HaurgeulisMedia.co.id – Menjalani rutinitas sehari-hari yang padat kadang bikin kita gampang ngerasa penat dan kesepian. Di saat-saat seperti ini, obat paling manjur biasanya bukan liburan mewah, melainkan obrolan sederhana bareng sahabat terdekat.
Sayangnya, semakin dewasa, ngumpulin teman satu circle rasanya udah kayak nyusun jadwal menteri. Susah banget! Nah, sebagai pelipur lara, drama Korea bertema persahabatan dan masa muda selalu sukses jadi tempat pelarian yang sempurna.
Cerita tentang mimpi yang belum tercapai, cinta pertama yang manis (tapi kadang bikin nyesek), sampai pertengkaran konyol karena masalah sepele selalu berhasil bikin kita merasa relate. Kalau kamu lagi nyari tontonan yang heartwarming dan bisa bikin suasana hati jadi lebih baik, yuk simak 10 rekomendasi drakor persahabatan terbaik berikut ini!
1. Reply 1988 (2015): Klasik yang Nggak Pernah Gagal Bikin Mewek

Siapa sih yang nggak kenal sama mahakarya yang satu ini? Reply 1988 selalu bertengger di posisi puncak kalau kita ngomongin drakor bergenre slice of life.
Fokus ceritanya ada pada geng lima sekawan yang tinggal di gang Ssangmun-dong pada tahun 1988. Ada Sung Deok Sun yang ceria, Kim Jung Hwan si tsundere, Choi Taek si jenius baduk yang polos, Sung Sun Woo yang penyayang, dan Ryu Dong Ryong si badut tongkrongan.
Bayangin deh, mereka tumbuh bareng sejak masih bayi, main di gang yang sama, bahkan saling numpang makan di rumah satu sama lain tanpa rasa canggung sedikit pun. Drakor persahabatan ini nggak cuma bahas cinta segitiga yang bikin penonton pecah kubu, tapi juga menyoroti kehangatan hidup bertetangga dan dinamika keluarga yang relate banget sama budaya Asia.
2. Welcome to Waikiki (2018): Sakit Perut Gara-Gara Ketawa

Kalau kamu lagi butuh hiburan yang nggak pakai mikir berat, Welcome to Waikiki adalah pilihan yang paling tepat. Drama komedi ini ngikutin kehidupan tiga pemuda absurd yang nekat ngelola guest house bernama Waikiki.
Ada Kang Dong Goo si calon sutradara yang gampang panik, Lee Joon Ki aktor figuran dengan slogan ikonik “gwaenchana gwaenchana“, dan Bong Doo Sik si penulis skenario yang kelewat polos.
Mimpi mereka emang selangit, tapi realitanya bisnis penginapan mereka nyaris gulung tikar. Kekacauan mereka makin paripurna waktu tiba-tiba ada ibu tunggal bernama Yoon Ah yang datang bawa bayi lucu dan akhirnya tinggal bareng di sana. Siap-siap aja dibikin ngakak di setiap episodenya!
3. My First First Love (2019): Dinamika Tinggal Serumah Bareng Sahabat

Jujur sih, batas antara persahabatan pria dan wanita itu kadang tipis banget. Tema inilah yang diangkat secara apik dalam My First First Love.
Cerita bermula dari Yoon Tae Oh, seorang cowok tajir yang tinggal sendirian di rumah warisan kakeknya. Karena suatu alasan, tiga temannya tiba-tiba numpang hidup di rumahnya. Ada Song Yi sahabat masa kecilnya yang mendadak bangkrut, Seo Do Hyun cowok pekerja keras, dan Oh Ga Rin anak orang kaya yang kabur dari rumah.
Tinggal di bawah satu atap bikin mereka makin dekat. Tapi di sisi lain, benih-benih cinta mulai tumbuh dan merusak kestabilan persahabatan mereka. Kalau kamu suka drakor persahabatan dengan bumbu cinta segitiga masa kuliah, ini pas banget!
4. Be Melodramatic (2019): Realita Pahit Manis Usia 30-an

Buat kamu yang lagi quarter-life crisis atau bersiap masuk ke usia kepala tiga, Be Melodramatic wajib banget masuk ke daftar tontonan. Dialog di drama ini cerdas banget dan kerasa super nyata.
Ceritanya berpusat pada tiga sahabat perempuan berusia 30 tahun: Jin Joo (penulis naskah), Eun Jung (sutradara dokumenter), dan Han Joo (ibu tunggal yang kerja di tim pemasaran).
Mereka tinggal bareng dan saling menguatkan dalam menghadapi kerasnya industri hiburan, luka masa lalu yang belum sembuh, sampai depresi akibat ditinggal orang tersayang. Cara mereka healing lewat obrolan panjang di meja makan sambil ngemil ramen bener-bener heartwarming.
5. Hospital Playlist (2020): Definisi Persahabatan Sehat dan Dewasa

