HaurgeulisMedia.co.id – Penduduk Aceh perlahan-lahan menunjukkan tanda-tanda pemulihan pasca-bencana banjir yang terjadi pada pengujung November 2025. Salah satu manifestasi kebangkitan ini terlihat melalui penyelenggaraan Balap Robin di Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam.
Aktivitas ini disambut penuh semangat oleh warga, baik sebagai kontestan maupun penonton. Balap Robin, atau yang juga akrab disebut Robin Cross, merupakan kompetisi perahu tradisional yang menggunakan mesin Robin, lazimnya dimanfaatkan oleh para nelayan.
Perlombaan diadakan di aliran Sungai Lae Soraya yang membelah Kecamatan Rundeng. Tradisi ini biasanya dilangsungkan pada momen perayaan Idul Fitri atau dalam rangka menyambut 1 Syawal.
Salah seorang warga yang turut hadir, Tengku Fikri Wirlandi Kombi, berpandangan bahwa acara tersebut menjadi sarana rekreasi bagi masyarakat Subulussalam sekaligus memberikan kontribusi positif bagi para pelaku usaha mikro.
“Acara ini sungguh bermanfaat karena mengutamakan tali persaudaraan antarwarga. Kami pun berharap pemerintah senantiasa memberikan dukungan untuk penyelenggaraan agenda tahunan semacam ini,” ujar Fikri, pada Rabu, 25 Maret 2026.
Ketua Pelaksana Balap Robin, Muhammad Ikhwan Sambo, mengutarakan bahwa kegiatan ini memperoleh dukungan dari jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Rundeng.
Ratusan warga tampak memadati tepian sungai guna menyaksikan pertandingan. Suasana semakin semarak diiringi gemuruh mesin perahu kayu yang melaju cepat di lintasan air.
Baca juga: Telkom Kenalkan Agentic AI dari BigBox, Solusi AI Otonom untuk Akselerasi Transformasi Industri
Pihak panitia berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai wahana mempererat tali silaturahmi antarwarga sekaligus melestarikan warisan budaya sungai yang merupakan ciri khas masyarakat Rundeng.





