Kasus hukum yang melibatkan nama Inara Rusli terkait dugaan perzinaan masih berjalan di Polda Metro Jaya, menyusul laporan dari Wardatina Mawa. Wardatina, yang lebih dikenal sebagai Mawa, mengajukan laporan terhadap suaminya, Insanul Fahmi, sekaligus menyebut keterlibatan public figure berinisial IR.
Di tengah ramainya pembahasan, komunitas kajian Teman Searah akhirnya merilis pernyataan klarifikasi secara terbuka melalui akun resmi Instagram mereka. Klarifikasi ini bertujuan memberikan penjelasan terkait tuduhan yang mengaitkan kegiatan kajian dengan relasi personal para pendirinya.
Pihak Teman Searah menekankan bahwa sejak awal, kajian dibangun sebagai wadah pembelajaran agama dan pengembangan diri, bukan sebagai ruang untuk membangun hubungan di luar konteks kelembagaan.
“Setiap aktivitas yang bertentangan dengan tujuan kajian bukan bagian dari agenda resmi majelis. Semua pihak di dalamnya tidak membenarkan tindakan yang dapat merusak nilai pembelajaran,” demikian inti pernyataan yang disampaikan.
Teman Searah Tidak Terlibat dalam Relasi Personal Peserta Kajian

Manajemen majelis juga menegaskan bahwa mereka tidak masuk ke ranah hubungan pribadi jamaah maupun pengajarnya. Interaksi yang terjadi dalam kajian dilakukan dalam koridor profesional dan edukatif demi manfaat umat secara luas.
“Lembaga tidak ikut mengatur atau mencampuri hubungan personal antarindividu. Semua isu di luar kegiatan pengajaran bukan tanggung jawab maupun bagian dari aktivitas internal,” lanjut mereka.
Selain itu, Teman Searah juga memastikan manajemen, pembina, maupun guru kajian tidak telah ambil peran dalam hubungan pribadi yang saat ini ramai dibicarakan di publik. Seluruh proses yang sedang dijalankan oleh pihak berwajib dikatakan murni berada di luar kegiatan majelis.
Kronologi Versi Laporan Menurut Wardatina Mawa

Sebelumnya, Mawa sempat menjelaskan bahwa dugaan hubungan terlarang yang melibatkan suaminya berawal dari hubungan bisnis beberapa bulan lalu. Ia menyebut bahwa Insanul Fahmi dan IR pernah bekerja dalam satu proyek usaha, yang kemudian diikuti oleh beberapa kali pertemuan di luar agenda kajian.
“Awalnya rekan kerja di bisnis. Dari akhir Juli 2025, saya mulai dengar dia sempat bertemu dengan rekan bisnisnya,” jelas Mawa di pernyataan yang beredar di media.
Meski begitu, Mawa juga menyampaikan bahwa suaminya pernah beberapa kali hadir di kegiatan kajian yang sama dengan IR, namun temanya adalah pertemanan dalam konteks keagamaan.

Permintaan Maaf dan Harapan Teman Searah
Di akhir pernyataan resminya, majelis menyampaikan permohonan maaf kepada publik atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat rumor, sekaligus memohon dukungan doa agar mereka dapat terus konsisten menebarkan nilai edukasi dan kebaikan, selaras dengan niat awal dibentuknya kajian tersebut.
Pihak manajemen menutup klarifikasi dengan menegaskan kembali:
-
Kajian tidak berperan dalam relasi personal antarjamaah
-
Tidak terlibat dalam proses hukum yang sedang berlangsung
-
Semua rumor yang mengarah ke lembaga dipastikan tidak benar





