HaurgeulisMedia.co.id – Getaran pada motor matic saat tarikan awal atau yang sering disebut sebagai gejala gredek, merupakan keluhan umum yang dialami pengguna motor transmisi otomatis. Kondisi ini biasanya terasa saat pengendara mulai memutar selongsong gas dari posisi diam, di mana bodi motor terasa bergetar tidak wajar sebelum akhirnya melaju dengan normal.
Getaran tersebut menandakan adanya masalah pada sistem transmisi otomatis, khususnya pada area CVT (Continuously Variable Transmission). Komponen ini bekerja dengan mengandalkan gesekan antara kampas ganda dengan mangkok ganda. Ketika sistem ini tidak bekerja dengan mulus, getaran akan langsung terasa ke seluruh bodi motor.
Penyebab utama dari masalah ini adalah akumulasi debu dan kotoran yang terjebak di dalam rumah CVT. Seiring pemakaian, debu dari gesekan kampas ganda tidak memiliki jalur keluar yang sempurna. Debu yang menumpuk ini akan menempel pada dinding mangkok ganda, sehingga menciptakan permukaan yang licin atau justru tidak rata. Akibatnya, kampas ganda tidak bisa mencengkeram mangkok dengan sempurna saat tarikan awal, sehingga terjadi slip yang memicu getaran.
Selain debu, kondisi kampas ganda itu sendiri perlu diperhatikan. Jika kampas sudah aus atau mengeras, daya cengkeramnya akan berkurang drastis. Kampas yang mengeras (terjadi proses glazing atau permukaan menjadi seperti kaca) tidak mampu menggigit mangkok ganda dengan optimal. Gejala ini sering diperparah jika pengendara memiliki kebiasaan menahan gas sambil menekan rem secara bersamaan, yang membuat suhu di dalam CVT meningkat drastis dan mempercepat proses pengerasan material kampas.
Kondisi mangkok ganda juga memegang peranan penting. Jika permukaan bagian dalam mangkok sudah tidak rata atau bergelombang, kampas tidak akan menempel dengan stabil. Hal ini biasanya terjadi karena penggunaan jangka panjang atau panas berlebih yang membuat logam mangkok mengalami deformasi ringan. Meskipun secara visual terlihat normal, sedikit saja ketidakteraturan pada permukaan mangkok akan menghasilkan vibrasi saat kampas mulai bekerja.
Masalah pada komponen pendukung seperti per sentrifugal juga bisa menjadi pemicu. Jika salah satu per sentrifugal melemah atau patah, kampas ganda akan membuka tidak bersamaan. Ketidakseimbangan ini menyebabkan putaran awal menjadi tidak stabil dan menimbulkan getaran yang terasa hingga ke stang dan jok motor.
Untuk mengatasi masalah ini, langkah paling mendasar adalah melakukan pembersihan rutin pada area CVT. Membuka blok CVT dan membersihkan seluruh komponen dari debu menggunakan cairan pembersih khusus atau kompresor udara dapat menghilangkan getaran ringan. Pastikan mekanik juga membersihkan sela-sela kampas ganda agar tidak ada kotoran yang tertinggal.
Jika pembersihan tidak menyelesaikan masalah, langkah selanjutnya adalah melakukan pengecekan visual pada kampas dan mangkok ganda. Apabila permukaan kampas terlihat mengkilap seperti kaca, proses pengamplasan halus pada permukaan kampas bisa membantu mengembalikan daya cengkeramnya. Namun, ini hanyalah solusi sementara. Jika kampas sudah terlalu tipis, penggantian komponen baru adalah pilihan yang lebih tepat demi keamanan dan kenyamanan jangka panjang.
Untuk mangkok ganda, jika ditemukan tanda-tanda keausan yang tidak rata, beberapa pemilik motor memilih untuk melakukan custom atau membubut ulang permukaan mangkok agar kembali presisi. Namun, perlu diingat bahwa tindakan ini memerlukan ketelitian tinggi agar keseimbangan rotasi tetap terjaga. Jika tidak dilakukan dengan tepat, justru akan memicu getaran baru di kecepatan tinggi.
Kesalahan umum yang sering dilakukan pemilik motor adalah membiarkan gejala getaran ini terus berlanjut tanpa perbaikan. Getaran yang dibiarkan akan memberikan beban kejut pada komponen lain di dalam CVT, seperti roller dan v-belt. Komponen-komponen ini akan lebih cepat aus atau bahkan putus karena harus menerima hentakan yang tidak stabil secara terus-menerus.
Penting juga untuk memperhatikan gaya berkendara. Menghindari kebiasaan menggantung gas saat kondisi macet atau saat berhenti di lampu merah dapat memperpanjang usia pakai komponen CVT. Membiarkan mesin dalam posisi stasioner yang stabil saat berhenti akan menjaga suhu CVT tetap terjaga dan mencegah kampas ganda mengalami panas berlebih yang memicu pengerasan.
Dalam melakukan perawatan, pastikan pula untuk memeriksa kondisi seal kruk as dan seal blok CVT. Jika seal tersebut bocor dan oli merembes masuk ke dalam rumah CVT, gesekan antara kampas dan mangkok akan menjadi licin. Kondisi ini akan membuat motor terasa sangat bergetar dan akselerasi menjadi tidak responsif. Kebocoran oli ini sering kali menjadi penyebab yang terlewatkan saat melakukan servis rutin.
Getaran pada tarikan awal motor matic bukan merupakan kerusakan fatal yang terjadi secara tiba-tiba, melainkan akumulasi dari pemakaian dan kurangnya perawatan berkala. Dengan menjaga kebersihan area CVT dan memastikan komponen gesek dalam kondisi prima, gejala getaran dapat diminimalisir atau bahkan dihilangkan. Mengenali tanda-tanda awal seperti getaran kecil saat gas mulai ditarik akan membantu mencegah kerusakan lebih luas pada sistem transmisi motor.
📷 Photo by perumperindo.co.id





