Kemenangan krusial berhasil diamankan oleh Liverpool dalam lawatan mereka ke London Utara akhir pekan ini. Hasil Liverpool vs Tottenham yang berakhir dengan skor tipis 2-1 menjadi bukti ketangguhan The Reds dalam menghadapi tekanan di kandang lawan, sekaligus memanfaatkan kelengahan disiplin tim tuan rumah.
Bermain di Stadion Tottenham Hotspur pada Minggu dini hari WIB, laga ini menyajikan drama intensitas tinggi khas Liga Inggris. Mulai dari intervensi VAR, kartu merah, hingga gol-gol penentu dari pemain pengganti, semuanya mewarnai 90 menit pertandingan yang menegangkan ini. Bagi Liverpool, tiga poin ini bukan sekadar angka, melainkan tiket berharga untuk kembali bersaing di papan atas.
Dominasi Awal dan Kebuntuan Babak Pertama
Sejak peluit kick-off dibunyikan, atmosfer pertandingan langsung terasa panas. Liverpool, yang datang dengan misi wajib menang demi memperbaiki posisi di klasemen, justru tampil sangat hati-hati di menit-menit awal. Pendekatan taktis ini membuat The Reds lebih banyak menunggu celah daripada melakukan serangan frontal.
Peluang emas pertama baru tercipta ketika laga berjalan 13 menit. Kapten Liverpool, Virgil van Dijk, nyaris mencatatkan namanya di papan skor melalui tandukan keras memanfaatkan situasi bola mati. Namun, kiper Tottenham, Guglielmo Vicario, melakukan penyelamatan gemilang untuk menjaga gawangnya tetap perawan.
Di sisi lain, Tottenham Hotspur tidak tinggal diam. Bermain di hadapan pendukung sendiri, The Lilywhites mencoba merespons melalui serangan balik cepat. Rodrigo Bentancur sempat melepaskan tembakan voli jarak jauh yang ambisius, namun belum menemui sasaran. Ancaman lebih serius datang dari Randal Kolo Muani, yang memaksa kiper Alisson Becker melakukan penyelamatan krusial.
Petaka Kartu Merah Xavi Simons
Momen yang mengubah jalannya pertandingan terjadi pada menit ke-33. Gelandang kreatif Spurs, Xavi Simons, melakukan pelanggaran yang tidak perlu dan tergolong keras terhadap kompatriotnya di Timnas Belanda, Virgil van Dijk.
Wasit yang memimpin laga awalnya terlihat ragu, namun setelah meninjau tayangan ulang melalui Video Assistant Referee (VAR), keputusan tegas diambil: kartu merah langsung untuk Simons. Kehilangan satu pemain di lini tengah memaksa Tottenham mengubah strategi secara drastis.
Meski bermain dengan 10 orang, Spurs justru menunjukkan mentalitas petarung. Alih-alih bertahan total, mereka beberapa kali merepotkan pertahanan Liverpool lewat skema serangan balik cepat. Hingga babak pertama usai, skor kacamata 0-0 tetap bertahan, menyisakan pekerjaan rumah besar bagi manajer Liverpool di ruang ganti.
Dampak Instan Pergantian Pemain Liverpool
Memasuki babak kedua, manajemen taktik Liverpool terbukti jitu. Kesadaran untuk memanfaatkan keunggulan jumlah pemain membuat The Reds meningkatkan tempo serangan. Keputusan untuk memasukkan tenaga baru di lini depan menjadi kunci dari perubahan skor yang terjadi.
Alexander Isak Memecah Kebuntuan
Tepat pada menit ke-56, kebuntuan akhirnya pecah. Gol pembuka ini bermula dari visi permainan luar biasa Florian Wirtz. Gelandang muda berbakat tersebut mengirimkan umpan terukur yang membelah pertahanan Spurs.
Alexander Isak, yang baru saja masuk di awal babak kedua, menyambut umpan tersebut dengan penyelesaian akhir yang dingin sambil menjatuhkan diri. Ia memenangkan duel fisik melawan bek tangguh Micky van de Ven. Bola meluncur masuk ke gawang, mengubah skor menjadi 1-0. Namun, euforia gol ini harus dibayar mahal karena Isak terlihat mengerang kesakitan usai mencetak gol, yang memaksanya ditarik keluar tak lama kemudian.
Kontribusi Jeremie Frimpong dan Hugo Ekitike
Cedera Isak memaksa Liverpool melakukan pergantian pemain lagi dengan memasukkan Jeremie Frimpong. Menariknya, pergantian ini justru menambah daya ledak serangan Liverpool dari sektor sayap.
Pada menit ke-66, Frimpong membuktikan kualitasnya. Menyisir sisi kanan pertahanan Spurs dengan kecepatan tinggi, ia melepaskan umpan silang akurat ke jantung pertahanan. Hugo Ekitike, yang berdiri bebas, menyundul bola dengan sempurna dan menggandakan keunggulan Liverpool menjadi 2-0. Koneksi antar pemain pengganti ini menunjukkan betapa dalamnya skuad yang dimiliki Liverpool musim ini.
Drama Menit Akhir dan Kartu Merah Kedua
Unggul dua gol dan jumlah pemain membuat Liverpool sedikit terlena. Tottenham Hotspur, yang menolak menyerah, terus mencari celah untuk memperkecil ketertinggalan. Upaya pantang menyerah tuan rumah akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-83.
Berawal dari situasi tendangan sudut, terjadi kemelut di muka gawang Alisson. Richarlison, dengan insting strikernya, berhasil menyambar bola liar lewat sepakan mendatar yang gagal dihalau barisan pertahanan Liverpool. Skor berubah menjadi 2-1, membuat sisa waktu pertandingan menjadi sangat menegangkan bagi pendukung tim tamu.
Namun, harapan Spurs untuk menyamakan kedudukan harus pupus karena masalah disiplin kembali menghantui mereka. Pada masa injury time (90+2), bek andalan mereka, Cristian Romero, diusir wasit setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Ibrahima Konate. Spurs pun harus mengakhiri laga dengan sembilan pemain di lapangan.
Analisis Klasemen dan Persaingan Papan Atas
Hasil Liverpool vs Tottenham ini membawa implikasi signifikan pada tabel klasemen sementara Liga Inggris.
-
Liverpool: Tambahan tiga poin mendongkrak posisi The Reds ke peringkat kelima dengan koleksi 29 poin. Kemenangan ini sangat vital untuk menjaga asa mereka menembus zona Liga Champions (empat besar), mengingat ketatnya perolehan poin tim-tim di atasnya.
-
Tottenham Hotspur: Kekalahan ini menjadi pukulan telak. Ini merupakan kekalahan ketujuh mereka musim ini, yang membuat posisi mereka tertahan di papan tengah. Inkonsistensi dan masalah disiplin (dua kartu merah dalam satu laga) menjadi evaluasi besar bagi tim asuhan manajer Spurs.
Secara statistik, Liverpool memang pantas menang karena mampu mengonversi keunggulan jumlah pemain menjadi dominasi penguasaan bola dan peluang berbahaya. Sementara bagi Tottenham, bermain dengan 9 orang di akhir laga menunjukkan betapa frustrasinya mereka menghadapi tekanan taktis Liverpool.
Liga Inggris musim ini kembali membuktikan bahwa tidak ada pertandingan yang mudah. Kemenangan tandang di markas tim “Big Six” seperti Tottenham adalah modal berharga bagi Liverpool untuk mengarungi sisa musim yang masih panjang. Bagi para penggemar, hasil ini menegaskan bahwa perebutan posisi empat besar akan berlangsung sengit hingga pekan terakhir.





