HaurgeulisMedia.co.id – Cerita yang dipenuhi keajaiban, tokoh heroik, dan dunia yang terasa seperti mimpi selalu memiliki daya tarik yang kuat.
Terutama bagi Anda yang tumbuh besar dengan kisah dongeng dan merindukan perasaan takjub saat pertama kali membaca sebuah buku.
Namun, tidak semua buku bergenre fantasi secara eksplisit menyebut diri mereka sebagai dongeng. Ada banyak karya yang memancarkan nuansa dongeng klasik meskipun ceritanya benar-benar baru.
Simak rekomendasi buku dengan nuansa dongeng berikut ini.
1. Howl’s Moving Castle karya Diana Wynne Jones
Howl’s Moving Castle menduduki peringkat teratas dalam daftar Fantasy with Old-School Fairy Tale Vibes di Goodreads. Buku ini meraih rating rata-rata 4,28 dari ratusan ribu pembaca.
Cerita ini mengisahkan Sophie, seorang gadis yang terkena kutukan penyihir jahat. Ia kemudian berpetualang di sebuah kastil ajaib yang dapat bergerak.
Elemen-elemen dalam buku ini terasa seperti perpaduan dari dongeng terbaik. Mulai dari penyihir yang eksentrik, kutukan yang harus dipecahkan, hingga seorang pahlawan wanita yang ternyata lebih kuat dari yang ia duga.
Oleh karena itu, buku ini sering disebut sebagai salah satu contoh paling sempurna dari cerita yang terasa seperti dongeng lama namun tetap segar dan orisinal.
2. Uprooted karya Naomi Novik

Melansir dari daftar Goodreads, Uprooted karya Naomi Novik mendapatkan rating 4,02. Buku ini masuk sebagai salah satu novel fantasi dengan nuansa dongeng klasik yang paling kuat.
Buku ini bercerita tentang seorang gadis desa bernama Agnieszka yang terpilih untuk tinggal bersama seorang penyihir misterius di sebuah menara terpencil.
Atmosfer buku ini terasa seperti gabungan antara dongeng Eropa Timur dengan elemen hutan gelap yang hidup dan mengancam. Namun, justru dari kegelapan itulah cerita ini memancarkan pesona yang sulit dilepaskan.
3. Stardust karya Neil Gaiman
Stardust masuk dalam jajaran teratas daftar Goodreads sebagai novel fantasi dengan nuansa dongeng klasik. Buku ini meraih rating rata-rata 4,09 dari ratusan ribu pembaca.
Kisah ini mengikuti seorang pemuda bernama Tristran yang memasuki dunia magis di balik tembok kota kecilnya. Tujuannya adalah mendapatkan sebuah bintang jatuh untuk gadis yang dicintainya.
Cara Neil Gaiman menulis buku ini terasa hangat, ajaib, dan penuh kejutan. Sebagaimana dikenal luas, Gaiman memang ahli dalam menghadirkan nuansa dongeng lama ke dalam narasi yang terasa modern tanpa kehilangan esensinya.
4. The Night Circus karya Erin Morgenstern

The Night Circus adalah contoh sempurna dari buku yang memancarkan nuansa dongeng tanpa secara eksplisit menjadi penceritaan ulang dongeng.
Kisah ini berpusat pada sebuah sirkus misterius berwarna hitam putih yang hanya muncul di malam hari. Sirkus ini menjadi latar pertarungan ajaib antara dua penyihir muda.
Prosa Morgenstern dalam buku ini digambarkan sebagai kaya, imajinatif, dan sangat sinematik. Oleh karena itu, buku ini sangat cocok dibaca di malam hari ketika Anda ingin benar-benar tenggelam dalam dunia lain.
5. The Starless Sea karya Erin Morgenstern
Masih dari Erin Morgenstern, The Starless Sea diisi dengan elemen-elemen dongeng oleh penulisnya sendiri.
Buku ini mengikuti Zachary, seorang mahasiswa yang menemukan buku misterius berisi kisah masa kecilnya sendiri. Penemuan ini membawanya ke perpustakaan kuno yang tersembunyi jauh di bawah permukaan bumi.
Baca juga: 1.557 KPM Sukajati Terima Bantuan Beras Minyak Goreng
Menariknya, Morgenstern diketahui memasukkan lebih banyak elemen dongeng justru ketika editornya meminta agar elemen tersebut dikurangi. Hasilnya adalah sebuah buku yang terasa seperti dongeng berlapis-lapis, di mana setiap halaman menyimpan keajaiban baru untuk ditemukan.





