5 Rahasia Pembuatan One Piece Live Action Season 2 yang Gokil!

5 Rahasia Pembuatan One Piece Live Action Season 2 yang Gokil!
5 Rahasia Pembuatan One Piece Live Action Season 2 yang Gokil!/Foto: IMDb.com

HaurgeulisMedia.co.id – Kru Bajak Laut Topi Jerami akhirnya kembali berlayar! Penantian panjang para Nakama di seluruh dunia terbayar lunas lewat peluncuran One Piece Live Action (OPLA) Season 2 yang langsung meledak di pasaran. Nggak main-main, serial ini sukses mengantongi sekitar 16,8 juta penonton hanya dalam waktu empat hari. Angka yang fantastis ini membuktikan kalau pesona Luffy dan kawan-kawan versi manusia memang nggak ada lawan.

Tapi, pernah kepikiran nggak sih gimana ribetnya mindahin dunia imajinasi Eiichiro Oda yang super liar itu ke dunia nyata? Ternyata, di balik layar yang kita tonton dengan nyaman, ada keringat dan totalitas tanpa batas dari para kru dan pemain. Mulai dari urusan “jeroan” paus raksasa sampai diet ketat yang menyiksa, semuanya dilakukan demi memuaskan ekspektasi fans. Penasaran? Yuk, kita bongkar 5 cerita menarik di balik pembuatan One Piece Live Action Season 2 yang dijamin bikin kamu makin kagum!

Bacaan Lainnya

1. Set Nyata Raksasa: Masuk ke Perut Paus Setinggi 5 Lantai!

Set Nyata Raksasa/Foto: IMDb.com
Set Nyata Raksasa/Foto: IMDb.com

Dalam season terbaru ini, perjalanan menuju Grand Line terasa jauh lebih imersif. Kita diajak mampir ke Loguetown, Whiskey Peak, hingga Little Garden yang legendaris. Nah, salah satu momen paling ikonik adalah saat Going Merry “ditelan” oleh paus raksasa, Laboon.

Jujur sih, banyak yang mengira adegan di dalam perut paus itu cuma pakai CGI atau green screen. Tapi kenyataannya? Tim produksi membangun set fisik yang luar biasa detail! Taz Skylar, pemeran Sanji yang ganteng maksimal itu, membocorkan kalau set interior Laboon dibangun setinggi gedung lima lantai.

Gak cuma itu, Claire Levinson-Gendler selaku set decorator memastikan setiap elemen organik seperti cairan asam lambung paus dibuat se-realistis mungkin. Bahkan, saat adegan di rumah lilin Mr. 3, hampir seluruh set benar-benar dibuat dari material lilin. Niat banget, kan? Pantas saja visualnya terasa sangat nyata dan relate banget sama yang ada di manga.

2. Tantangan Menghidupkan Chopper: Pesan Rahasia dari Oda Sensei

Tantangan Menghidupkan Chopper/Foto: instagram.com/@onepiecenetflix
Tantangan Menghidupkan Chopper/Foto: instagram.com/@onepiecenetflix

Kehadiran Tony Tony Chopper adalah hal yang paling bikin fans deg-degan sekaligus penasaran. Gimana cara bikin rusa kutub yang bisa ngomong ini nggak kelihatan aneh di dunia nyata? Ternyata, Eiichiro Oda turun tangan langsung dalam proses desainnya.

Awalnya, tim produksi sempat mencoba gaya yang lebih realistis. Tapi, Oda Sensei langsung “mengerem” ide tersebut. Beliau menyarankan agar Chopper diperlakukan layaknya boneka atau karakter yang menggemaskan, bukan makhluk hidup yang terlalu nyata. Tujuannya satu: menghindari efek uncanny valley atau kesan menyeramkan yang sering muncul pada karakter animasi yang dipaksakan jadi nyata.

Untuk menghidupkannya, OPLA menggunakan perpaduan maut. Mikaela Hoover memberikan suara dan ekspresi wajahnya melalui teknologi motion capture, sementara N’Kone Mametja menjadi pemeran pengganti di lokasi syuting agar interaksi Luffy cs dengan si dokter rusa ini tetap terasa alami.

