Kabar duka menyelimuti industri hiburan Indonesia. Aktor sekaligus pelawak berbakat, Gary Iskak, dikonfirmasi telah berpulang pada Sabtu, 29 November 2025, sekitar pagi hari. Kepergiannya meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, sahabat, rekan sesama artis, dan penggemarnya di seluruh Indonesia.
Gary Iskak adalah figur yang begitu dikenal lewat peran-perannya yang kuat di film dan sinetron. Ia juga menjadi salah satu aktor yang tidak ragu bermain di berbagai genre. Ia pernah tampil membawakan karakter serius, tokoh emosional, hingga peran komedi yang menghibur jutaan penonton. Kemampuan adaptasi inilah yang membuatnya menonjol dan sulit tergantikan.
Kepergian Gary bukan hanya dirayakan lewat komentar singkat di media sosial, tetapi juga menjadi perbincangan besar di publik. Banyak orang seperti tidak percaya bahwa sang aktor yang terlihat selalu energik itu harus pergi secepat ini. Hal ini pun menjadi momen refleksi bersama: bahwa bencana yang kita kira jauh, ternyata bisa menjemput siapa pun, kapan pun, dan tanpa permisi.
Gary Iskak lahir pada 10 Juli 1973 dan memulai kariernya di dunia hiburan sejak usia muda. Namanya mulai melejit ketika ia tampil di deretan judul film dan cerita layar kaca yang populer pada masanya. Ia dikenal punya karakter bicara yang khas, mimik wajah ekspresif, dan pembawaan yang natural sehingga mudah mencuri perhatian penonton, bahkan ketika ia bukan pemeran utama.
Sepanjang kariernya, Gary mempertahankan gaya akting yang otentik. Ia bukan tipe aktor yang bermain aman; ia justru sering totalitas, menjiwai karakter manusia yang punya emosi liar, masa lalu kelam, atau bahkan tokoh komedik yang tampil dengan humor spontan. Ia juga beberapa kali terlibat dalam film yang mengangkat isu sosial, budaya pop, dan realitas kehidupan kota besar.
Selain akting, Gary juga sempat tampil di program musik dan hiburan sebagai guest performer, ikut memeriahkan acara, dan menunjukkan bahwa dirinya bukan hanya bisa melawak, tetapi juga tampil sebagai entertainer sejati.
Di balik layar, banyak rekan sesama artis menyebut bahwa Gary adalah sosok yang mudah bergaul, ramah, apa adanya, dan punya solidaritas tinggi kepada teman-temannya di industri ini. Ia sering menjadi figur penghangat suasana di lokasi syuting dan tak jarang menjadi tempat curhat bagi rekan yang sedang kelelahan menjalani kerasnya dunia hiburan.
Beberapa waktu sebelum diumumkan berpulang, video dan unggahan di media sosial sempat beredar menampilkan kondisi Gary yang terbaring di jalan usai mengalami kecelakaan saat mengendarai motor besar. Motor tersebut terlihat terjatuh di sampingnya, sementara Gary ditemukan dalam kondisi lemah dan langsung mendapat pertolongan dari warga di sekitar lokasi.
Keluarga dan manajemen menyebut bahwa Gary segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan lanjutan, tetapi kondisi trauma yang dialaminya begitu berat. Hingga akhirnya, pada pagi 29 November 2025, Gary dinyatakan telah berpulang selamanya di RS Suyoto, Bintaro, Jakarta Selatan.
Meski kecelakaan menjadi pemicu, banyak orang meyakini bahwa faktor keselamatan berkendara di Indonesia masih menjadi isu yang belum selesai. Peristiwa ini pun memunculkan kembali peringatan publik tentang pentingnya edukasi lalu lintas, kesadaran penggunaan alat keselamatan, serta keamanan infrastruktur jalan yang bisa berdampak besar kepada pengguna kendaraan bermotor.
Sejak kabar duka diterima, ribuan komentar belasungkawa menggema di berbagai platform digital. Doa-doa terbaik ditulis dengan penuh keikhlasan, dari netizen, penggemar setia film Indonesia, hingga komunitas otomotif yang turut merasakan kedekatan emosional dengan almarhum.
Ungkapan seperti “Innalillahi wa innailaihi raji’un”, doa agar amal ibadahnya diterima, dan harapan agar ia mendapatkan husnul khatimah menjadi pesan yang paling sering terlihat di kolom komentar publik.
Banyak orang mengenang bahwa Gary selalu menampilkan sisi humor di momen sulit sekalipun. Ia adalah artis yang membawa pesan tersirat bahwa hiburan bukan cuma soal ketenaran, tetapi tentang bagaimana sebuah karakter bisa dikenang sepanjang masa oleh orang-orang yang pernah tersentuh lewat karyanya.
Bahkan bagi generasi muda yang mungkin tidak besar di masa puncak kariernya, video-video komedi, adegan ikonik film, dan potongan sinetron yang kembali viral di hari kepergian Gary menjadi bukti bahwa karya yang kuat akan selalu menemukan jalannya kembali ke publik, terutama di era digital seperti sekarang.
Gary Iskak adalah representasi dari entertainer Indonesia yang sesungguhnya: serba bisa, berani lintas peran, anti jaim di depan kamera, dan mampu memberi ruang nostalgia bagi penonton dari berbagai generasi.
Sosok seperti ini jarang lahir dua kali. Ia tidak hanya meninggalkan rekam jejak di dunia peran, tetapi juga meninggalkan pesan kepada industri hiburan Indonesia bahwa penonton akan selalu ingat kepada mereka yang tampil jujur dan menjiwai setiap karakter secara manusiawi.
Kepergiannya adalah titik penting yang mengingatkan kita semua bahwa dunia hiburan tidak hanya soal content, trending, atau viewership. Ada manusia di baliknya yang kepergiannya bisa menggerakkan jutaan emosi orang, meski mereka bahkan tidak pernah bertemu langsung.
Setelah disemayamkan di rumah kediaman keluarga, jenazah rencananya akan dikebumikan usai salat Ashar pada hari yang sama. Proses pemakaman berlangsung dengan khidmat, diiringi keluarga dan sahabat dekatnya.
Rekan-rekan artis turut hadir mengantar, menjadi bukti betapa besar hubungan erat Gary dengan komunitas di industri ini. Pemakaman usai Ashar pun dipilih agar langkah terakhirnya di dunia ini dikawal doa dan penghormatan penuh dari orang-orang terdekatnya.
Indonesia kembali kehilangan salah satu sosok yang pernah memberi warna besar di layar hiburan. Kepergian Gary Iskak membuat banyak orang kembali mengingat bahwa di balik tawa dan peran-peran kocaknya, ada hati manusia yang tulus dan perjalanan hidup yang tak selalu mudah.
Karya-karyanya akan terus hidup lewat rekaman digital, memori masa kecil penonton, dan cerita dari rekan yang pernah bekerja bersamanya.
Selamat jalan, Gary Iskak.
Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, dan semoga jejak perannya tetap hidup sebagai bagian dari sejarah sinema dan hiburan Nusantara.





