Kabar penting bagi masyarakat Indramayu dan sekitarnya, khususnya yang kerap melintasi kawasan industri energi. Rencana penerapan kawasan penyangga atau buffer zone di area Kilang Pertamina Balongan kini telah memasuki babak baru yang lebih serius. Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk mitigasi risiko tingkat tinggi demi menjamin keselamatan warga sekitar dan operasional kilang itu sendiri.
Sebagai tindak lanjut, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU VI Balongan resmi memulai tahapan uji coba penutupan Jalan Kilang Balongan. Kebijakan ini tentu akan mengubah pola lalu lintas di sekitar wilayah tersebut. Oleh karena itu, memahami latar belakang kebijakan dan mengetahui jalur alternatif yang disiapkan menjadi sangat krusial bagi kelancaran aktivitas harian Anda.
Berikut adalah ulasan mendalam mengenai skema penutupan jalan, alasan keselamatan di baliknya, serta panduan rute pengganti yang wajib diketahui.
Urgensi Buffer Zone dan Penutupan Jalan
Implementasi buffer zone bukanlah keputusan yang diambil secara mendadak. Kebijakan ini merupakan rekomendasi langsung dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Tujuannya sangat jelas: menciptakan jarak aman antara aktivitas industri berisiko tinggi dengan pemukiman atau akses publik.
Mengapa Jalan Depan Kilang Harus Ditutup?
Kilang Balongan merupakan Obyek Vital Nasional (Obvitnas) yang memiliki peran strategis dalam ketahanan energi nasional. Namun, keberadaannya juga membawa risiko operasional seperti potensi kebakaran, kebocoran, atau insiden industri lainnya.
Penutupan Jalan Kilang Balongan di kilometer 9–11 ini berfungsi sebagai langkah preventif untuk:
-
Meminimalkan Dampak Insiden: Jika terjadi kondisi darurat, area buffer zone akan menahan dampak agar tidak langsung mengenai masyarakat atau pengguna jalan yang melintas.
-
Akses Evakuasi Cepat: Memberikan ruang gerak yang lebih leluasa bagi tim tanggap darurat tanpa terhalang lalu lintas umum.
-
Standarisasi Keselamatan Global: Menyesuaikan standar keamanan kilang internasional yang mewajibkan adanya zona penyangga steril.
Skema Uji Coba Penutupan Jalan Kilang Balongan
Berdasarkan informasi terbaru, uji coba penutupan jalan ini mulai diberlakukan secara internal pada Selasa, 16 Desember 2025.
I Ketut Putra Arimbawa, selaku Area Manager Legal Counsel PT KPI RU VI Balongan, menegaskan bahwa tahap awal ini difokuskan untuk kalangan internal terlebih dahulu. Artinya, uji coba penutupan jalan diterapkan khusus bagi para pekerja Pertamina dan mitra kerja perusahaan.
“Langkah ini bertujuan memastikan bahwa penutupan Jalan Depan Kilang Balongan yang nantinya akan diberlakukan secara umum dan permanen dapat berjalan sesuai ketentuan hukum,” ungkap Ketut dalam diskusi bersama tim teknis Pemkab Indramayu.
Uji coba ini dilakukan secara paralel dengan penyelesaian aspek administrasi dan teknis. Hal ini penting agar saat kebijakan diterapkan untuk masyarakat umum, semua landasan hukum dan infrastruktur pendukung sudah siap 100 persen.
Jalur Alternatif: Rute Sukaurip – Sukareja
Perubahan akses jalan tentu menimbulkan pertanyaan besar: Lewat mana kita harus berkendara?
Pihak manajemen Kilang Balongan bersama pemerintah daerah telah menyiapkan skenario pengalihan arus lalu lintas yang matang. Selama masa uji coba dan nantinya saat penutupan permanenakses lalu lintas akan dialihkan melalui jalur pedesaan yang telah disiapkan.