Ini dia standar friendship goals di dunia nyata! Hospital Playlist menceritakan lima dokter spesialis yang udah temenan sejak ospek kuliah tahun 1999 dan sekarang kerja di satu rumah sakit yang sama.
Ada Ik Jun si social butterfly, Jeong Won yang berhati malaikat, Jun Wan yang judes tapi aslinya perhatian, Seok Hyung yang penyendiri, dan Song Hwa si perempuan alpha yang jadi perekat geng mereka.
Gak cuma sibuk nyelamatin nyawa pasien, rutinitas mereka nge-band setiap akhir pekan dan rebutan makanan selalu sukses bikin kita ikutan senyum. Drama ini membuktikan kalau drakor persahabatan bisa tetap seru tanpa tokoh antagonis yang berlebihan.
6. Racket Boys (2021): Kepolosan Remaja Desa dan Ambisi Olahraga

Beralih ke nuansa pedesaan, Racket Boys menawarkan kesegaran visual dan cerita persahabatan anak SMP yang super murni.
Yoon Hae Kang, mantan atlet baseball berbakat dari Seoul terpaksa pindah ke desa kecil karena ayahnya dapet kerjaan jadi pelatih bulu tangkis di sana. Awalnya Hae Kang ogah-ogahan, tapi akhirnya ia bergabung dengan tim bulu tangkis sekolah yang nyaris dibubarkan.
Bersama teman-teman barunya yang super kocak, mereka berjuang bareng dari nol demi memenangkan turnamen nasional. Interaksi warga desa yang saling peduli juga jadi nilai plus yang bikin drama olahraga ini terasa sangat hangat.
7. Work Later, Drink Now (2021): Tiga Cewek Barbar tapi Setia Kawan

Kalau geng Be Melodramatic suka ngobrol sambil makan malam, geng di Work Later, Drink Now ini punya ritual yang beda: minum alkohol sampai tepar!
An So Hee, Han Ji Yeon, dan Kang Ji Goo adalah tiga sahabat perempuan dengan karakter yang bertolak belakang. Tapi mereka punya satu kesamaan, pantang pulang sebelum mabuk.
Di balik kelakuan bar-bar mereka, ketiganya menyimpan masalah hidup yang lumayan berat. Mulai dari tekanan kerja di stasiun TV, konflik sama orang tua, sampai rasa kehilangan yang mendalam. Cara mereka stand up buat satu sama lain dijamin bikin kamu pengen punya sirkel pertemanan kayak mereka.
8. Twenty-Five Twenty-One (2022): Mimpi, Krisis Ekonomi, dan Kenangan Indah

Ngomongin drakor bertema persahabatan masa muda, rasanya ada yang kurang kalau nggak masukin mahakarya yang satu ini. Twenty-Five Twenty-One ngajak kita time travel ke era krisis finansial IMF tahun 1998.
Na Hee Do adalah atlet anggar yang penuh semangat pantang menyerah, sementara Baek Yi Jin adalah pemuda malang yang keluarganya hancur karena bangkrut. Pertemuan keduanya melahirkan ikatan yang luar biasa kuat.
Gak cuma soal mereka berdua, persahabatan Na Hee Do bareng Ko Yu Rim, Moon Ji Woong, dan Ji Seung Wan juga sangat membekas di hati. Drama ini ngajarin kita kalau masa muda itu indah, meski pada akhirnya waktu dan keadaan bisa mengubah banyak hal.
9. Thirty-Nine (2022): Janji Sahabat Sampai Akhir Hayat

Siapkan tisu yang banyak sebelum mulai nonton drama yang satu ini. Thirty-Nine adalah potret persahabatan tiga wanita yang sudah saling mengenal dari SMA dan kini bersiap menyambut usia 40 tahun.
Mi Jo si dokter kulit sukses, Chan Young guru akting yang ceplas-ceplos, dan Joo Hee manajer kosmetik yang masih jomblo polos. Kehidupan mereka yang damai mendadak hancur saat salah satu dari mereka divonis penyakit mematikan.
Alih-alih meratapi nasib, mereka sepakat untuk bikin sisa waktu yang ada jadi momen paling bahagia. Kesetiaan dan pengorbanan mereka buat satu sama lain bener-bener mengiris hati sekaligus ngasih pelajaran hidup yang berharga.
10. Twinkling Watermelon (2023): Time Travel Demi Bikin Band Bareng Ayah

Rekomendasi terakhir kita jatuh pada Twinkling Watermelon, drama coming-of-age dengan konsep time travel yang super unik dan mengharukan.
Ha Eun Gyeol adalah satu-satunya anggota keluarga yang bisa mendengar dan bicara (CODA), dan ia diam-diam punya bakat musik yang luar biasa. Suatu malam, ia terlempar ke tahun 1995 dan tanpa sengaja bertemu dengan versi remaja dari ayahnya, Ha Yi Chan!
Menariknya, di tahun itu sang ayah masih bisa mendengar dan sangat terobsesi bikin band musik. Eun Gyeol akhirnya bergabung ke band bentukan ayahnya. Lewat musik dan persahabatan masa SMA itu, Eun Gyeol akhirnya bisa lebih memahami ayahnya dan berusaha keras untuk mengubah masa depan keluarganya.





