HaurgeulisMedia.co.id – Nama Ju Ji Hoon sudah lama bertengger sebagai salah satu aktor papan atas Korea Selatan yang punya karisma luar biasa. Kalau kita bicara soal kualitas akting, rasanya nggak ada yang berani meragukan aktor satu ini. Dia punya kemampuan unik untuk bertransformasi dari karakter pangeran yang dingin, pengacara yang cerdik, sampai jaksa yang ambisius. Hampir semua genre sudah pernah dia sikat habis.
Namun, di industri hiburan Korea yang sangat kompetitif, kualitas akting yang juara ternyata nggak selalu jadi jaminan sebuah drama bakal meledak di papan rating. Terkadang, ada faktor luar seperti persaingan jam tayang, tren cerita yang lagi digemari, sampai perubahan gaya nonton orang yang sekarang lebih suka streaming daripada duduk di depan TV. Hal ini pun dialami oleh sang aktor kawakan, Ju Ji Hoon.
Bayangin deh, aktor sehebat dia saja punya beberapa proyek yang ratingnya justru “tiarap” dan gagal menyentuh angka dua digit. Bahkan, drakor terbarunya yang rilis tahun 2026 ini juga ikut masuk dalam daftar tersebut. Penasaran apa saja dramanya? Mari kita ulik satu per satu deretan Drama Korea Ju Ji Hoon yang nasib ratingnya kurang beruntung tapi tetep punya kualitas cerita yang dalam.
Persaingan Berat Climax di Tahun 2026
Drakor terbaru Ju Ji Hoon yang berjudul Climax sebenarnya sangat dinanti-nanti sejak awal pengumumannya. Drama ini membawa kita ke dalam dunia gelap politik dan kartel kekuasaan yang penuh manipulasi. Ju Ji Hoon memerankan Bang Tae Seop, seorang jaksa yang ambisinya setinggi langit. Dia digambarkan sebagai sosok yang dingin dan rela melakukan apa saja, bahkan mengorbankan nuraninya, demi mendaki tangga kekuasaan di Korea Selatan.
Gak cuma itu, dinamika rumah tangganya dengan Chu Sang Ah, seorang mantan aktris kelas A, juga sangat menarik buat diikuti. Pernikahan mereka bukan didasari cinta yang manis, melainkan kontrak kepentingan yang dibalut penuh kecurigaan. Chemistry mereka sebenarnya dapet banget, apalagi Ha Ji Won yang jadi lawan mainnya memberikan performa yang nggak kalah gahar.
Sayangnya, meski membawa tema yang berat dan pemain bintang, rating Climax di televisi justru menunjukkan tren menurun. Sempat mencuri perhatian di awal dengan rating 3,871 persen, angkanya perlahan turun hingga menyentuh 2,875 persen. Banyak yang berpendapat kalau alur ceritanya mungkin terlalu gelap dan rumit untuk penonton TV yang lebih mencari hiburan ringan setelah lelah bekerja. Namun buat kamu pecinta thriller politik, drama ini sebenernya wajib masuk watchlist karena intriknya bener-bener cerdas.
Love Your Enemy dan Romansa yang Terlalu Manis
Bergeser ke tahun 2024, Ju Ji Hoon sempat mencoba peruntungan di genre komedi romantis lewat drama Love Your Enemy. Ini adalah proyek yang cukup unik karena mempertemukan dua orang dengan nama yang sama persis, yang berasal dari keluarga yang sudah bermusuhan selama turun-temurun. Konsepnya mirip Romeo dan Juliet modern, tapi dibumbui dengan banyolan-banyolan segar.
Jujur sih, liat Ju Ji Hoon main rom-com itu memberikan sensasi tersendiri. Kita diajak liat sisi “manusiawi” dan kocaknya setelah sering liat dia main di drama-drama serius. Pertemuan kembali karakter utamanya setelah 18 tahun berpisah menciptakan banyak momen yang bikin baper sekaligus lucu. Benih cinta yang tumbuh di tengah persaingan kerja bener-bener kerasa hangat.
Tapi ya itu tadi, ratingnya hanya mampu bertahan di angka tertingginya yaitu 6,472 persen. Meski angkanya nggak buruk-buruk amat, tapi buat aktor sekaliber Ju Ji Hoon, pencapaian ini dianggap masih di bawah ekspektasi pasar. Mungkin genre “healing” yang ditawarkan drama ini dirasa kurang “nendang” bagi penonton yang lebih suka konflik meledak-ledak.
