Profil Anom Widiyantoro: Biodata, Agama, dan Kasus OTT KPK

Profil Anom Widiyantoro: Biodata, Agama, dan Kasus OTT KPK

HaurgeulisMedia.co.id – Sosok Anom Widiyantoro mendadak menjadi pusat perhatian publik usai terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kejadian yang berlangsung antara 28 sampai 29 Juli 2026 ini sontak memicu reaksi luas dari khalayak.

Pihak KPK mengamankan Anom di Jakarta atas dugaan keterlibatan dalam penerimaan aliran dana proyek, yang mencakup proyek di lingkup Dinas PUPR Kabupaten Pemalang. Di samping itu, ia turut dimintai keterangan perihal dugaan praktik jual beli jabatan di pemerintahan daerah tersebut.

Bacaan Lainnya

Sampai Rabu malam, Anom Widiyantoro masih menjalani proses pemeriksaan oleh penyidik KPK. Sesuai aturan, pemeriksaan dilakukan dalam durasi 1 x 24 jam guna menetapkan status hukumnya ke depan.

Kasus ini memicu rasa penasaran masyarakat untuk menggali informasi terkait profil, keyakinan, riwayat pendidikan, hingga jejak karier Anom Widiyantoro.

Profil Anom Widiyantoro

Anom Widiyantoro menjabat sebagai Bupati Pemalang untuk masa bakti 2025–2030 setelah resmi dilantik pada 20 Februari 2025. Proses pelantikannya dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, menyusul kesuksesannya dalam Pilkada Pemalang 2024.

Sebelum merambah dunia politik, Anom dikenal sebagai sosok profesional yang meniti karier panjang di Badan Usaha Milik Negara. Mayoritas pengalaman kerjanya dihabiskan bersama PT Wijaya Karya atau Wika dan sejumlah entitas anak perusahaannya.

Anom dilahirkan di Cimahi, Jawa Barat, pada 20 Maret 1970. Ia adalah seorang penganut agama Islam dengan latar belakang keilmuan di sektor ekonomi, bisnis, serta manajemen keuangan.

Masa sekolahnya ia habiskan di SD St. Yusuf Cimahi, kemudian berlanjut ke SMP Negeri 1 Cimahi dan SMA Negeri 4 Bandung. Selanjutnya, ia menyelesaikan jenjang S1 Manajemen Keuangan di Universitas Diponegoro pada 1996 dan meraih gelar magister dari Universitas Padjadjaran pada 2005.

Perjalanan Karier Anom Widiyantoro

Anom Widiyantoro mengawali langkah profesionalnya di PT Wijaya Karya pada 1996 setelah menuntaskan studinya di Universitas Diponegoro. Selama kurang lebih 25 tahun, ia menempati berbagai posisi penting di perusahaan tersebut.

Beberapa jabatan yang pernah dipegangnya antara lain Staf Ahli, Internal Auditor, Kepala Seksi, sampai Manajer Keuangan dan Personalia. Ia juga pernah menjabat sebagai Manajer Keuangan dan Operasi untuk Departemen Luar Negeri serta General Manager di Wika.

Tak hanya itu, Anom sempat dipercaya mengemban tanggung jawab sebagai Direktur PT Wijaya Karya Realty, salah satu anak perusahaan Wika. Rekam jejak tersebut memperkaya kompetensinya dalam manajemen perusahaan dan sektor properti.

Pada 2021, ia melanjutkan karier sebagai Direktur Keuangan, Human Capital, dan Manajemen Risiko di PT Hotel Indonesia Property atau HIPA. Posisi ini ia jalani hingga 2024 sebelum akhirnya memilih mundur untuk mencalonkan diri dalam kontestasi politik.

Anom kemudian mendaftarkan diri sebagai calon Bupati Pemalang berpasangan dengan Nurkholes pada Pilkada 2024. Pencalonan mereka didukung oleh koalisi partai yang terdiri dari Golkar, Hanura, Gelora, PSI, dan Perindo.

Dalam pemilihan kepala daerah Pemalang 2024, duet Anom-Nurkholes sukses mengumpulkan 278.043 suara sesuai hasil rekapitulasi pleno KPU. Kemenangan tersebut membawanya menduduki kursi Bupati Pemalang untuk periode 2025–2030.

Belum genap dua tahun memangku jabatan bupati, Anom Widiyantoro harus berurusan dengan KPK melalui OTT pada akhir Juli 2026. Ia diperiksa atas dugaan korupsi proyek serta praktik jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang.

Biodata Anom Widiyantoro

Berikut adalah data diri singkat Anom Widiyantoro.

