Gelombang demokrasi tingkat desa mulai terasa hangat di Kabupaten Indramayu. Momen Pemilihan Kuwu (Pilwu) serentak tahun 2025 menjadi panggung bagi para putra-putri terbaik daerah untuk menawarkan gagasan perubahan. Di tengah antusiasme tersebut, sosok Calon Kuwu Sukajati Tantriani muncul sebagai figur sentral yang membawa angin segar bagi warga Desa Sukajati, Kecamatan Haurgeulis.
Dengan nomor urut satu, Tantriani hadir bukan sekadar sebagai pelengkap kompetisi. Ia membawa visi besar yang berfokus pada kemandirian ekonomi dan keterbukaan publik. Kampanye akbar yang digelar baru-baru ini menjadi bukti nyata bagaimana gagasan Srikandi desa ini diterima dengan tangan terbuka oleh masyarakat.
Semangat Baru di Pilwu Serentak Indramayu 2025
Pesta demokrasi di tingkat desa selalu memiliki daya tarik tersendiri. Pada tahapan kampanye Pilwu serentak 2025 ini, setiap kandidat berlomba-lomba menyampaikan visi dan misinya. Strategi sosialisasi dilakukan secara masif, mulai dari pertemuan terbatas hingga kampanye terbuka yang melibatkan ratusan massa.
Bagi warga Desa Sukajati, kehadiran Tantriani memberikan warna berbeda. Sebagai satu-satunya calon perempuan yang menonjol, ia menawarkan pendekatan yang lebih humanis namun tetap strategis. Latar belakangnya yang kuat di dunia wirausaha menjadi modal utama dalam merumuskan kebijakan yang pro-rakyat.
Pada kampanye yang dilaksanakan di kediamannya, Selasa (2/12/2025), suasana tampak begitu meriah. Ratusan pendukung dan simpatisan memadati lokasi sejak pagi hari. Mereka tidak hanya datang untuk memeriahkan suasana, tetapi juga untuk mendengarkan secara langsung tawaran solusi dari Calon Kuwu Sukajati Tantriani terhadap berbagai permasalahan desa.
Prioritas Utama: Menggerakkan Ekonomi Kreatif Desa
Salah satu poin paling krusial yang disampaikan dalam orasi politiknya adalah fokus pada pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Tantriani menyadari bahwa tulang punggung perekonomian desa terletak pada ketahanan para pelaku usaha kecil.
Pengalaman Nyata di Dunia UMKM
Berbeda dengan janji politik pada umumnya, program ekonomi yang ditawarkan Tantriani lahir dari pengalaman pribadi. Sebagai sosok yang telah lama berkecimpung di dunia UMKM dan entertainment, ia memahami betul tantangan yang dihadapi oleh pengusaha lokal. Mulai dari permodalan, pengemasan produk, hingga strategi pemasaran digital yang kian penting di era modern.
Ide-ide kreatifnya dinilai mampu membawa transformasi bagi produk-produk asli Desa Sukajati. Ia berkomitmen untuk tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga pendampingan agar UMKM desa bisa naik kelas.
“Pengalaman adalah guru terbaik. Saya ingin membawa semangat kewirausahaan ini ke dalam tata kelola desa, agar masyarakat Sukajati lebih mandiri secara ekonomi,” ungkap Tantriani di sela-sela kampanyenya.
Wawasan ini menjadi nilai tambah yang membuat visi misinya terdengar realistis dan terukur. Integrasi antara ekonomi kreatif dan pemerintahan desa diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru dan mengurangi angka pengangguran di desa.
Memberdayakan Potensi Pemuda dan Pelajar
Selain sektor ekonomi, perhatian Calon Kuwu Sukajati Tantriani juga tertuju pada generasi muda. Ia melihat adanya kesenjangan antara potensi yang dimiliki oleh pelajar dan pemuda desa dengan fasilitas yang tersedia. Banyak bakat terpendam yang akhirnya layu karena tidak adanya wadah untuk berekspresi.
