HaurgeulisMedia.co.id – Sebuah pohon tumbang di Jalan Raya Pantura, Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, pada Kamis pagi, 28 Mei 2026, sempat menimbulkan gangguan pada arus lalu lintas.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 08.00 WIB, ketika pohon berukuran besar yang diperkirakan telah berusia puluhan tahun tersebut mendadak ambruk.
Batang pohon yang tumbang melintang menutupi sebagian besar badan jalan, membuat kendaraan dari kedua arah harus mengurangi kecepatan secara drastis.
Hal ini menyebabkan kemacetan panjang yang mengular di sepanjang jalur Pantura wilayah Lohbener.
Petugas kepolisian dari sektor setempat segera turun tangan untuk mengatur lalu lintas dan mengamankan lokasi kejadian.
Mereka berupaya mengalihkan kendaraan ke jalur alternatif yang tersedia untuk mengurangi kepadatan.
Proses evakuasi batang pohon yang tumbang memakan waktu beberapa jam.
Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu, Dinas Pekerjaan Umum, dan warga sekitar turut membantu membersihkan puing-puing pohon.
Alat berat seperti ekskavator dikerahkan untuk memotong dan memindahkan batang pohon yang besar.
Cuaca yang sedikit mendung pada pagi itu tidak menyurutkan semangat para petugas dan relawan yang bekerja keras.
Mereka bekerja bahu-membahu demi kelancaran arus transportasi di salah satu jalur vital nasional tersebut.
Baca juga: DPC PKB Indramayu: Semangat Kurban & Kepedulian Sosial Iduladha 1447 H
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Lohbener, Kompol Dadang, mengimbau para pengendara untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas di wilayah tersebut.
Ia menekankan bahwa meskipun pohon yang tumbang telah berhasil dievakuasi, potensi pohon lain yang berada di pinggir jalan untuk tumbang tetap ada.
Faktor usia pohon, kondisi batang yang rapuh, serta pengaruh cuaca ekstrem menjadi beberapa alasan mengapa pohon tersebut bisa tumbang.
Kompol Dadang menambahkan, musim penghujan yang kerap disertai angin kencang menjadi faktor risiko tambahan.
Oleh karena itu, pengendara disarankan untuk mengurangi kecepatan, tidak memarkirkan kendaraan di bawah pohon yang rindang, dan selalu memperhatikan kondisi jalan.
“Kami meminta kepada seluruh pengguna jalan, baik roda dua maupun roda empat, untuk tetap berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan saat melintas di jalur Pantura Lohbener ini,” ujar Kompol Dadang.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan rutin terhadap kondisi pohon-pohon yang berada di sepanjang jalur Pantura.
Koordinasi dengan pihak terkait, seperti Dinas Kehutanan dan pemerintah daerah, terus dilakukan untuk melakukan pemangkasan dahan pohon yang dianggap membahayakan.
Pemerintah daerah melalui dinas terkait diharapkan dapat segera melakukan peninjauan dan pemeliharaan terhadap pohon-pohon yang ada di sepanjang jalur Pantura, khususnya yang berada di dekat permukiman dan badan jalan.
Hal ini penting untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali di masa mendatang.
Pemeriksaan rutin terhadap kondisi kesehatan pohon, termasuk batang, akar, dan dahan, dapat membantu mengidentifikasi potensi bahaya sejak dini.
Pemangkasan dahan yang sudah tua atau rapuh juga merupakan langkah preventif yang efektif.
Selain itu, penanaman pohon jenis yang lebih kuat dan tahan terhadap cuaca ekstrem dapat menjadi solusi jangka panjang.
Jalur Pantura dikenal sebagai salah satu arteri utama yang menghubungkan Jakarta dengan berbagai kota di pesisir utara Pulau Jawa.
Kelancaran arus transportasi di jalur ini sangat krusial bagi pergerakan barang dan orang.
Oleh karena itu, setiap gangguan yang terjadi, sekecil apapun, dapat berdampak pada aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.
Kejadian pohon tumbang di Lohbener ini menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap lingkungan, terutama terhadap keberadaan pohon-pohon besar yang tumbuh di area publik.
Peran serta masyarakat dalam melaporkan kondisi pohon yang mencurigakan juga sangat diharapkan.
Dengan demikian, kolaborasi antara pemerintah, petugas terkait, dan masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi semua.
Arus lalu lintas di Jalan Raya Pantura Lohbener dilaporkan berangsur normal kembali setelah proses evakuasi pohon tumbang selesai dilakukan.
Namun, kewaspadaan tetap menjadi kunci bagi para pengendara untuk memastikan perjalanan yang aman.