Kegagalan Item dalam Menggabungkan Supranatural dan Misteri
Tahun 2019, Ju Ji Hoon membintangi drama Item yang mengusung genre misteri supranatural. Premisnya bener-bener out of the box karena menceritakan tentang benda-benda biasa yang ternyata punya kekuatan gaib yang mengerikan. Ju Ji Hoon berperan sebagai jaksa yang sangat menyayangi keponakannya dan berusaha menyelamatkannya dari konspirasi besar yang melibatkan kekuatan mistis tersebut.
Secara visual, drama ini punya sinematografi yang cukup oke. Ju Ji Hoon juga menunjukkan sisi emosionalnya yang dalam sebagai seorang paman yang putus asa. Sayangnya, penggabungan unsur medis, hukum, dan supranatural dalam satu naskah sepertinya kurang diterima dengan baik oleh publik Korea saat itu.
Rating drama Item ini hanya berkisar di angka 2,6 hingga 4,9 persen saja selama masa penayangannya. Banyak netizen yang mengeluhkan alurnya yang kadang terasa lambat dan membingungkan. Padahal kalau kita tonton sekarang, ide ceritanya bener-bener segar dan beda dari drakor hukum kebanyakan.
Medical Top Team dan Politik Internal Rumah Sakit
Jauh sebelum drama-drama di atas, Ju Ji Hoon juga pernah terlibat dalam drama medis berjudul Medical Top Team pada tahun 2013. Drama ini fokus pada tim dokter elit yang menangani kasus-kasus medis paling sulit dan kompleks. Fokus ceritanya nggak cuma soal menyelamatkan nyawa, tapi juga soal gesekan ego dan politik kekuasaan di dalam rumah sakit besar.
Awalnya, drama ini punya hype yang besar banget. Episode perdananya bahkan sempat mencetak rating yang cukup menjanjikan di angka 7,3 persen. Tapi entah kenapa, minat penonton perlahan menyusut seiring berjalannya episode. Angka ratingnya terus merosot sampai akhirnya menyentuh angka 3,6 persen di akhir-akhir penayangannya.
Persaingan dengan drama medis lain yang tayang di waktu bersamaan mungkin jadi salah satu penyebabnya. Padahal, akting Ju Ji Hoon sebagai salah satu dokter elit di sini bener-bener karismatik. Dia sukses membawakan karakter dokter yang cerdas tapi penuh dengan rahasia internal rumah sakit yang pelik.
Lucifer dan Cerita Gelap dari Masa Lalu
Drama terakhir dalam daftar ini adalah Lucifer (atau juga dikenal dengan judul Mawang). Ini adalah salah satu karya awal Ju Ji Hoon yang sangat psikologis dan gelap. Ceritanya seputar pembalasan dendam yang melibatkan ramalan kartu tarot dan masa lalu yang kelam. Ju Ji Hoon berperan sebagai pengacara yang dingin dan penuh dendam.
Banyak kritikus yang memuji drama ini karena kedalaman naskahnya. Namun secara performa rating, Lucifer juga mengalami penurunan yang cukup signifikan. Dari awalnya sempat menyentuh angka 9,3 persen, angkanya terus turun hingga rata-rata 6,2 persen saja. Angka ini gagal menembus batas psikologis 10 persen yang sering jadi patokan drama sukses di televisi kabel Korea.
Deretan drama di atas bener-bener jadi bukti kalau rating bukan satu-satunya indikator kualitas. Terkadang, sebuah karya yang punya rating rendah justru punya basis penggemar loyal yang sangat kuat karena ceritanya yang berbobot. Bagi para penggemar setia, drama-drama Ju Ji Hoon ini justru memperlihatkan sisi lain dari kemampuannya bereksperimen dengan berbagai karakter yang menantang.
Melihat fenomena ini, kita jadi belajar kalau aktor besar pun nggak lepas dari dinamika pasar yang fluktuatif. Tapi bagi kita penonton Indonesia, drama dengan rating rendah seringkali justru jadi “hidden gem” yang punya cerita jauh lebih berkesan daripada drama populer yang alurnya mudah ditebak. Jadi, mana nih drama Ju Ji Hoon di atas yang menurut kamu ratingnya nyesek banget padahal ceritanya bagus?