Nama lengkap: Anom Widiyantoro, S.E., M.M.
Tempat lahir: Cimahi, Jawa Barat
Tanggal lahir: 20 Maret 1970
Jenis kelamin: Laki-laki
Agama: Islam
Jabatan: Bupati Pemalang periode 2025–2030
Dilantik: 20 Februari 2025
Kekayaan berdasarkan LHKPN: sekitar Rp21,3 miliar

Terjeratnya Anom Widiyantoro dalam OTT KPK membuat namanya kembali mencuat di tengah masa jabatannya sebagai Bupati Pemalang. Di tengah proses hukum yang masih berlangsung, rekam jejaknya dari seorang eksekutif BUMN hingga menjadi kepala daerah kembali disorot oleh publik.

HaurgeulisMedia.co.id – Nama Anom Widiyantoro menjadi perbincangan hangat di tingkat nasional setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kejadian tersebut berlangsung pada 28 hingga 29 Juli 2026 dan segera menyedot perhatian masyarakat luas.

Anom diamankan KPK di Jakarta atas dugaan penerimaan dana tidak sah dari proyek, termasuk proyek di lingkungan Dinas PUPR Kabupaten Pemalang. Selain itu, ia juga diperiksa terkait indikasi jual beli jabatan di lingkup Pemerintah Kabupaten Pemalang.

Hingga Rabu malam, Anom Widiyantoro masih berstatus sebagai pihak terperiksa di KPK. Proses pemeriksaan dilakukan dalam tenggat 1 x 24 jam untuk menentukan tindak lanjut hukum selanjutnya.

Peristiwa ini membuat publik mencari tahu lebih dalam mengenai profil Anom Widiyantoro. Informasi terkait profil, agama, riwayat pendidikan, hingga perjalanan kariernya kini menjadi sorotan masyarakat.

Profil Anom Widiyantoro

Anom Widiyantoro merupakan Bupati Pemalang masa jabatan 2025–2030 yang dilantik pada 20 Februari 2025. Ia dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, usai memenangkan Pilkada Pemalang 2024.

Sebelum terjun ke kancah politik, Anom dikenal sebagai eksekutif profesional dengan karier panjang di perusahaan Badan Usaha Milik Negara. Sebagian besar perjalanan kariernya dihabiskan bersama PT Wijaya Karya atau Wika beserta anak perusahaannya.

Anom lahir di Cimahi, Jawa Barat, pada 20 Maret 1970. Ia beragama Islam dan memiliki latar belakang pendidikan di bidang manajemen keuangan, ekonomi, dan bisnis.

Pendidikan dasarnya diselesaikan di SD St. Yusuf Cimahi, kemudian lanjut ke SMP Negeri 1 Cimahi dan SMA Negeri 4 Bandung. Selanjutnya, ia menuntaskan pendidikan S1 Manajemen Keuangan di Universitas Diponegoro pada 1996 dan meraih gelar magister dari Universitas Padjadjaran pada 2005.

Perjalanan Karier Anom Widiyantoro

Anom Widiyantoro mengawali perjalanan profesionalnya di PT Wijaya Karya pada 1996 setelah lulus dari Universitas Diponegoro. Selama sekitar 25 tahun, ia menempati berbagai posisi strategis di perusahaan tersebut.

Beberapa jabatan yang pernah diembannya meliputi Staf Ahli, Internal Auditor, Kepala Seksi, hingga Manajer Keuangan dan Personalia. Ia juga sempat menjabat sebagai Manajer Keuangan dan Operasi Departemen Luar Negeri serta General Manager di Wika.

Selain itu, Anom juga pernah dipercaya sebagai Direktur PT Wijaya Karya Realty, anak usaha Wika. Pengalaman tersebut memperkuat kiprahnya dalam manajemen perusahaan dan sektor properti.

Pada 2021, ia melanjutkan karier sebagai Direktur Keuangan, Human Capital, dan Manajemen Risiko di PT Hotel Indonesia Property atau HIPA. Jabatan itu dipegangnya hingga 2024 sebelum akhirnya memutuskan mengundurkan diri untuk terjun ke dunia politik.

Anom kemudian mencalonkan diri sebagai Bupati Pemalang berpasangan dengan Nurkholes pada Pilkada 2024. Pasangan tersebut diusung oleh koalisi partai yang melibatkan Golkar, Hanura, Gelora, PSI, dan Perindo.

Dalam Pilkada Pemalang 2024, pasangan Anom dan Nurkholes berhasil mengumpulkan 278.043 suara berdasarkan hasil rekapitulasi pleno KPU. Kemenangan tersebut membawanya menjabat sebagai Bupati Pemalang periode 2025–2030.

Pos terkait