HaurgeulisMedia.co.id – Menutup rangkaian perayaan Bulan Bung Karno yang penuh makna, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Indramayu menunjukkan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan melalui aksi tanam mangrove di pesisir Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah wujud kepedulian nyata kader partai berlambang banteng moncong putih ini terhadap kondisi ekosistem pesisir yang rentan terhadap perubahan iklim dan abrasi. Aksi tanam mangrove ini menjadi puncak dari serangkaian kegiatan yang telah diselenggarakan DPC PDI Perjuangan Indramayu sepanjang Bulan Bung Karno.
Pemilihan lokasi di Eretan Kulon, Kandanghaur, bukan tanpa alasan. Wilayah pesisir ini merupakan salah satu area yang kerap terdampak langsung oleh kenaikan permukaan air laut dan gelombang pasang. Penanaman mangrove diharapkan dapat menjadi benteng alami yang kokoh, melindungi garis pantai dari erosi, serta menciptakan habitat baru bagi keanekaragaman hayati laut.
Partisipasi aktif dari masyarakat pesisir Kandanghaur turut menambah semangat kegiatan ini. Mereka bersama-sama dengan para kader PDI Perjuangan turun langsung ke lapangan, mengenakan sepatu bot dan sarung tangan, untuk menanam bibit-bibit mangrove dengan penuh antusiasme. Semangat kolaborasi antara partai politik dan masyarakat ini menjadi poin penting dalam keberhasilan program pelestarian lingkungan.
Aksi tanam mangrove ini mencerminkan filosofi Bung Karno yang selalu menekankan pentingnya kemandirian bangsa dan pembangunan yang berakar pada kearifan lokal serta sumber daya alam. PDI Perjuangan, melalui DPC Indramayu, berupaya menerjemahkan semangat tersebut ke dalam tindakan konkret yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan lingkungan.
Lebih dari sekadar menanam pohon, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai peran vital mangrove. Mangrove bukan hanya pelindung pantai, tetapi juga berfungsi sebagai penyerap karbon yang efektif, berkontribusi dalam mitigasi perubahan iklim global. Selain itu, ekosistem mangrove yang sehat dapat mendukung kelangsungan mata pencaharian nelayan melalui penyediaan sumber daya ikan dan udang.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Indramayu, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh kader dan masyarakat yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Beliau menekankan bahwa pelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama yang harus terus digalakkan secara berkelanjutan. “Ini adalah langkah awal kita untuk menjaga kelestarian alam pesisir Indramayu. Kita harus bekerja sama agar generasi mendatang dapat menikmati lingkungan yang sehat,” ujarnya.
Kegiatan ini juga diisi dengan edukasi singkat mengenai pentingnya menjaga ekosistem mangrove dan cara merawat bibit yang telah ditanam. Para peserta diajak untuk memahami siklus hidup mangrove dan bagaimana mereka dapat berkontribusi dalam menjaganya agar tumbuh subur dan memberikan manfaat maksimal.
Keberhasilan aksi tanam mangrove ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk melakukan gerakan serupa. PDI Perjuangan berkomitmen untuk terus mengawal program-program yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan, sejalan dengan cita-cita pembangunan berkelanjutan.
Penutupan rangkaian Bulan Bung Karno dengan aksi nyata seperti ini menunjukkan bahwa PDI Perjuangan tidak hanya fokus pada kegiatan politik dan ideologi, tetapi juga memiliki kepedulian mendalam terhadap isu-isu lingkungan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
Harapannya, bibit-bibit mangrove yang ditanam hari ini akan tumbuh menjadi pohon-pohon yang kokoh, menjadi pelindung pantai yang tangguh, dan menjadi saksi bisu dari kepedulian PDI Perjuangan Indramayu bersama masyarakat pesisir Kandanghaur untuk masa depan lingkungan yang lebih baik.





