HaurgeulisMedia.co.id – Dunia hiburan internasional tengah diselimuti duka mendalam setelah kabar kepergian Presley Gerber, putra dari supermodel ikonis Cindy Crawford dan pebisnis Rande Gerber, mencuat ke publik. Pria berusia 27 tahun tersebut dilaporkan meninggal dunia pada hari Minggu (20/9/2026) saat sedang menjalani perawatan di sebuah fasilitas rehabilitasi.
Kabar duka ini pertama kali dilaporkan oleh TMZ dan segera dikonfirmasi oleh pihak keluarga. Melalui perwakilannya, Allie Jenkins, keluarga besar Cindy Crawford menyampaikan permohonan agar publik memberikan ruang privasi bagi mereka di masa-masa yang sangat berat dan menyakitkan ini.
Hingga saat ini, pihak kepolisian Los Angeles County masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti kematian Presley. Namun, merujuk pada laporan BBC, sejauh ini otoritas setempat menyatakan tidak ditemukan adanya indikasi tindak kekerasan maupun unsur pidana di balik peristiwa tragis tersebut.
Mengenal Sosok Presley Gerber
Lahir di Los Angeles pada 22 Juli 1999, Presley Walker Gerber tumbuh besar di bawah sorotan lampu kamera. Ia mewarisi pesona kedua orang tuanya dan memutuskan untuk terjun ke dunia mode. Kariernya dimulai saat ia bergabung dengan agensi bergengsi IMG Models pada usia 15 tahun.
Debutnya di panggung runway terjadi pada tahun 2016 saat ia tampil untuk rumah mode Moschino. Sejak saat itu, wajahnya sering menghiasi kampanye iklan dan peragaan busana untuk jenama-jenama besar dunia seperti Burberry, Dolce & Gabbana, Sies Marjan, hingga Bottega Veneta. Di sisi lain, sang ayah, Rande Gerber, dikenal luas sebagai pengusaha sukses yang mendirikan merek tequila Casamigos bersama aktor George Clooney.
Perjuangan Melawan Kesehatan Mental
Di balik gemerlap dunia model, Presley tidak pernah menutup diri mengenai perjuangan batin yang ia hadapi. Selama beberapa tahun terakhir, ia secara terbuka berbagi cerita mengenai pergulatannya dengan masalah kesehatan mental dan ketergantungan narkoba. Publik mungkin masih ingat ketika ia tersandung kasus hukum terkait mengemudi di bawah pengaruh alkohol (DUI) pada akhir 2019, serta aksinya yang sempat menghebohkan saat membuat tato bertuliskan “MISUNDERSTOOD” di wajahnya—yang belakangan telah dihapus.
Dalam sebuah sesi podcast di Studio 22 pada tahun 2023, Presley mengungkapkan motivasinya untuk terbuka. Ia berharap pengalamannya dapat memberikan secercah harapan bagi orang lain yang berada di posisi yang sama. “Entah aku membantu satu orang atau seratus orang untuk keluar dari kondisi yang pernah aku alami pada suatu titik dalam hidupku, hanya itulah yang perlu aku lakukan,” tuturnya kala itu.
Semangat untuk sembuh pun terus ia tunjukkan. Pada bulan Maret tahun ini, ia sempat membagikan video melalui media sosial saat menjalani prosedur ibogaine flood dose. Sebagai informasi, ibogaine adalah zat psikedelik alami yang berasal dari kulit akar semak Tabernanthe iboga asal Afrika Tengah, yang sering diteliti manfaatnya untuk membantu memulihkan individu dari kecanduan berat.
Dukungan Keluarga di Masa Sulit
“Ketika hal seperti itu terjadi dalam keluarga, dampaknya terasa merata bagi semua orang. Menurutku, itulah sebabnya aku mulai melabeli diriku sebagai sosok yang ‘tidak merepotkan’ dan tidak pernah mau meminta bantuan,” ungkap Kaia Gerber, adik kandung Presley, dalam wawancaranya dengan Vogue mengenai dinamika keluarga mereka.
Meski dikenal sebagai keluarga yang sangat tertutup, Presley sempat berbagi kepada People betapa eratnya hubungan di antara anggota keluarganya. Ia merasa terbantu dengan dukungan sang adik, Kaia, yang selalu mendampinginya selama masa pemulihan. Bagi Presley, kehadiran keluarga menjadi penopang utama agar ia tidak merasa kesepian di tengah perjuangan hidupnya.
Kepergian Presley Gerber tentu menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya empati dan dukungan bagi siapa saja yang sedang berjuang melawan depresi. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam melewati masa duka ini.





