HaurgeulisMedia.co.id – Fenomena film Obsession karya Curry Barker telah membuktikan bahwa narasi tentang cinta yang menyimpang memiliki daya tarik luar biasa bagi penonton global. Berdasarkan data dari Deadline, film horor psikologis supernatural ini berhasil meraih pendapatan fantastis sebesar 224,7 juta USD di box office dunia.
Kisah film ini menyoroti sosok Bear, seorang pria yang terjebak dalam rasa cintanya yang tidak terbalas kepada sahabatnya sendiri, Nikki. Dalam upaya putus asa untuk memiliki sang pujaan hati, Bear nekat menggunakan benda mistis kuno bernama One Wish Willow. Namun, keinginan egois tersebut justru berubah menjadi mimpi buruk yang menghancurkan batasan antara realitas dan teror psikologis yang menyesakkan.
Bagi Anda yang terpikat dengan narasi tentang obsesi, manipulasi emosional, dan konsekuensi fatal dari cinta yang tidak sehat, berikut adalah lima rekomendasi film dengan atmosfer serupa yang wajib masuk dalam daftar tontonan Anda.
1. Companion (2025)
Film ini menyajikan premis yang unik tentang hubungan antara Iris dan Josh. Apa yang awalnya tampak seperti liburan romantis bersama teman-teman perlahan berubah menjadi ketegangan mencekam saat kebenaran tentang identitas Iris terungkap. Ternyata, Iris bukanlah manusia biasa, melainkan robot pendamping dengan teknologi tinggi.
Companion mengeksplorasi dinamika hubungan yang sangat toxic. Seperti halnya Obsession, film ini mempertanyakan moralitas dalam memiliki seseorang dan bagaimana teknologi atau manipulasi dapat mengaburkan batasan antara cinta tulus dan kontrol mutlak.
2. Keeper (2025)
Dalam Keeper, penonton diajak mengikuti perjalanan Liz dan Malcolm yang mencoba merayakan ulang tahun pernikahan di sebuah kabin terpencil. Lokasi yang seharusnya menjadi tempat romantis justru berubah menjadi arena ketakutan psikologis yang mendalam.
Film ini menonjolkan bagaimana rahasia masa lalu dapat merusak kepercayaan dalam sebuah hubungan. Ketegangan yang terbangun secara perlahan membuat penonton terus bertanya-tanya mengenai ancaman apa yang sebenarnya mengintai di balik pintu kabin tersebut.
3. Ingrid Goes West (2017)
Berbeda dengan pendekatan supernatural, Ingrid Goes West menyoroti obsesi di era digital. Karakter utama, Ingrid Thorburn, adalah seorang wanita yang terobsesi dengan kehidupan sempurna seorang influencer media sosial bernama Taylor Sloane.
Ingrid memutuskan pindah ke Los Angeles demi bisa masuk ke lingkaran pertemanan idolanya tersebut. Film ini menjadi kritik sosial yang tajam tentang bagaimana obsesi terhadap citra orang lain dapat menghancurkan kehidupan seseorang, sekaligus menunjukkan sisi gelap dari perilaku manipulatif demi mendapatkan pengakuan.
4. Ruby Sparks (2012)
Film ini menawarkan premis fantasi yang kelam tentang seorang penulis novel bernama Calvin. Saat ia mengalami kebuntuan kreatif, ia menciptakan karakter fiksi bernama Ruby Sparks. Keajaiban terjadi ketika Ruby tiba-tiba muncul di dunia nyata sebagai kekasihnya.
Konflik memuncak saat Calvin menyadari bahwa ia bisa mengontrol perilaku Ruby hanya dengan menuliskan kalimat baru. Ini adalah metafora yang sangat kuat tentang bagaimana obsesi untuk memiliki pasangan yang “sempurna” justru menciptakan hubungan yang sangat tidak sehat dan otoriter.
5. Audition (1999)
Bagi penggemar horor yang menginginkan sesuatu yang lebih ekstrem, mahakarya asal Jepang ini adalah jawabannya. Ceritanya berfokus pada seorang duda bernama Shigeru Aoyama yang mengadakan audisi palsu untuk mencari calon istri, hingga akhirnya ia bertemu dengan Asami yang misterius.
Audition dikenal karena transisinya yang sangat mengejutkan dari drama romansa menjadi horor psikologis yang sangat intens. Film ini menjadi perbandingan sempurna bagi mereka yang menyukai Obsession, karena keduanya sama-sama mengangkat tema tentang bagaimana trauma masa lalu dan obsesi dapat mengubah seseorang menjadi sosok yang sangat berbahaya.
Setiap film di atas menawarkan perspektif berbeda mengenai sisi gelap manusia ketika berhadapan dengan cinta dan obsesi. Apakah Anda berani menonton semuanya?





