HaurgeulisMedia.co.id – Berita gembira hadir dari keluarga besar almarhum Presiden Gus Dur. Putri bungsunya, Inayah Wulandari Wahid, telah melangsungkan pernikahan.
Pernikahan ini menarik perhatian publik karena diselenggarakan dengan konsep yang bersahaja. Suasana yang tercipta terasa akrab dan penuh kehangatan keluarga.
Inayah Wahid kini telah menjadi istri dari KH Muhammad Shalahuddin A Warits yang akrab disapa Ra Mamak. Beliau adalah seorang ulama dari Sumenep, Madura.
Momen bahagia ini terselenggara di lingkungan pondok pesantren yang menjadi pusat kegiatan sang suami. Perhelatan ini diwarnai nuansa keagamaan yang kental.
Rangkaian Akad Nikah
Prosesi akad nikah dilangsungkan pada hari Minggu, 5 April 2026. Lokasinya bertempat di Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Raya, Sumenep, Madura.
Baca juga: Momentum Hari Kartini, Telkom Perkuat Peran Perempuan di Kepemimpinan Terdepan
Acara berjalan dengan khidmat, di mana prosesi ijab kabul berlangsung tanpa hambatan. Kesederhanaan acara justru kian mempertegas kesan sakral pada ikatan suci tersebut.
Beberapa dokumentasi dari acara tersebut sempat tersebar di dunia maya. Salah satunya dibagikan melalui akun Instagram dan dengan cepat menjadi perbincangan.
Ungkapan selamat berdatangan dari berbagai lapisan masyarakat. Komunitas pesantren hingga kerabat dekat turut menyampaikan doa dan harapan terbaik.
Meskipun sempat beredar informasi tanggal yang berbeda, sebagian besar sumber mengonfirmasi tanggal 5 April 2026. Tanggal ini pun diperkuat oleh unggahan yang telah tersebar luas.
Alasan Menjadi Perhatian
Pernikahan ini menjadi pusat perhatian karena perbedaan latar belakang kedua mempelai yang justru saling melengkapi. Inayah dikenal sebagai seorang aktivis dan seniman, sementara suaminya adalah seorang kiai yang mengasuh pondok pesantren.
Ra Mamak dikenal sebagai pribadi yang bersahaja dan berfokus pada bidang pendidikan di lingkungan pesantren. Beliau memimpin Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Raya di Sumenep.
Pertemuan keduanya diperkirakan terjadi melalui interaksi di lingkungan pesantren dan jejaring keagamaan Nahdlatul Ulama. Keduanya memiliki hubungan erat dengan dunia keulamaan.
Inayah sendiri dikenal aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan dan seni yang bernafaskan Islam. Hal ini menjadikan kedekatannya dengan lingkungan pesantren sebagai suatu hal yang lumrah.
Beberapa sumber mengindikasikan hubungan keduanya telah terjalin cukup lama sebelum pernikahan. Ikatan tersebut diyakini tumbuh melalui jalinan silaturahmi dalam komunitas ulama.
Acara syukuran pernikahan juga diadakan secara sederhana dan bersifat tertutup. Hal ini mencerminkan nilai kesederhanaan yang dijunjung tinggi oleh kedua mempelai.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh pihak keluarga mengenai rincian pernikahan. Namun, kabar gembira ini telah disambut baik oleh masyarakat luas.
Pernikahan Inayah Wahid dan Ra Mamak menjadi lambang bertemunya dua dunia yang berbeda. Keduanya kini memulai lembaran baru dalam kehidupan berumah tangga dengan penuh doa dan harapan.





