Ono Surono Kunjungi TPI Eretan Kulon Indramayu, Bawa 3 Aspirasi Nelayan ke Pemprov Jabar

Ono Surono Kunjungi TPI Eretan Kulon Indramayu, Bawa 3 Aspirasi Nelayan ke Pemprov Jabar

HaurgeulisMedia.co.id – Sektor kelautan di wilayah pesisir utara Indramayu kembali mendapat perhatian serius dari jajaran legislatif tingkat provinsi. Baru-baru ini, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ono Surono ST, melakukan kunjungan kerja langsung ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang berlokasi di Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur.

Kunjungan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan upaya konkret untuk memotret realitas di lapangan yang dihadapi oleh para nelayan lokal. Dalam interaksinya dengan masyarakat pesisir, Ono Surono mencatat sejumlah persoalan krusial yang selama ini menjadi penghambat produktivitas serta kesejahteraan nelayan di kawasan tersebut.

Bacaan Lainnya

Sebagai sosok yang memiliki kedekatan dengan akar rumput, Ono Surono memahami bahwa Eretan Kulon merupakan salah satu denyut nadi ekonomi perikanan yang penting bagi Jawa Barat. Oleh karena itu, ia menegaskan komitmennya untuk membawa suara dan kebutuhan para nelayan ke meja kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Tiga Poin Utama Aspirasi Nelayan

Dalam dialog yang berlangsung hangat namun substansial tersebut, Ono Surono berhasil merangkum tiga aspirasi utama yang mendesak untuk segera ditindaklanjuti. Ketiga poin ini mencerminkan tantangan nyata yang dirasakan oleh nelayan setiap harinya dalam upaya mereka mencari nafkah di laut.

Berikut adalah rincian aspirasi yang akan diperjuangkan oleh Ono Surono ke tingkat provinsi:

  • Normalisasi dan Pengerukan Alur Muara: Kondisi pendangkalan yang parah di area muara menjadi kendala utama bagi kapal-kapal nelayan untuk bersandar. Hal ini tidak hanya menghambat aktivitas bongkar muat ikan, tetapi juga berisiko merusak badan kapal.
  • Perbaikan Infrastruktur Pelabuhan: Fasilitas di TPI Eretan Kulon dianggap memerlukan revitalisasi agar lebih representatif dan mampu menampung volume transaksi yang lebih besar, sehingga meningkatkan kenyamanan serta efisiensi bagi pedagang maupun nelayan.
  • Penyediaan Akses Bahan Bakar dan Perizinan: Kemudahan akses terhadap solar bersubsidi serta penyederhanaan birokrasi perizinan kapal menjadi poin krusial agar nelayan dapat melaut dengan tenang tanpa dibayangi hambatan administratif dan biaya operasional yang membengkak.

Pentingnya Sinergi Antar-Lembaga

Ono Surono menekankan bahwa ketiga aspirasi tersebut merupakan kebutuhan dasar yang bersifat mendesak. Menurutnya, tanpa intervensi yang tepat dari pemerintah provinsi, potensi ekonomi perikanan di wilayah Kandanghaur tidak akan berkembang secara optimal.

Langkah konkret yang akan dilakukan adalah mengawal usulan ini dalam rapat-rapat pembahasan anggaran di DPRD Provinsi Jawa Barat. Sinergi antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat sangat diperlukan agar solusi yang dihasilkan bersifat permanen dan berkelanjutan.

Latar Belakang TPI Eretan Kulon

Sebagai informasi, Desa Eretan Kulon di Kecamatan Kandanghaur memang telah lama dikenal sebagai salah satu sentra perikanan tangkap yang cukup produktif di Kabupaten Indramayu. Keberadaan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di wilayah ini berfungsi sebagai titik temu antara nelayan dan pengepul, yang menentukan alur distribusi hasil laut ke berbagai daerah di Jawa Barat.

Namun, seiring dengan perubahan iklim dan cuaca ekstrem yang kerap terjadi, infrastruktur pendukung di sekitar TPI sering kali mengalami degradasi. Pengerukan muara yang rutin menjadi isu tahunan, karena sedimentasi pasir yang terbawa arus laut sering kali menutup akses keluar-masuk kapal nelayan berukuran menengah.

Harapan Baru bagi Masyarakat Pesisir

Kehadiran pimpinan DPRD Jabar di lokasi ini memberikan angin segar bagi masyarakat nelayan Eretan Kulon. Mereka berharap agar janji perjuangan aspirasi tersebut bukan hanya menjadi catatan di atas kertas, melainkan segera terealisasi dalam bentuk proyek pembangunan atau kebijakan subsidi yang nyata.

Ono Surono sendiri berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi di lapangan. Ia menyadari bahwa sektor perikanan merupakan salah satu pilar ketahanan pangan nasional, sehingga kesejahteraan nelayan menjadi tolok ukur keberhasilan pembangunan daerah di sektor maritim.

Dengan adanya dukungan politik yang kuat, diharapkan kendala-kendala klasik seperti pendangkalan muara dan minimnya sarana prasarana penunjang dapat segera teratasi. Hal ini diharapkan mampu mendongkrak pendapatan nelayan dan memperkuat posisi TPI Eretan Kulon sebagai pusat ekonomi maritim yang lebih modern dan berdaya saing di masa depan.

Pos terkait