Kabar kurang menyenangkan menghampiri kamp Macan Kemayoran. Menjelang laga krusial pekan kedelapan Super League 2025/2026, sanksi Ryo Matsumura resmi dijatuhkan oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Hukuman ini menjadi pukulan telak bagi Persija Jakarta yang tengah bersiap menjamu Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (29/12/2025).
Absennya gelandang kreatif asal Jepang ini tentu mengubah peta kekuatan tim asuhan Mauricio Souza. Tidak tanggung-tanggung, Ryo dipastikan harus menepi dalam waktu yang cukup lama, melewatkan serangkaian laga big match yang sangat menentukan posisi Persija di papan klasemen.
Di tengah kabar buruk ini, angin segar berhembus dari bursa transfer. Isu reuni antara pelatih Mauricio Souza dengan mantan anak asuhnya, Hugo ‘Jaja’ Gomes, semakin kencang terdengar sebagai solusi lini tengah Persija.
Detail Hukuman dan Denda Komdis PSSI
Berdasarkan keputusan terbaru sidang Komdis PSSI, Ryo Matsumura menerima hukuman yang tergolong berat. Pemain berusia 31 tahun tersebut dilarang bermain sebanyak empat pertandingan berturut-turut.
Selain larangan bertanding, eks pemain Persis Solo ini juga dijatuhi denda material. Ryo diwajibkan membayar denda sebesar Rp 50 juta. Hukuman ini merupakan buntut dari insiden yang terjadi saat Persija bertandang ke markas Semen Padang di Stadion Gelora Haji Agus Salim, pada pekan ke-15.
Manajemen Persija Jakarta telah mengonfirmasi penerimaan surat sanksi tersebut. Absennya Ryo menjadi kerugian besar mengingat kontribusinya yang vital dalam mengatur serangan dan memecah kebuntuan di lini depan Macan Kemayoran.
Mengungkap Penyebab Utama Sanksi
Banyak spekulasi yang beredar mengenai alasan di balik sanksi Ryo Matsumura ini. Awalnya, publik menduga hukuman tersebut berkaitan dengan gesture negatif yang ditunjukkan Ryo saat melakukan protes keras di atas lapangan. Kala itu, bek Persija, Thales Lira, sempat berusaha menenangkan Ryo dan menghalau tindakannya, namun kamera siaran langsung tetap menangkap momen panas tersebut.
Namun, fakta sebenarnya ternyata berbeda. Pelanggaran berat yang dimaksud bukan terjadi di lapangan hijau, melainkan di area tertutup.
Insiden di Lorong Ganti
Pihak Persija Jakarta melalui keterangan resminya meluruskan bahwa hukuman berat tersebut dijatuhkan karena insiden di lorong menuju ruang ganti. Ryo Matsumura kedapatan melontarkan kata-kata tidak pantas (mengumpat) yang ditujukan kepada wasit yang memimpin laga, Steven Yubel Poli.
Tindakan tersebut dinilai oleh pengawas pertandingan dan Komdis PSSI sebagai perilaku tidak sportif dan pelanggaran terhadap etika profesi pemain profesional.
“Gelandang asal Jepang itu mendapat hukuman dari Komdis karena dinilai melakukan tindakan tidak sportif dengan mengucapkan kata-kata tidak pantas kepada perangkat pertandingan usai laga Persija vs Semen Padang,” tulis pernyataan resmi klub.
Ryo Matsumura Absen Lawan Persib Bandung
Dampak dari hukuman ini sangat fatal bagi jadwal Persija di awal tahun 2026. Sanksi larangan bermain langsung berlaku pada pertandingan terdekat, yakni laga tunda pekan ke-8 melawan Bhayangkara FC.
Namun, yang paling membuat suporter The Jakmania khawatir adalah absennya Ryo dalam laga El Clasico Indonesia. Berikut adalah daftar pertandingan krusial yang harus dilewatkan oleh Ryo Matsumura:
-
Bhayangkara Presisi Lampung FC (29 Desember 2025)
-
Persijap Jepara (3 Januari 2026)
-
Persib Bandung (11 Januari 2026)
-
Madura United FC (23 Januari 2026)
Kehilangan motor serangan saat menghadapi rival abadi, Persib Bandung, serta tim kuat Madura United, memaksa tim pelatih untuk segera memutar otak mencari skema alternatif.
Rumor Transfer: Hugo Gomes Siap Gantikan Peran Ryo?
Di tengah krisis pemain akibat sanksi disiplin, manajemen Persija Jakarta tampaknya mulai bergerak cepat menyambut bursa transfer paruh musim yang akan dibuka pada Januari. Fokus utama perbaikan tim mengarah pada sektor gelandang serang.
Nama Gustavo Franca, yang didatangkan pada awal musim, santer dikabarkan akan segera dicoret. Performa Franca dinilai belum memenuhi ekspektasi dan minim kontribusi nyata bagi permainan Macan Kemayoran. Sebagai gantinya, nama Hugo ‘Jaja’ Gomes kembali mencuat ke permukaan.
Potensi Reuni dengan Mauricio Souza
Kabar merapatnya gelandang Dewa United ini bukan tanpa alasan. Faktor keberadaan pelatih Mauricio Souza menjadi kunci utama rumor ini.
Hugo Gomes dan Mauricio Souza memiliki sejarah kerja sama yang manis saat keduanya masih membela Madura United. Di bawah asuhan Souza, Jaja menjelma menjadi salah satu gelandang terbaik di Liga 1 musim 2023/2024 dan sukses mengantarkan Laskar Sape Kerrab menjadi runner-up kompetisi.
Chemistry yang sudah terbangun antara Jaja dan Souza diyakini dapat mempercepat proses adaptasi jika sang pemain benar-benar berlabuh ke Jakarta.
Menurut laporan dari Transfermarket, minat Souza untuk membawa mantan anak asuhnya ke Ibu Kota masih sangat tinggi. Jika transfer ini terwujud, lini tengah Persija diprediksi akan kembali solid, menutupi celah yang ditinggalkan oleh Gustavo Franca maupun absennya Ryo Matsumura.
Bagaimana strategi Persija tanpa Ryo di empat laga ke depan? Dan akankah Hugo Gomes benar-benar berseragam oranye di putaran kedua? Menarik untuk dinantikan langkah manajemen Macan Kemayoran dalam beberapa pekan ke depan.





