Pemdes Druntenwetan Sambut KKN Unpad, Siap Bawa Perubahan

Pemdes Druntenwetan Sambut KKN Unpad, Siap Bawa Perubahan
Pemdes Druntenwetan Sambut KKN Unpad, Siap Bawa Perubahan

Suasana penuh semangat dan optimisme menyelimuti Balai Desa Druntenwetan pada akhir pekan ini. Pemerintah Desa (Pemdes) di wilayah Kecamatan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu tersebut membuka gerbang kolaborasi selebar-lebarnya bagi dunia akademik. Secara resmi, Pemdes Druntenwetan sambut KKN Unpad (Universitas Padjadjaran) Jatinangor, Sumedang, dalam sebuah seremoni penerimaan yang hangat pada hari Minggu (11/1/2026).

Kehadiran rombongan intelektual muda dari salah satu universitas ternama di Jawa Barat ini bukan sekadar kunjungan biasa. Ini adalah penanda dimulainya fase pengabdian yang diharapkan mampu menyuntikkan energi baru bagi pembangunan desa.

Read More

Apa Itu Agenda Penerimaan KKN di Druntenwetan? Penerimaan mahasiswa KKN di Desa Druntenwetan adalah momentum serah terima tanggung jawab akademik menjadi tanggung jawab sosial. Kegiatan ini menandai dimulainya sinergi antara mahasiswa Unpad dengan pemerintah desa untuk menjalankan program pengabdian masyarakat yang berfokus pada inovasi, pembangunan infrastruktur, dan pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) selama satu bulan penuh.

Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi

Dalam acara penyambutan tersebut, Kuwu Desa Druntenwetan, H. Abdul Malik, S.E., diwakili oleh Sekretaris Desa (Sekdes) Surdakim, S.Pd. Sosok yang akrab disapa dengan panggilan “Kang A’ing” ini menyampaikan apresiasi yang mendalam. Ia merasa bangga desanya terpilih menjadi “laboratorium sosial” bagi para mahasiswa.

Menurut Kang A’ing, kehadiran mahasiswa di tengah-tengah warga adalah bukti nyata berjalannya Tri Dharma Perguruan Tinggi. Aspek pengabdian kepada masyarakat kini sedang diuji dan dijalankan secara langsung di tanah Druntenwetan. Teori yang didapatkan di bangku kuliah kini ditantang untuk menjadi solusi praktis bagi permasalahan warga.

“Selamat datang kepada rekan-rekan Mahasiswa dan Mahasiswi Universitas Padjajaran di Desa Druntenwetan. Kami sangat terbuka dan bangga bisa menjadi bagian dari proses KKN teman-teman semua,” sambut Kang A’ing dengan nada antusias.

Harapan Besar akan Inovasi

Pemerintah desa tidak ingin momentum ini berlalu tanpa bekas. Ada harapan besar yang digantungkan di pundak para mahasiswa. Kolaborasi antara pemikiran akademis yang sistematis dengan kearifan lokal masyarakat desa diharapkan mampu melahirkan terobosan-terobosan baru.

Kang A’ing menekankan bahwa fokus utama yang diharapkan dari KKN kali ini adalah program kerja yang “membumi”. Artinya, program tersebut harus menyentuh langsung kebutuhan dasar warga dan bisa dirasakan manfaatnya secara instan maupun jangka panjang.

Berikut adalah poin-poin harapan Pemdes Druntenwetan terhadap program KKN Unpad:

  • Peningkatan Kualitas SDM: Memberikan edukasi dan pelatihan yang relevan untuk meningkatkan keterampilan warga.

  • Inovasi Infrastruktur: Memberikan masukan atau desain tata kelola lingkungan yang lebih baik.

  • Pembangunan Sosial: Memperkuat kohesi sosial dan aktivitas kemasyarakatan yang positif.

“Dengan kehadiran teman-teman, semoga semua program dan kegiatan yang telah direncanakan bisa memberikan dampak positif. Kami ingin sinergi ini memberikan kontribusi nyata untuk kemajuan dan percepatan pembangunan di Desa Druntenwetan,” tambah Kang A’ing menegaskan visinya.

Komitmen Pendampingan Selama Satu Bulan

Program Kuliah Kerja Nyata ini dijadwalkan akan berlangsung selama satu bulan penuh. Durasi ini dinilai cukup ideal untuk melakukan pemetaan masalah, merancang solusi, hingga mengeksekusi program kerja.

Namun, mahasiswa tidak akan dibiarkan berjalan sendiri. Pihak Pemdes Druntenwetan telah menyatakan komitmen penuhnya untuk menjadi fasilitator yang baik. Pemerintah desa siap mendampingi, memberikan data yang dibutuhkan, hingga menjembatani komunikasi antara mahasiswa dengan para tokoh masyarakat dan warga setempat.

Dukungan fasilitas dan aksesibilitas ini diberikan agar target-target KKN dapat tercapai dengan maksimal. Pemdes menyadari bahwa adaptasi lingkungan adalah tantangan pertama bagi mahasiswa, oleh karena itu, keramahan dan keterbukaan aparat desa menjadi kunci kenyamanan para mahasiswa dalam mengabdi.

Sinergi yang terbangun antara Pemdes Druntenwetan dan mahasiswa Unpad ini diharapkan menjadi model kolaborasi yang sukses. Warga desa kini menanti kiprah nyata para agen perubahan ini untuk bersama-sama memajukan Desa Druntenwetan menuju arah yang lebih baik, lebih maju, dan lebih sejahtera. Selamat mengabdi, Mahasiswa Unpad!

Related posts