Rahasia Skor Siswa Melesat Berkat Pembinaan Kombinatorika UB
HaurgeulisMedia.co.id – Matematika sering kali dianggap sebagai momok yang menakutkan bagi banyak siswa, terutama jika hanya terpaku pada hafalan rumus yang kaku. Namun, ada cara yang lebih menyenangkan untuk menaklukkannya, yakni dengan mengasah logika melalui kombinatorika. Inilah yang baru saja dibuktikan oleh 29 siswa kelas XI SMA Negeri 1 Krembung, Sidoarjo, saat mengikuti pembinaan intensif dari tim Departemen Matematika, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Brawijaya (FSTeM UB) pada Rabu, 29 Juli 2026.
Kombinatorika sendiri bukan sekadar cabang matematika biasa. Materi ini menuntut kemampuan bernalar yang tajam, di mana siswa diajak untuk mengenali pola, memahami informasi yang ada, dan menyusun strategi penyelesaian yang sistematis. Bagi banyak siswa, proses berpikir inilah yang sering kali menjadi tantangan utama.
Melihat kebutuhan tersebut, tim dari FSTeM UB hadir dengan membawa pendekatan yang lebih segar. Mereka tidak hanya memberikan teori, tetapi juga menerapkan metode problem solving yang terarah. Kegiatan ini menjadi ajang bagi para siswa untuk berlatih menghadapi persoalan nyata dengan pendampingan langsung dari para pakar di bidangnya.
Inovasi dalam Pembelajaran
Salah satu kunci sukses dari program pengabdian masyarakat ini adalah penggunaan paket Teknologi Tepat Guna (TTG) pendidikan yang dirancang khusus. Paket ini sangat komprehensif, terdiri dari:
- Modul siswa yang memandu langkah demi langkah.
- Modul fasilitator yang dilengkapi dengan solusi bertahap.
- Instrumen pretest dan posttest untuk mengukur perkembangan kemampuan siswa.
Pendekatan ini sangat menarik karena siswa didorong untuk memahami “mengapa” sebuah langkah diambil, bukan sekadar mengejar hasil akhir atau jawaban yang benar. Dengan diskusi yang interaktif, suasana kelas menjadi jauh lebih hidup dan jauh dari kesan membosankan.
Dosen Departemen Matematika FSTeM Universitas Brawijaya, Mila Kurniawaty, menekankan pentingnya perubahan pola pikir ini. “Kami ingin siswa tidak hanya hafal rumus, tetapi memahami kapan dan bagaimana suatu strategi digunakan. Harapan kami, modul ini bisa terus digunakan oleh pihak sekolah agar semangat belajar ini terus berlanjut,” ungkapnya dengan penuh optimisme.
Baca juga: Bedah Ending A Love Other Than Yours: Makna Akhir Kisah Seo Kang Joon dan Ahn Eun Jin
Hasil yang Membanggakan
Kerja keras para siswa dan tim dosen pun membuahkan hasil yang sangat nyata. Berdasarkan evaluasi pretest dan posttest, terjadi peningkatan skor yang cukup signifikan. Rata-rata skor siswa melonjak dari 2,07 menjadi 6,21 pada skala 0–24. Angka ini menjadi bukti konkret bahwa metode yang tepat dapat membantu siswa memahami materi yang sulit dengan lebih baik.
Tidak hanya dari sisi nilai, respon siswa pun sangat positif. Sebanyak 85 persen siswa menyatakan bahwa paket modul dan metode pembinaan yang diberikan sangat membantu proses belajar mereka. Suasana kegiatan pun terasa hangat, apalagi saat tim pengabdian memberikan apresiasi khusus bagi siswa yang paling aktif selama sesi diskusi, seperti Rafa Dwi Mahardika dan Nazwah Amelia.
Rafa, salah satu siswa yang mendapatkan apresiasi, mengungkapkan kesan pribadinya dengan lugas, “Saya senang mengikuti kegiatan ini, seru.” Sederhana, namun menggambarkan betapa berartinya pengalaman belajar yang interaktif bagi mereka.
Dampak yang Lebih Luas
Menariknya, kegiatan ini bukan hanya sekadar urusan nilai matematika di sekolah. Langkah yang dilakukan oleh Universitas Brawijaya ini juga selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Fokus utama mereka meliputi:
Peningkatan kualitas pendidikan (SDG 4), pengembangan kemampuan berpikir analitis untuk pertumbuhan ekonomi (SDG 8), inovasi pembelajaran melalui TTG (SDG 9), serta penguatan kerja sama antara perguruan tinggi dan sekolah (SDG 17).
Keberlanjutan program ini menjadi harapan besar bagi SMA Negeri 1 Krembung. Dengan adanya modul yang tertinggal di sekolah, diharapkan minat siswa terhadap kombinatorika tetap terjaga. Bagi kita semua, ini adalah pengingat bahwa pendidikan yang berkualitas akan selalu terasa ringan jika disampaikan dengan cara yang tepat dan penuh dedikasi.