Dalam rencananya, Tantriani ingin menciptakan ekosistem yang mendukung kreativitas anak muda. Hal ini meliputi:
-
Penyediaan ruang kreatif untuk seni dan budaya.
-
Dukungan terhadap kegiatan olahraga.
-
Pelatihan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
Penyaluran bakat ke arah yang positif ini bukan hanya soal prestasi, tetapi juga sebagai benteng pertahanan moral agar generasi muda terhindar dari pergaulan bebas dan kenakalan remaja. Dengan memberdayakan pemuda, Tantriani yakin Desa Sukajati akan memiliki masa depan yang lebih cerah dan dinamis.
Komitmen Transparansi dan Pembangunan Merata
Isu kepercayaan publik sering menjadi sorotan dalam pemerintahan desa. Menjawab keraguan tersebut, Tantriani menegaskan komitmennya terhadap transparansi anggaran. Ia berjanji bahwa setiap rupiah dana desa akan dikelola secara akuntabel dan terbuka bagi masyarakat.
Jargon SEHATI Sebagai Landasan Kerja
Visi besar tersebut dirangkum dalam jargon SEHATI (Sehat, Harmonis, dan Berbudi Pekerti). Jargon ini bukan sekadar slogan, melainkan representasi dari program kerja yang akan dijalankan:
-
Sehat: Fokus pada peningkatan layanan kesehatan masyarakat dan lingkungan yang bersih.
-
Harmonis: Menciptakan kerukunan antarwarga melalui pendekatan budaya dan komunikasi yang baik.
-
Berbudi Pekerti: Mengedepankan akhlak mulia dalam pelayanan publik dan kehidupan sosial.
Dalam orasinya, Tantriani menekankan bahwa pembangunan fisik harus berjalan seiring dengan pembangunan mental spiritual. “Tak kalah penting dari itu, transparansi anggaran desa dan pemerataan pembangunan sesuai prioritas kebutuhan masyarakat menjadi hal utama yang nantinya akan saya lakukan, disamping menghidupkan kembali adat budaya desa serta kegiatan keagamaan,” tegasnya dengan lantang.
Transparansi ini diharapkan dapat meminimalisir potensi penyalahgunaan wewenang dan memastikan pembangunan infrastruktur benar-benar menyasar kebutuhan mendesak warga, bukan sekadar proyek mercusuar tanpa manfaat.
Menghidupkan Kembali Adat dan Budaya
Modernisasi seringkali menggerus nilai-nilai lokal. Menyadari hal tersebut, Tantriani berkomitmen untuk merevitalisasi kegiatan adat dan keagamaan. Desa Sukajati dikenal memiliki kearifan lokal yang kuat, dan hal ini perlu dilestarikan sebagai identitas desa.
Program kerjanya mencakup dukungan penuh terhadap kegiatan majelis taklim, peringatan hari besar Islam, serta pelestarian seni tradisi desa. Dengan demikian, kemajuan ekonomi yang dikejar tidak akan menghilangkan jati diri masyarakat yang religius dan berbudaya.
Menuju Pemungutan Suara 10 Desember 2025
Antusiasme warga yang hadir dalam kampanye akbar memberikan sinyal positif bagi pencalonan Tantriani. Dukungan dari berbagai tokoh masyarakat setempat turut memperkuat posisinya sebagai kandidat unggulan.
Kini, bola ada di tangan masyarakat. Calon Kuwu Sukajati Tantriani berharap warga dapat menggunakan hak pilihnya dengan bijak pada tanggal 10 Desember 2025 mendatang. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu padu mewujudkan Desa Sukajati yang lebih maju, mandiri, dan bermartabat.
Visi yang jelas, pengalaman yang mumpuni, serta komitmen terhadap transparansi menjadikan Tantriani sebagai opsi rasional bagi warga yang merindukan perubahan nyata. Dengan doa dan dukungan penuh, cita-cita mewujudkan Sukajati yang SEHATI bukanlah hal yang mustahil.