Detail Rute Pengganti
Pengendara yang biasa melintasi jalan depan kilang kini diarahkan untuk melalui rute berikut:
-
Jalan Desa Sukaurip – Sukareja: Ini menjadi poros utama pengalihan arus.
-
Jalan Mulya Asri: Jalur ini terhubung langsung dengan rute Sukaurip-Sukareja sebagai akses masuk dan keluar dari kawasan kilang maupun menuju area kota.
“Seluruh pekerja dan mitra kerja PT KPI RU VI Balongan telah dihimbau sekaligus diwajibkan menggunakan jalur Sukaurip–Sukareja dan Jalan Mulya Asri, baik dari arah kota menuju kilang maupun sebaliknya,” tambah Ketut.
Bagi masyarakat umum, sangat disarankan untuk mulai membiasakan diri mengenali rute ini, meskipun penutupan total untuk publik masih menunggu penyelesaian administrasi.
Kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Indramayu
Kelancaran penutupan Jalan Kilang Balongan tidak lepas dari sinergi antara pihak Pertamina dan Pemerintah Kabupaten Indramayu. Dalam pertemuan finalisasi draf Berita Acara Implementasi Buffer Zone yang digelar di Swiss-Belhotel (15/12/2025), kedua belah pihak sepakat untuk mengedepankan aspek legalitas dan kenyamanan warga.
Atensi Sekretaris Daerah Indramayu
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Indramayu, Aep Surahman, memberikan catatan penting terkait kebijakan ini. Ia menekankan bahwa aspek sosial tidak boleh diabaikan. Menurutnya, perubahan infrastruktur sekecil apapun akan berdampak pada dinamika masyarakat sekitar.
Aep Surahman meminta dua hal utama:
-
Sosialisasi Masif: Informasi mengenai penutupan dan pengalihan arus harus sampai ke seluruh lapisan masyarakat agar tidak terjadi kebingungan di lapangan.
-
Evaluasi Menyeluruh: Selama masa uji coba internal, segala kekurangan harus dicatat. Aspirasi dan masukan warga yang terdampak perubahan arus lalu lintas harus didengar dan ditindaklanjuti.
Dampak Jangka Panjang bagi Keselamatan Warga
Meskipun penutupan jalan mungkin terasa merepotkan bagi sebagian pengguna jalan pada awalnya, perspektif jangka panjang menunjukkan manfaat yang jauh lebih besar. Safety culture atau budaya keselamatan bukan hanya slogan, melainkan kebutuhan mendesak di area sekitar industri migas.
Dengan adanya buffer zone yang steril dari aktivitas publik, risiko paparan bahaya terhadap warga sipil dapat ditekan hingga titik terendah. Ini adalah bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan yang memang harus diprioritaskan di atas kenyamanan akses semata.
Kapan Berlaku untuk Umum?
Hingga artikel ini ditulis, penutupan untuk masyarakat umum belum diberlakukan secara penuh. Pihak kilang masih memproses kelengkapan persyaratan administrasi secara bertahap. Namun, dengan dimulainya uji coba internal pada Desember 2025 ini, pemberlakuan permanen untuk publik diprediksi tidak akan lama lagi.
Masyarakat dihimbau untuk terus memantau informasi resmi dari pemerintah daerah maupun pihak Pertamina agar tidak tertinggal pembaharuan terkini terkait penutupan Jalan Kilang Balongan.
Penerapan buffer zone melalui penutupan Jalan Kilang Balongan adalah langkah maju dalam manajemen risiko bencana industri di Indramayu. Meskipun memerlukan penyesuaian rute perjalanan melalui jalur Sukaurip–Sukareja, kebijakan ini menawarkan jaminan keselamatan yang lebih baik bagi semua pihak.
Mari kita dukung upaya ini dengan mematuhi rambu lalu lintas yang baru dan tetap mengutamakan keselamatan dalam berkendara.





