Pencak Silat SMPN 1 Mandirancan: Borong 9 Medali Jabar

Pencak Silat SMPN 1 Mandirancan: Borong 9 Medali Jabar

Dunia pendidikan di Kabupaten Kuningan kembali mendapatkan kabar gembira yang membanggakan. Kali ini, prestasi gemilang ditorehkan oleh tim Pencak Silat SMPN 1 Mandirancan (NESMAN). Dalam ajang bergengsi tingkat regional yang baru saja usai, para pendekar muda ini berhasil membuktikan kualitasnya dengan memborong total 9 medali kemenangan.

Prestasi ini bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata dari dedikasi, disiplin, dan kerja keras yang dibangun di lingkungan sekolah. Keberhasilan ini sekaligus mengukuhkan posisi NESMAN sebagai salah satu sekolah yang serius dalam membina potensi non-akademik siswanya, khususnya dalam pelestarian budaya tradisional.

Dominasi NESMAN di Kejuaraan Cirebon Mentereng 2025

Ajang pembuktian ketangguhan para siswa ini terjadi pada turnamen “Kejuaraan Pencak Silat Cirebon Mentereng se-Jawa Barat”. Kompetisi yang berlangsung ketat selama tiga hari berturut-turut, mulai dari tanggal 19 hingga 21 Desember 2025 ini, digelar di GOR Rangga Jati, Kabupaten Cirebon.

Atmosfer kompetisi yang panas dengan partisipasi ratusan atlet pelajar dari berbagai daerah di Jawa Barat tidak menyurutkan mental bertanding kontingen NESMAN. Sekolah ini mengirimkan 9 atlet terbaiknya, dan secara luar biasa, kesembilan atlet tersebut berhasil membawa pulang medali. Ini adalah rasio kemenangan 100% yang jarang terjadi dalam sebuah kompetisi olahraga kontak fisik.

Rincian perolehan medali yang diraih adalah sebagai berikut:

  • 1 Medali Emas

  • 1 Medali Perak

  • 7 Medali Perunggu

Capaian ini menjadi sorotan positif bagi dunia olahraga pelajar di Kuningan, mengingat ketatnya persaingan di level Jawa Barat.

Profil Para Jawara Muda NESMAN

Siapa saja sosok di balik kesuksesan Pencak Silat SMPN 1 Mandirancan kali ini? Kemenangan ini adalah hasil kerja keras individu yang didukung oleh kekompakan tim. Berikut adalah daftar nama siswa yang telah mengharumkan nama sekolah:

Peraih Emas dan Perak

Bintang lapangan pada kejuaraan kali ini adalah Nugi Dwi Putra. Dengan teknik yang matang dan mental baja, Nugi sukses menaiki podium tertinggi dan menyumbangkan satu-satunya medali emas bagi tim. Sementara itu, di posisi kedua, Siti Nurhafsah berjuang habis-habisan di partai final dan berhasil mengamankan medali perak yang tak kalah membanggakan.

Dominasi Medali Perunggu

Kekuatan merata tim NESMAN terlihat dari banyaknya perolehan medali perunggu. Tujuh atlet lainnya yang sukses menembus babak semifinal dan meraih posisi ketiga adalah:

  1. Meike Angraeni

  2. Shakira Zalfa Alina

  3. Putri Ajeng Kartini

  4. Marisa Dwi Maharani

  5. Euis Komalasari

  6. Winda Septiani

  7. Adinda Melati

Keberhasilan seluruh anggota tim untuk naik podium menunjukkan bahwa proses pembinaan di ekstrakurikuler berjalan dengan sangat efektif dan merata.

Pendidikan Karakter Melalui Budaya Lokal

Prestasi di atas matras hanyalah satu sisi mata uang. Sisi lainnya adalah pembangunan karakter yang menjadi fokus utama SMPN 1 Mandirancan. Plt Kepala Sekolah, Moh. Bunasir, M.Pd., memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian anak didiknya.

Menurut beliau, ekstrakurikuler Pencak Silat SMPN 1 Mandirancan bukan hanya soal mengejar piala, tetapi merupakan kawah candradimuka untuk membentuk mentalitas juara dalam kehidupan.

“Ekstrakurikuler adalah wadah untuk membuka masa depan siswa. Jangan takut bertanya, jangan ragu mencoba, dan jangan pernah meremehkan potensi diri. Disiplin dan latihan adalah kunci lahirnya pesilat yang berkualitas,” ujar Moh. Bunasir dengan tegas.

Lebih jauh, Bunasir menekankan adanya korelasi kuat antara kegiatan ini dengan kurikulum sekolah. Pencak silat dinilai sangat selaras dengan Muatan Lokal Gunung Ciremai. Program ini tidak hanya mengejar aspek kognitif atau prestasi fisik semata, melainkan menanamkan nilai-nilai luhur seperti:

  • Kedisiplinan tinggi.

  • Rasa hormat terhadap sesama.

  • Kecintaan pada kearifan lokal.

Integrasi antara olahraga dan budaya inilah yang membuat lulusan NESMAN diharapkan memiliki karakter yang kuat dan berakar pada budaya bangsanya.

Strategi Pembinaan dan Target Popwil

Di balik kesuksesan atlet, selalu ada pelatih yang jeli melihat potensi. Sukarso, selaku pembina Ekstrakurikuler Pencak Silat di NESMAN, mengungkapkan rasa syukurnya. Ia menyoroti peran vital dukungan sekolah yang memberikan fasilitas dan ruang bagi siswa untuk berkembang.

Bagi tim pelatih, Kejuaraan Cirebon Mentereng ini bukanlah tujuan akhir, melainkan batu loncatan.

Evaluasi Menuju Level Lebih Tinggi

Sukarso menjelaskan bahwa partisipasi dalam kejuaraan ini berfungsi sebagai ajang try out atau uji coba mental. “Keikutsertaan siswa dalam kejuaraan ini merupakan ajang uji coba sekaligus evaluasi kemampuan atlet dalam rangka persiapan menghadapi seleksi Popwil ke depan,” jelas Sukarso.

Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (Popwil) adalah target besar berikutnya. Dengan bekal 9 medali dari Cirebon, kepercayaan diri para atlet dipastikan meningkat. Evaluasi teknis akan segera dilakukan untuk memperbaiki kekurangan yang ada selama pertandingan kemarin, memastikan para pendekar muda ini siap bersaing di level yang lebih tinggi lagi.

Konsistensi Adalah Kunci

Keberhasilan memborong 9 medali di akhir tahun 2025 ini menjadi penutup manis bagi SMPN 1 Mandirancan. Hal ini membuktikan bahwa sekolah tidak hanya tempat untuk belajar akademik di dalam kelas, tetapi juga inkubator bagi bakat-bakat muda.

Melalui konsistensi dalam pembinaan Pencak Silat SMPN 1 Mandirancan, sekolah ini telah berkontribusi nyata dalam menjaga warisan budaya bangsa sekaligus mencetak generasi muda yang berprestasi dan berkarakter. Masyarakat Kabupaten Kuningan tentu menantikan gebrakan selanjutnya dari para pendekar muda NESMAN di ajang Popwil mendatang.

Selamat kepada para juara!

Related posts