HaurgeulisMedia.co.id – Upaya memperkuat ekosistem perumahan nasional kini tidak lagi hanya menjadi tanggung jawab sektor perbankan dan pengembang properti semata. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) secara aktif merangkul generasi muda, khususnya mahasiswa dan akademisi, untuk ikut memecahkan tantangan hunian di Indonesia melalui program BTN Housingpreneur Batch 3.

Dalam rangkaian sosialisasi yang berlangsung di Universitas Brawijaya (UB), Malang, pada Senin (2/11), BTN menegaskan bahwa masa depan industri perumahan membutuhkan keterlibatan lintas disiplin ilmu. Bagus Hendri Setiawan, Kepala Kantor Wilayah BTN Jatim Bali Nusra, menyampaikan bahwa sektor perumahan adalah ekosistem raksasa dengan lebih dari 174 subsektor turunan yang bisa digali potensinya.

“Kami tidak datang dengan membawa solusi, tetapi justru ingin bertanya kepada teman-teman, solusi apa yang kalian punya,” ujar Bagus saat menyapa para mahasiswa di kampus tersebut. Bagus menekankan bahwa inovasi tidak harus terbatas pada pembangunan fisik bangunan saja, melainkan mencakup teknologi digital, desain interior, material konstruksi ramah lingkungan, hingga berbagai jasa pendukung hunian lainnya.

Program ini dirancang sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mengubah ide sederhana menjadi peluang bisnis yang nyata. BTN menyadari bahwa banyak inovator muda yang mungkin belum memiliki produk atau prototipe yang sempurna. Oleh karena itu, peserta akan diberikan pendampingan komprehensif, mulai dari penyusunan model bisnis, mentoring bersama praktisi industri, hingga akses ke jejaring bisnis (business matching).

Dalam BTN Housingpreneur Batch 3 ini, pihak penyelenggara menargetkan sekitar 1.500 ide inovatif untuk masuk ke tahap seleksi. Pendaftaran resmi telah dibuka sejak 28 September dan akan berlangsung hingga 30 November 2026 mendatang. Fokus utama BTN bukan sekadar kuantitas peserta, melainkan kualitas gagasan yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

Beberapa fasilitas pendukung yang akan didapatkan peserta antara lain:

  • Mentoring dan coaching intensif bersama para praktisi berpengalaman di dunia properti.
  • Pendampingan penyusunan model bisnis menggunakan metode business model canvas.
  • Kesempatan networking dan business matching dengan pelaku industri yang relevan.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa Universitas Brawijaya, Setiawan Noerdajasakti, menyambut hangat inisiatif ini. Menurutnya, jarang ada lembaga keuangan yang secara spesifik mengajak mahasiswa untuk memikirkan masa depan sektor properti dengan perspektif kewirausahaan yang luas.

“Jarang sekali ada badan usaha yang menyelenggarakan kegiatan di bidang wirausaha, tetapi arah kegiatannya mengajak mahasiswa untuk berpikir jauh ke depan hingga menjangkau dunia properti dan masa depan, serta menemukan peluang menciptakan hunian yang layak dan terus tumbuh,” ungkap Setiawan.

Lebih jauh, Setiawan berharap mahasiswa Universitas Brawijaya dapat memanfaatkan momentum ini untuk mengasah pola pikir kreatif mereka. Ia memandang kehadiran BTN sebagai jembatan penting yang menghubungkan teori di bangku kuliah dengan realitas tantangan yang ada di dunia industri.

Melalui semangat Let’s Build the Future of Housing Together, BTN berharap program ini dapat melahirkan solusi hunian yang lebih terjangkau, berkualitas, dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia. Bagi para calon inovator muda, pesan Bagus Hendri Setiawan menjadi pengingat yang cukup menyemangati: “Jangan takut apabila ide kalian masih kecil, belum punya bisnis, atau prototipenya belum sempurna. Sesuatu yang besar selalu dimulai dari sebuah ide.”

Dengan berakhirnya masa pendaftaran pada akhir November nanti, diharapkan akan muncul berbagai terobosan baru yang mampu menjawab kebutuhan hunian di masa depan, sekaligus memperkokoh posisi generasi muda sebagai penggerak ekonomi nasional di sektor perumahan.