang kepala yang muncul di dalam kloset hingga perjuangan seorang perempuan yang harus menghadapi konsekuensi dari ketakutannya sendiri, setiap cerpen dalam buku ini akan memancing imajinasi sekaligus membuat bulu kuduk berdiri. Bagi penggemar gaya penulisan Sayaka Murata, buku ini adalah bacaan yang wajib kamu miliki.
4. Kakakku, Bongsoon by Jiyoung Gong
Melalui novel ini, Jiyoung Gong mengajak kita melihat potret ketimpangan sosial di Korea Selatan pada era 1960-an. Cerita ini berpusat pada sosok Bongsoon, seorang gadis yang harus menjalani kehidupan yang sangat keras sejak kecil—mulai dari melarikan diri dari kekerasan ayah tiri hingga ditelantarkan oleh kerabatnya sendiri.
Menariknya, kisah Bongsoon diceritakan dari sudut pandang majikannya, seorang anak kecil berusia lima tahun bernama Jjang. Perspektif polos dari seorang anak ini justru memberikan kesan mendalam tentang bagaimana kelas sosial dan nasib bisa membedakan kehidupan dua orang perempuan. Novel ini memberikan gambaran yang jujur dan menyayat hati tentang perjuangan untuk bertahan hidup di tengah masyarakat yang acuh.
5. Para Pengunjung Dini Hari by Jang Ryujin, Yuji Ha, Jihyang Jeong, Minjung Park, Hyeon Kim
Buku ini merupakan antologi yang menghimpun lima kisah pendek dengan narasi yang kuat mengenai pengalaman perempuan modern. Setiap cerita dalam buku ini menyoroti berbagai isu yang sering kali terabaikan, seperti rasa tidak aman yang dirasakan perempuan saat tinggal sendiri di apartemen, hingga diskriminasi berbasis gender yang masih kental terjadi.
Setiap penulis dalam antologi ini berhasil menyuarakan keresahan perempuan dengan cara yang puitis namun lugas, mengajak pembaca untuk lebih peduli pada hak-hak dan rasa aman sesama perempuan di lingkungan sekitar kita.
Melalui buku ini, kita tidak hanya diajak untuk memahami tekanan yang dihadapi para tokoh, tetapi juga terinspirasi oleh keberanian mereka untuk bangkit melawan ketidakadilan. Semoga rekomendasi ini bisa menjadi teman setia di waktu luangmu. Selamat membaca dan selamat menjelajahi dunia sastra Korea yang lebih luas!





