Kapolri Terima Perintah Presiden Terkait Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

Kapolri Terima Perintah Presiden Terkait Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

HaurgeulisMedia.co.id – Presiden RI Prabowo Subianto telah memberikan instruksi langsung kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk melakukan investigasi mendalam terkait insiden penyerangan terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.

Perintah dari Presiden tersebut menekankan pentingnya penanganan kasus yang profesional dan transparan oleh aparat kepolisian.

Bacaan Lainnya

“Saya telah mendapatkan perintah langsung dari Bapak Presiden untuk melaksanakan pengusutan tuntas secara profesional, transparan, dan tentunya langkah-langkah yang kita lakukan tetap mengedepankan scientific crime investigation,” ujar Listyo dalam sebuah konferensi pers pada Minggu, 15 Maret 2026.

Pendekatan scientific crime investigation mengacu pada metode penyidikan yang mengandalkan ilmu pengetahuan dan teknologi forensik untuk mencapai kesimpulan yang objektif. Fokus utama metode ini adalah pada bukti fisik dan analisis dari para ahli, seperti hasil laboratorium forensik, analisis DNA, jejak digital, serta pemeriksaan kedokteran forensik. Hal ini berbeda dengan ketergantungan pada keterangan saksi atau tersangka semata.

Saat ini, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) masih dalam tahap pengumpulan berbagai informasi terkait peristiwa tersebut. Seluruh informasi yang berhasil dikumpulkan tengah dianalisis secara bertahap oleh tim penyidik.

Selain itu, pihak kepolisian juga berencana untuk membuka sebuah Posko Pengaduan. Tujuannya adalah untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat yang memiliki informasi relevan mengenai kasus ini agar dapat melaporkannya secara langsung.

“Nanti akan kita bimbing. Yang jelas seluruh informasi yang diberikan oleh masyarakat, kita akan memberikan jaminan perlindungan,” tegas Kapolri.

Listyo menegaskan komitmen Polri untuk terus bekerja keras dalam mengungkap kasus ini. Perkembangan penyelidikan akan disampaikan secara berkala kepada publik.

“Karena memang ini menjadi perhatian serius dari Bapak Presiden,” tambahnya.

Sebelumnya, Polri juga telah melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Selain itu, rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian juga telah dikumpulkan untuk keperluan analisis lebih lanjut.

“Pengumpulan berbagai alat bukti digital, dalam hal ini termasuk CCTV, yang kemudian sedang dalam proses untuk analisis lebih lanjut. Harapannya dapat teridentifikasi segera, ya,” ujar Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Johnny Eddizon Isir di Jakarta pada Jumat, 13 Maret 2026.

Ia juga menambahkan bahwa hingga saat ini, sudah ada dua saksi yang dimintai keterangan. Proses penyelidikan akan terus dilanjutkan guna mengidentifikasi dan menangkap pelaku.

Baca juga: Ide Permainan MPLS 2025 untuk TK-PAUD: Pemanasan Seru!

Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang yang tidak dikenal pada Kamis malam, 12 Maret 2026. Peristiwa tersebut terjadi di salah satu kawasan di Jakarta Pusat. Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka bakar yang cukup parah, meliputi sekitar 24 persen dari total luas tubuhnya.

Pos terkait