PSSI Murka! Usut Tuntas Kekerasan di Laga Dewa United vs Bhayangkara FC, Siapa Dalangnya?

PSSI Murka! Usut Tuntas Kekerasan di Laga Dewa United vs Bhayangkara FC, Siapa Dalangnya?

HaurgeulisMedia.co.id – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengecam keras insiden kekerasan yang mewarnai pertandingan Elite Pro Academy (EPA) antara Dewa United dan Bhayangkara FC. PSSI menegaskan komitmennya untuk menindak tegas segala bentuk pelanggaran yang mencederai sportivitas sepak bola nasional.

Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, menyatakan bahwa federasi telah menerima laporan resmi mengenai bentrokan yang terjadi. Beliau secara tegas mengutuk tindakan tersebut dan menyerukan agar Komite Disiplin (Komdis) PSSI segera bergerak cepat untuk mengusut tuntas kasus ini.

Bacaan Lainnya

Insiden kekerasan diduga dipicu oleh keputusan wasit yang dianggap merugikan salah satu tim, yaitu Bhayangkara FC. Hal ini lantas menimbulkan gesekan antar pemain yang berujung pada aksi kekerasan di lapangan.

“PSSI sudah menerima laporan tentang kejadian antara pertandingan Dewa United dan Bhayangkara di Elite Pro Academy. Dan Ketua Umum sangat mengutuk keras atas kejadian ini,” ujar Yunus Nusi.

Beliau menambahkan bahwa PSSI akan segera menyerahkan seluruh bukti dan laporan kepada Komdis PSSI. Tujuannya adalah agar Komdis dapat mengambil tindakan sanksi yang tegas dan berat bagi pihak-pihak yang terbukti bersalah.

“PSSI segera menyampaikan hal ini kepada Komite Disiplin untuk diambil tindakan seberat-beratnya. Dan diminta ini menjadi prioritas sidang Komdis untuk segera dilaksanakan dan diputuskan. PSSI sangat prihatin dan menyayangkan kejadian ini,” tegas Yunus Nusi.

Lebih lanjut, PSSI juga akan menyoroti peran perangkat pertandingan dalam insiden tersebut. Yunus Nusi menduga adanya unsur kelalaian dari wasit yang turut memicu terjadinya kericuhan.

Oleh karena itu, PSSI akan segera berkoordinasi dengan Komite Wasit, yang diketuai oleh Bapak Ogawa. Evaluasi mendalam akan dilakukan terhadap kinerja perangkat pertandingan yang bertugas, termasuk pemberian sanksi jika terbukti melakukan kelalaian.

“Dan kita juga melihat ada kelalaian perangkat pertandingan. Ini juga akan menjadi atensi PSSI kepada Komite Wasit, Saudara Ogawa, untuk melakukan evaluasi dan memberikan edukasi, sanksi kepada perangkat pertandingan bila ternyata terbukti lalai,” jelas Yunus Nusi.

Yunus Nusi mengimbau seluruh pemain, pelatih, dan ofisial tim untuk senantiasa menjaga emosi dan sportivitas di lapangan. Beliau menekankan bahwa tindakan kekerasan tidak hanya merugikan diri sendiri dan tim, tetapi juga mencoreng nama baik sepak bola Indonesia.

“Sekali lagi, kita prihatin dengan kejadian hal ini. Masih ada peristiwa-peristiwa seperti ini yang terjadi di pemain. Kita sangat tidak berharap dan kami mohon kepada pemain apa pun yang terjadi di lapangan, tetap selalu bersikap jangan emosional, sabar, dan tentu ini juga akan merugikan pemain itu sendiri termasuk merugikan klub,” tutupnya.