Dunia hiburan Korea Selatan kembali diguncang oleh spekulasi panas yang melibatkan dua nama besar dari generasi idola yang berbeda. Rumor Jungkook Winter aespa menjadi topik perbincangan hangat di berbagai komunitas daring sejak awal Desember, memicu gelombang reaksi yang beragam dari para penggemar.
Situasi ini tidak hanya berhenti pada perdebatan di media sosial, namun tampaknya mulai berdampak pada aktivitas nyata sang idola. Puncaknya, sebuah insiden yang diduga sebagai bentuk protes atau “silent treatment” terjadi dalam perhelatan bergengsi SBS Gayo Daejeon 2025, yang membuat publik internasional menaruh simpati besar kepada Winter.
Bagaimana sebenarnya kronologi isu ini bermula dan seberapa besar dampaknya terhadap penampilan aespa di panggung akhir tahun? Berikut adalah ulasan mendalam mengenai dinamika rumor yang sedang menjadi sorotan utama netizen saat ini.
Awal Mula Mencuatnya Isu Kedekatan
Segala kehebohan ini bermula dari analisis mendalam atau sering disebut “cocoklogi” yang dilakukan oleh sejumlah netizen di forum komunitas Korea. Mereka mengklaim telah menemukan serangkaian “bukti” yang mengarah pada adanya hubungan spesial antara anggota termuda BTS, Jungkook, dan visual dari grup aespa, Winter.
Meskipun bagi sebagian orang hal ini mungkin terdengar spekulatif, narasi tersebut berkembang pesat karena detail-detail kecil yang dikumpulkan dianggap terlalu kebetulan untuk diabaikan.
Deretan “Bukti” yang Disorot Netizen
Netizen yang jeli mulai membedah penampilan kedua idola tersebut dan menemukan beberapa kesamaan item fesyen hingga fitur fisik. Berikut adalah poin-poin utama yang menjadi bahan bakar rumor Jungkook Winter ini:
-
Tato yang Serupa: Salah satu poin yang paling banyak dibahas adalah keberadaan tato bergambar anjing di lengan keduanya yang dinilai memiliki desain sangat mirip.
-
In-Ear Monitor (IEM): Penggunaan perangkat in-ear monitor dengan desain identik, meskipun memiliki perbedaan warna, juga menjadi sorotan tajam.
-
Kuteks Jari Manis: Detail kecil seperti warna kuku di jari manis kiri Winter yang dianggap serasi dengan Jungkook tak luput dari pengamatan.
-
Barang Couple: Penggunaan gelang dan kaos dari merek yang sama sering kali dianggap sebagai kode rahasia di kalangan pasangan idola Korea.
-
Username Instagram: Netizen juga mengaitkan pola penamaan akun Instagram Winter (imwinter) dengan username lama Jungkook (imjungkook) sebelum ia mengubahnya, yang dianggap sebagai bentuk keselarasan.
Momen Konser yang Mengejutkan
Selain bukti fisik, kehadiran Jungkook di konser aespa menjadi katalisator utama yang memperkuat dugaan publik. Hal ini dianggap sangat mengejutkan mengingat Jungkook saat itu diketahui sedang menjalani masa wajib militer dan mengambil waktu cuti.
Bagi banyak pengamat industri K-Pop, kehadiran seorang idola besar di konser grup dari agensi lain terutama saat masa libur wamil yang berharga adalah hal yang jarang terjadi kecuali ada kedekatan khusus. Fakta bahwa Jungkook jarang terlihat menghadiri konser grup lain, bahkan rekan satu labelnya sekalipun, membuat kehadirannya di konser aespa semakin memancing tanda tanya besar.
Insiden Silent Treatment di SBS Gayo Daejeon 2025
Dampak dari rumor Jungkook Winter ini ternyata bermanifestasi secara nyata dan cukup menyakitkan di acara SBS Gayo Daejeon 2025. Acara penghargaan akhir tahun yang seharusnya penuh sorak sorai perayaan justru menyisakan momen canggung bagi Winter.
Ketika aespa tampil di karpet merah dan menyapa para hadirin, sebuah video viral menangkap fenomena yang meresahkan. Terjadi perbedaan kontras dalam respons penonton terhadap para anggota aespa.
Kontras Reaksi Penonton
Saat Winter mengambil giliran untuk menyapa audiens, suasana di venue mendadak hening. Tidak ada sorakan antusias yang biasanya menggema untuk seorang idola sepopuler dirinya. Fenomena ini dikenal sebagai silent treatment, sebuah metode protes pasif-agresif yang kerap dilakukan fans Korea untuk menunjukkan ketidaksukaan mereka terhadap skandal atau rumor tertentu.
Situasi berbanding terbalik ketika mikrofon berpindah ke tangan Ningning dan Giselle. Penonton terdengar memberikan respon yang jauh lebih ramai dan hangat. Perbedaan perlakuan yang sangat ketara ini sontak memicu diskusi panas di media sosial, di mana banyak pihak menyayangkan sikap penonton yang dinilai tidak dewasa karena mencampuradukkan rumor pribadi dengan apresiasi karya.
Ekspresi Winter yang terlihat lebih diam dan menahan diri sepanjang acara semakin membuat penggemar merasa iba. Bahasa tubuhnya menyiratkan ketidaknyamanan, seolah ia menyadari dinginnya respon yang ia terima hari itu.
Respon Agensi dan Dukungan Global
Menanggapi bola liar yang terus bergulir, agensi dari kedua belah pihak telah memberikan respon awal, meski belum ada konfirmasi tegas yang memuaskan rasa penasaran publik.
Pihak agensi Jungkook (HYBE/BigHit Music) menyampaikan pernyataan standar bahwa mereka sedang melakukan pengecekan fakta terkait isu tersebut. Di sisi lain, SM Entertainment selaku agensi yang menaungi Winter memilih langkah yang lebih tertutup dengan tidak memberikan komentar lebih lanjut. Sikap diam ini sering kali menjadi pedang bermata dua; di satu sisi melindungi privasi artis, namun di sisi lain membiarkan spekulasi liar terus berkembang.
Solidaritas Fans Internasional
Meskipun Winter menerima perlakuan dingin di acara domestik, dukungan justru mengalir deras dari basis penggemar internasional. Di platform seperti X (Twitter) dan TikTok, tagar dukungan untuk Winter mendominasi tren.
Penggemar internasional menegaskan bahwa terlepas dari benar atau tidaknya rumor Jungkook Winter tersebut, seorang idola tetap berhak mendapatkan penghormatan atas kerja keras dan profesionalismenya di atas panggung. Mereka mengkritik budaya silent treatment yang dianggap sebagai bentuk perundungan (bullying) massal yang dapat merusak kesehatan mental artis.
Dukungan ini menjadi pengingat penting bahwa idola juga manusia biasa yang memiliki kehidupan pribadi. Simpati publik kini tertuju pada Winter, berharap ia tetap kuat menghadapi tekanan di tengah sorotan tajam industri hiburan.
Situasi ini kembali mengajarkan kita bahwa rumor di industri K-Pop memiliki kekuatan destruktif yang nyata. Bagi para penggemar bijak, menikmati karya musik dan menghargai privasi idola adalah jalan tengah terbaik untuk mendukung ekosistem hiburan yang lebih sehat.





