HaurgeulisMedia.co.id – Dewan Pimpinan Cabang Lembaga Swadaya Masyarakat Harapan Rakyat Indonesia Maju (DPC LSM HARIMAU) Kabupaten Indramayu telah melayangkan surat resmi kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Indramayu.
Surat yang dilayangkan ini berisi pertanyaan mendalam terkait spesifikasi teknis proyek betonisasi yang sedang berjalan di wilayah tersebut.
DPC LSM HARIMAU menduga adanya ketidaksesuaian antara pelaksanaan proyek dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan.
Pertanyaan spesifik diajukan untuk mengklarifikasi berbagai aspek teknis dari proyek betonisasi yang dikeluhkan oleh masyarakat.
Hal ini penting mengingat kualitas infrastruktur publik sangat memengaruhi kenyamanan dan keamanan warga.
Ketua DPC LSM HARIMAU, H. Rohadi, menjelaskan bahwa pihaknya menerima banyak masukan dari masyarakat mengenai proyek betonisasi.
Masukan tersebut mencakup keluhan terkait kualitas material dan metode pengerjaan yang dinilai tidak sesuai standar.
Oleh karena itu, LSM HARIMAU merasa perlu untuk melakukan konfirmasi langsung kepada pihak DPUPR sebagai penanggung jawab proyek.
Tujuan utama dari surat ini adalah untuk mendapatkan penjelasan yang transparan dan akuntabel mengenai spesifikasi proyek.
LSM HARIMAU ingin memastikan bahwa setiap proyek yang dibiayai oleh uang rakyat telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Mereka menekankan pentingnya pengawasan yang ketat terhadap setiap tahapan proyek infrastruktur.
Dalam suratnya, DPC LSM HARIMAU juga menyoroti beberapa poin krusial yang perlu mendapat perhatian serius dari DPUPR.
Poin-poin tersebut berkaitan langsung dengan kualitas dan ketahanan struktur beton yang sedang dibangun.
Pihaknya berharap DPUPR dapat memberikan tanggapan yang memuaskan dan informatif terhadap semua pertanyaan yang diajukan.
Selain itu, LSM HARIMAU juga mendorong adanya audit independen jika diperlukan untuk memastikan kebenaran informasi yang disampaikan.
Rohadi menambahkan bahwa transparansi dalam proyek pemerintah adalah kunci utama untuk membangun kepercayaan publik.
Masyarakat berhak mengetahui bagaimana anggaran negara dialokasikan dan dikelola untuk pembangunan daerah.
LSM HARIMAU berkomitmen untuk terus mengawal setiap program pembangunan yang ada di Kabupaten Indramayu.
Mereka bertindak sebagai mitra pemerintah dalam upaya mewujudkan pembangunan yang berkualitas dan berkelanjutan.
Fokus pada proyek betonisasi ini didasari oleh urgensi perbaikan infrastruktur jalan yang merupakan urat nadi perekonomian masyarakat.
Kualitas jalan yang buruk dapat menghambat aktivitas ekonomi, meningkatkan biaya transportasi, dan menimbulkan potensi kecelakaan.
Oleh karena itu, setiap proyek perbaikan jalan harus dilaksanakan dengan standar kualitas tertinggi.
LSM HARIMAU ingin memastikan bahwa proyek betonisasi ini tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga tahan lama.
Mereka juga menanyakan mengenai jenis campuran beton yang digunakan, ketebalan lapisan, serta metode pemadatan yang diterapkan.
Informasi ini sangat penting untuk menilai apakah proyek tersebut memenuhi standar teknis yang dipersyaratkan.
Selain itu, pertanyaan juga diajukan mengenai durasi proyek dan apakah ada potensi keterlambatan dalam pelaksanaannya.
Keterlambatan proyek seringkali berujung pada pembengkakan biaya dan penurunan kualitas akibat pengerjaan yang terburu-buru.
LSM HARIMAU juga ingin mengetahui pihak kontraktor pelaksana dan konsultan pengawas yang ditunjuk.
Mereka berpendapat bahwa identitas pihak-pihak yang terlibat dalam proyek harus jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Hal ini penting untuk memudahkan proses pengawasan dan evaluasi kinerja.
Rohadi menegaskan bahwa tujuan utama LSM HARIMAU bukanlah untuk mencari kesalahan, melainkan untuk memastikan bahwa setiap rupiah anggaran negara digunakan secara efektif dan efisien.
Mereka percaya bahwa dengan adanya sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan lembaga pengawas, pembangunan di Indramayu akan semakin berkualitas.
Surat resmi yang dilayangkan oleh DPC LSM HARIMAU ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi DPUPR Indramayu untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi dalam setiap proyek pembangunan.
Masyarakat Indramayu sangat menantikan tanggapan yang jelas dan konstruktif dari pihak DPUPR terkait isu ini.
Harapannya, melalui dialog yang baik, segala potensi masalah dapat diidentifikasi dan diselesaikan sebelum berdampak lebih luas.
Pihak LSM HARIMAU juga membuka diri untuk berdiskusi lebih lanjut dengan DPUPR guna mencari solusi terbaik bagi pembangunan infrastruktur di Indramayu.
Mereka siap memberikan masukan yang konstruktif berdasarkan pengamatan dan aspirasi masyarakat.
Komitmen LSM HARIMAU dalam mengawal proyek pembangunan ini menunjukkan peran aktif masyarakat sipil dalam pengawasan pembangunan daerah.
Semoga surat ini mendapatkan perhatian serius dan ditindaklanjuti dengan segera oleh DPUPR Indramayu.





