HaurgeulisMedia.co.id – Komitmen terhadap tata kelola pemasyarakatan yang bersih dan transparan kembali ditegaskan oleh pimpinan tertinggi di tingkat wilayah. Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Barat, Yudi Suseno, melakukan kunjungan kerja strategis ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu sebagai bentuk pengawasan langsung terhadap operasional unit pelaksana teknis.
Dalam agenda kunjungan tersebut, Yudi Suseno menyampaikan arahan krusial terkait kebijakan zero pelanggaran di lingkungan pemasyarakatan. Ia menegaskan bahwa setiap petugas wajib memegang teguh integritas dan mematuhi seluruh regulasi yang telah ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan guna menjaga marwah institusi.
Fokus Utama: Integritas dan Keamanan
Kunjungan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan upaya preventif untuk meminimalisir potensi penyimpangan yang mungkin terjadi di dalam lapas. Sebagai Kakanwil, Yudi menyoroti pentingnya profesionalisme petugas dalam melayani warga binaan serta menjaga keamanan fasilitas agar tetap kondusif.
Zero pelanggaran yang dimaksud mencakup berbagai aspek, mulai dari kedisiplinan jam kerja, sterilisasi lapas dari peredaran barang terlarang, hingga pelayanan publik yang bebas dari pungutan liar. Yudi menekankan bahwa pengawasan melekat harus terus ditingkatkan oleh jajaran struktural di tingkat Lapas Indramayu.
Respon Cepat Lapas Indramayu
Menanggapi arahan tersebut, jajaran Lapas Kelas IIB Indramayu menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti seluruh instruksi yang diberikan oleh Kakanwil. Pihak manajemen lapas berkomitmen untuk memperketat pengawasan internal dan melakukan evaluasi berkelanjutan terhadap standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
Langkah konkret yang akan dilakukan meliputi:
- Peningkatan frekuensi razia rutin di blok hunian warga binaan untuk memastikan tidak ada barang terlarang.
- Penguatan pengawasan terhadap akses keluar-masuk barang dan tamu kunjungan.
- Pemberian edukasi secara berkala kepada petugas terkait kode etik dan disiplin pegawai.
- Optimalisasi sistem pelaporan berbasis digital untuk transparansi data pemasyarakatan.
Konteks Pemasyarakatan di Jawa Barat
Sebagai informasi, wilayah Jawa Barat memiliki tantangan yang cukup kompleks dalam hal pemasyarakatan, mengingat jumlah kepadatan hunian di beberapa lapas seringkali melebihi kapasitas ideal. Oleh karena itu, arahan dari Kakanwil Ditjenpas Jawa Barat menjadi sangat vital sebagai panduan bagi setiap kepala unit pelaksana teknis dalam mengelola dinamika di lapangan.
Yudi Suseno, yang baru menduduki posisi strategis ini, memang dikenal memiliki gaya kepemimpinan yang tegas dalam hal pengawasan. Ia sering menekankan bahwa transformasi pemasyarakatan yang sukses hanya bisa dicapai jika seluruh elemen di bawahnya memiliki visi yang sama untuk meninggalkan budaya kerja lama yang tidak produktif.
Membangun Citra Positif
“Integritas adalah kunci. Jika kita ingin masyarakat percaya pada sistem pemasyarakatan, maka kita harus membuktikan bahwa tidak ada ruang bagi pelanggaran di dalam tembok lapas ini,” ujar Yudi dalam salah satu sesi arahannya kepada jajaran petugas Lapas Indramayu.
Langkah tegas ini diharapkan mampu menciptakan iklim kerja yang sehat bagi petugas sekaligus memberikan dampak positif bagi pembinaan warga binaan. Dengan adanya sinergi antara arahan kantor wilayah dan eksekusi di tingkat lapas, diharapkan Lapas Kelas IIB Indramayu dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan dan mempertahankan status sebagai institusi yang berintegritas tinggi.
Ke depannya, pihak Lapas Indramayu berjanji akan melaporkan secara berkala progres pelaksanaan kebijakan zero pelanggaran ini kepada Kanwil Ditjenpas Jawa Barat. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pertanggungjawaban publik sekaligus upaya untuk terus berbenah di tengah tantangan pemasyarakatan yang kian dinamis.





