HaurgeulisMedia.co.id – Aktor muda berbakat, Iqbaal Ramadhan, tak hanya menunjukkan eksistensinya di depan kamera, namun kini merambah dunia produksi dengan menjabat sebagai Produser Eksekutif untuk film horor terbaru, “Monster Pabrik Rambut” yang diproduksi oleh Palari Films.
Keputusan Iqbaal untuk terlibat lebih dalam di balik layar ini bukan tanpa alasan kuat. Ia mengaku memiliki keterikatan emosional yang mendalam dengan isu eksploitasi dan sistem kerja yang dianggapnya tidak manusiawi, yang menjadi benang merah dalam cerita film tersebut.
Iqbaal mengungkapkan bahwa keresahannya terhadap praktik kerja yang abusif telah lama ia pendam. Berbekal pengalaman bekerja di industri hiburan sejak usia dini, ia telah menyaksikan berbagai situasi yang menurutnya mencederai nilai kemanusiaan.
“Saya pribadi punya kedekatan yang besar banget gitu sama sistem pekerjaan yang eksploitatif dan juga abusif,” ujar Iqbaal saat konferensi pers di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Senin (20/4). Ia menambahkan bahwa meskipun tidak semua pengalamannya buruk, namun perjalanan kariernya kerap diwarnai situasi kerja yang terasa tidak manusiawi.
Lebih lanjut, Iqbaal menekankan bahwa isu eksploitasi ini bukanlah masalah yang terisolasi di dunia hiburan semata, melainkan sebuah fenomena universal yang ia temukan di berbagai sektor pekerjaan.
Ia mencontohkan pengalaman teman-temannya di luar industri hiburan, seperti seorang kontraktor yang kerap mendapat tekanan untuk tetap siaga bahkan di akhir pekan. Bahkan saat sedang menikmati waktu pribadi bersama pasangan, ia masih harus siap sedia menerima tuntutan pekerjaan.
Sementara itu, Iqbaal juga menyoroti kondisi serupa di industri makanan dan minuman (F&B) serta agensi kreatif. Ia melihat adanya pola di mana atasan kerap memanfaatkan potensi bawahan demi keuntungan pribadi, tanpa mempertimbangkan kesejahteraan mereka.
“Pemimpinnya ini justru mengecilkan dia dan menggunakan kelebihannya dalam rasa penasaran yang tinggi untuk hal yang hanya menguntungkan pemimpinnya ini,” jelas Iqbaal, menggambarkan bagaimana karyawan seringkali dimanfaatkan.
Salah satu cerita yang paling menyentuh hati Iqbaal adalah fenomena serangan panik atau panic attack yang dialami oleh pekerja agensi sesaat sebelum memulai hari kerja. Ia merasa bahwa kengerian psikologis semacam ini adalah realitas yang sangat nyata di Indonesia.
“Ada sepupu saya kerja di agensi, temannya itu bisa nangis di kamar mandi, panic attack dulu sampai bosnya datang. Begitu bosnya datang, dia sudah bersih dan bekerja sepanjang hari menghadapi si bosnya ini,” tuturnya, menggambarkan betapa beratnya beban mental yang dihadapi.
Berangkat dari keresahan mendalam inilah, Iqbaal meyakini bahwa medium film horor adalah cara yang paling efektif untuk menyuarakan kritik sosial terhadap isu eksploitasi pekerja.
“Ini bisa jadi hal yang dekat juga untuk teman-teman penonton film Indonesia. Yang bikin horor adalah karena kita sudah sangat menormalisasi overwork ini. Kedekatan itu yang akhirnya saya pengin bikin,” tegas Iqbaal, menekankan relevansi cerita dengan kehidupan penonton.
Selain kedekatannya dengan tema cerita, faktor Palari Films juga menjadi pertimbangan utama Iqbaal dalam mengambil peran sebagai Produser Eksekutif. Ia merasa sangat nyaman bekerja dengan tim yang sudah ia kenal baik, baik secara personal maupun profesional.
“Monster Pabrik Rambut adalah kolaborasi kedua saya pribadi sama Palari, usai di Ali dan Ratu-Ratu Queens tahun 2020. Karena memang isinya kawan-kawan dekat semuanya, jadi ya sudah kita gas,” ujarnya, menunjukkan chemistry yang kuat dengan tim produksi.
Melalui keterlibatannya dalam proyek ini, Iqbaal berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi perfilman Indonesia. Ia ingin film-film lokal terus mampu menawarkan sesuatu yang segar, berani, dan relevan dengan isu-isu yang berkembang di masyarakat.
“Semoga harapannya itu tadi ya, bisa menawarkan tawaran baru gitu untuk perfilman Indonesia,” tutup Iqbaal, menyiratkan optimisme untuk masa depan sinema tanah air.
“Monster Pabrik Rambut” sendiri mengisahkan perjuangan Putri (Rachel Amanda) yang terpaksa bekerja di sebuah pabrik untuk melunasi utang mendiang ibunya. Sementara itu, sang adik, Ida (Lutesha), meyakini bahwa kematian ibu mereka memiliki kaitan dengan hal-hal mistis yang terjadi di pabrik tersebut. Seiring berjalannya waktu, Putri dan Ida mulai menyaksikan kejadian-kejadian aneh yang menimpa para pekerja, menambah ketegangan dalam cerita.
Setelah sukses tayang di Berlinale Film Festival, “Monster Pabrik Rambut” dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai tanggal 4 Juni mendatang.





