Sanksi Tegas untuk Pelaku Kekerasan Laga EPA U-20: Sikap I.League yang Mengejutkan!

Sanksi Tegas untuk Pelaku Kekerasan Laga EPA U-20: Sikap I.League yang Mengejutkan!

HaurgeulisMedia.co.id – Operator kompetisi, I.League, menegaskan sikap tegasnya terhadap insiden kekerasan yang terjadi dalam laga Elite Pro Academy (EPA) U-20. Komitmen ini disampaikan sebagai upaya menjaga integritas, keselamatan, dan menjunjung tinggi nilai sportivitas di seluruh jenjang kompetisi usia muda sepak bola Indonesia.

Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, secara eksplisit menyatakan bahwa EPA Super League memiliki peran krusial sebagai fondasi pembangunan sepak bola nasional di masa depan. Kompetisi ini diharapkan menjadi wadah lahirnya generasi emas pesepakbola yang kelak memperkuat Tim Nasional Indonesia.

“Sangat disayangkan insiden seperti ini terjadi di kompetisi Elite Pro Academy, yang merupakan tiang penting dan fondasi sepak bola Indonesia ke depan. Dari kompetisi inilah diharapkan lahir cikal bakal pemain Timnas Indonesia di masa mendatang,” ungkap Ferry Paulus dalam keterangan resminya, Senin (20/4).

Lebih lanjut, Ferry Paulus menekankan bahwa aspek pembinaan karakter menjadi tujuan utama dari penyelenggaraan kompetisi EPA. Hal ini mencakup penanaman nilai-nilai fair play dan sportivitas kepada seluruh elemen yang terlibat dalam pertandingan, mulai dari pemain hingga ofisial tim.

“Karena itu, dibutuhkan sikap dan attitude yang baik dari seluruh pelaku. Pemain harus diajarkan untuk selalu mengedepankan asas fair play. Bahkan perangkat pertandingan juga diuji untuk mampu menjalankan prinsip yang sama, karena tujuan utama EPA adalah pembinaan,” tegasnya.

Ferry Paulus juga menjelaskan bahwa sistem penugasan perangkat pertandingan dalam EPA Super League dirancang secara khusus untuk mendukung proses pembinaan tersebut. Hal ini dilakukan untuk memastikan kualitas dan integritas dalam setiap pertandingan yang digelar.

“Perangkat pertandingan yang ditugaskan dalam EPA berasal dari Asprov domisili klub, dan dalam beberapa kasus juga memungkinkan penggunaan perangkat pertandingan yang dimiliki oleh klub. Hal ini merupakan bagian dari proses pembinaan menyeluruh, termasuk bagi perangkat pertandingan,” paparnya.

I.League secara tegas menyatakan tidak akan mentoleransi segala bentuk tindakan yang membahayakan keselamatan pemain di lapangan. Pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap langkah PSSI dan Komite Disiplin dalam menjatuhkan sanksi tegas kepada pelaku kekerasan.

“Kami tidak bisa mentoleransi tindakan yang membahayakan keselamatan pemain. Kami mendukung penuh langkah PSSI dan Komite Disiplin untuk memberikan sanksi tegas agar menjadi pembelajaran bagi semua pihak,” tegasnya.

Ferry Paulus menutup pernyataannya dengan mengingatkan seluruh elemen sepak bola usia muda untuk senantiasa menjunjung tinggi nilai fair play dan mengendalikan emosi selama pertandingan. Ia menekankan bahwa tindakan kekerasan hanya akan merugikan masa depan para pemain itu sendiri.

“Kami mengimbau seluruh pelaku sepak bola usia muda untuk tetap menjunjung sportivitas. Apa pun yang terjadi di lapangan, pemain harus mampu mengendalikan emosi karena tindakan seperti ini justru akan merugikan masa depan mereka sendiri,” pungkasnya.

Pos terkait