3. Totalitas Tanpa Batas: Diet 7 Hari Seminggu ala Mackenyu

Totalitas Tanpa Batas/Foto: IMDb.com
Totalitas Tanpa Batas/Foto: IMDb.com

Kalau bicara soal totalitas pemain dalam pembuatan One Piece Live Action Season 2, kita wajib angkat topi buat Mackenyu Arata. Demi memerankan Roronoa Zoro yang makin kekar di Grand Line, Mackenyu menjalani latihan fisik yang bener-bener “menyiksa”.

Pelatih pribadinya mengungkapkan kalau pemeran pendekar pedang ini latihan intensif 7 hari seminggu tanpa libur! Setiap sesinya makan waktu 3 jam dengan pola makan yang sangat ketat. Gak heran kalau otot Zoro di season ini makin kelihatan gahar.

Bukan cuma Mackenyu, Emily Rudd (Nami) juga menunjukkan komitmen luar biasa. Meskipun suhu di lokasi syuting sangat dingin, Emily tetap memilih mengenakan kostum rok mini khas Nami agar tetap akurat dengan sumber aslinya. Belum lagi Ilia Isorelys Paulino (Alvida) yang benar-benar melakukan transformasi fisik demi menunjukkan perubahan karakternya yang ikonik. Bener-bener wajib masuk watchlist banget sih melihat dedikasi mereka ini!

4. Chemistry di Balik Layar yang Sudah Kayak Keluarga Beneran

Chemistry di Balik Layar/Foto: IMDb.com
Chemistry di Balik Layar/Foto: IMDb.com

Pernah merasa nggak sih kalau interaksi Kru Topi Jerami di layar itu terasa sangat tulus? Ternyata rahasianya ada pada hubungan para aktor di dunia nyata. Iñaki Godoy, Mackenyu, Emily Rudd, Jacob Romero Gibson, dan Taz Skylar nggak cuma akting jadi teman, mereka memang berteman akrab.

Sejak awal produksi, mereka sering menghabiskan waktu bareng, mulai dari latihan akrobatik bareng sampai nongkrong santai saat libur syuting. Kedekatan inilah yang bikin dinamika di kapal Going Merry terasa sangat natural. Mereka saling menghargai dan punya kecintaan yang sama besar terhadap karya Oda. Energi ceria dan kekacauan spontan yang mereka miliki di balik layar terbawa ke depan kamera, bikin kita sebagai penonton merasa ikut jadi bagian dari kru mereka.

5. 3 Momen Favorit Versi Sang Kreator: Eiichiro Oda

Momen Favorit Versi Sang Kreator/Foto: IMDb.com
Momen Favorit Versi Sang Kreator/Foto: IMDb.com

Dalam sebuah wawancara eksklusif bareng Iñaki Godoy (Luffy), Oda Sensei sempat membocorkan tiga adegan yang paling beliau sukai di season 2 ini. Penasaran?

  • Luffy Bernyanyi Bareng Laboon: Menurut Oda, momen ini berhasil menangkap semangat petualangan dan keceriaan khas One Piece.

  • Adegan Terakhir Chopper: Oda merasa bagian ini sangat emosional dan bakal bikin penonton banjir air mata karena penyampaian pesannya yang sangat kuat.

  • Performa Charithra Chandran sebagai Vivi: Oda memberikan jempol buat aktris pemeran Vivi ini. Menurut beliau, Charithra mampu membawakan karakter penting tersebut dengan sangat apik dan memberikan kontribusi besar pada cerita.

Karya Cinta untuk Para Nakama

Proses panjang dan detail dalam pembuatan One Piece Live Action Season 2 ini membuktikan kalau Netflix dan tim produksi nggak main-main dalam menggarap proyek ini. Mereka sadar kalau One Piece bukan sekadar tontonan, tapi “harta karun” bagi jutaan orang. Dengan perpaduan set fisik yang megah, teknologi canggih, dan dedikasi para pemain, season ini sukses menaikkan standar film adaptasi manga.

Jujur saja, melihat semua kerja keras ini, rasanya kita jadi makin menghargai setiap menit durasi yang tersaji di layar. Jadi, adegan mana nih yang menurut kamu paling juara di season 2 ini?

Pos terkait