Dalam jagat hiburan Korea Selatan, tema keluarga selalu memiliki tempat istimewa di hati penonton. Salah satu sub-genre yang paling sering menguras air mata dan emosi adalah drama Korea tentang kehamilan. Berbeda dengan kisah dongeng yang selalu berakhir bahagia secara instan, drama-drama ini justru berani memotret realitas pahit, tantangan medis, hingga stigma sosial yang harus dihadapi oleh para calon ibu.
Kehamilan dalam drama Korea tidak hanya digambarkan sebagai momen menunggu kelahiran bayi lucu. Lebih dari itu, para sineas Negeri Ginseng kerap menjadikannya medium untuk mengeksplorasi ketahanan mental seorang wanita, dinamika pernikahan yang diuji, hingga makna menjadi orang tua yang sesungguhnya.
Bagi Anda yang sedang mencari tontonan dengan kedalaman cerita dan pesan moral yang kuat, berikut adalah ulasan mendalam mengenai 10 rekomendasi drama Korea bertema kehamilan dan perjuangan ibu yang wajib Anda saksikan.
1. Woori The Virgin (2022)

Rekomendasi pertama datang dari drama yang mengusung premis cukup unik dan menggelitik, Woori The Virgin. Diadaptasi dari serial populer Amerika Jane the Virgin, drama ini menyajikan konflik batin yang luar biasa rumit.
Oh Woo Ri adalah representasi wanita yang memegang teguh prinsip untuk menjaga keperawanannya hingga menikah. Namun, takdir berkata lain melalui sebuah insiden medis yang fatal. Akibat kesalahan dokter saat pemeriksaan rutin, Woo Ri justru mengalami inseminasi buatan yang tidak disengaja. Situasi menjadi semakin pelik karena benih tersebut milik Raphael, seorang CEO kaya yang sudah beristri. Drama ini dengan cerdas menggabungkan unsur komedi satire dengan dilema moral yang berat: bagaimana seorang wanita harus menjalani kehamilan yang tidak pernah ia rencanakan, namun enggan ia akhiri?
2. Hi Bye, Mama! (2020)

Jika Anda ingin menangis tersedu-sedu, Hi Bye, Mama! adalah pilihan yang tepat. Drama ini mungkin adalah salah satu drama Korea tentang kehamilan dan keibuan yang paling menyayat hati dalam satu dekade terakhir.
Fokus cerita ada pada Cha Yu Ri, seorang wanita yang meninggal dunia akibat kecelakaan tragis tepat sebelum bisa memeluk bayinya yang baru lahir. Namun, kasih sayang ibu menembus batas kematian. Yu Ri diberi kesempatan selama 49 hari untuk kembali menjadi manusia. Penonton akan diajak melihat bagaimana hancurnya hati seorang ibu yang hanya bisa melihat anaknya tumbuh dari dunia arwah, serta perjuangannya untuk memastikan sang anak hidup bahagia meskipun tanpa kehadirannya. Siapkan tisu yang banyak saat menonton serial ini.
3. The Good Bad Mother (2023)

Drama ini menawarkan perspektif yang sedikit berbeda, menyoroti dampak jangka panjang dari kehamilan dan pola asuh. The Good Bad Mother mengisahkan Jin Young Soon, seorang ibu tunggal yang harus membesarkan anaknya, Choi Kang Ho, sendirian setelah suaminya meninggal secara tidak adil.
Young Soon memilih menjadi “ibu yang jahat” dan keras demi menempa anaknya menjadi jaksa yang kuat dan tak terkalahkan. Drama ini mengeksplorasi beban berat seorang ibu hamil yang harus berubah menjadi tulang punggung keluarga, dan bagaimana trauma masa lalu membentuk cara ia mendidik anak. Chemistry antara Ra Mi Ran dan Lee Do Hyun di sini sangat luar biasa dalam menggambarkan hubungan ibu-anak yang retak namun penuh cinta.
4. Oh My Baby (2020)

Bagaimana jika seorang wanita sangat ingin hamil dan punya anak, tapi tidak ingin menikah? Isu modern inilah yang diangkat dalam Oh My Baby. Jang Ha Ri, seorang wakil manajer di majalah parenting, adalah wanita karier sukses berusia 39 tahun yang didiagnosis memiliki peluang hamil yang sangat kecil.
Alih-alih mencari suami, ia membuat keputusan kontroversial untuk mencari donor sperma agar bisa hamil sebelum terlambat. Drama ini sangat relevan bagi wanita karier masa kini yang sering kali dihadapkan pada pilihan sulit antara pekerjaan, pernikahan, dan jam biologis tubuh. Perjuangan Jang Ha Ri adalah potret nyata kegigihan wanita untuk menjadi seorang ibu meski melawan norma sosial.
5. VIP (2019)

Berbeda dengan judul lain yang penuh harapan, VIP menampilkan sisi gelap dari dampak kehilangan kehamilan. Na Jung Sun dan Park Sung Joon adalah pasangan yang terlihat sempurna di luar. Namun, pernikahan mereka perlahan hancur berkeping-keping.
Pemicu keretakan rumah tangga mereka bukan hanya perselingkuhan, tetapi trauma mendalam akibat keguguran yang pernah dialami Jung Sun. Drama ini menunjukkan bagaimana kegagalan mempertahankan kehamilan bisa meninggalkan luka psikologis yang parah bagi suami istri, menciptakan jarak, dan akhirnya membuka celah bagi pengkhianatan. Ini adalah studi karakter yang intens tentang kesedihan yang tak terucap.
6. When the Camellia Blooms (2019)

Drama ini adalah perpaduan sempurna antara thriller, romansa, dan kisah perjuangan ibu. Dong Baek adalah seorang ibu tunggal yang baru pindah ke desa kecil bernama Ongsan. Di sana, ia membuka bar demi menghidupi putra semata wayangnya.
Menjadi janda atau ibu tunggal di lingkungan konservatif bukanlah hal mudah. Dong Baek harus menghadapi gunjingan tetangga dan stigma negatif setiap hari. Namun, drama ini mengajarkan ketangguhan. Dong Baek membuktikan bahwa seorang ibu akan melakukan apa saja untuk melindungi anaknya, bahkan jika harus berhadapan dengan pembunuh berantai sekalipun.
7. Goodbye to Goodbye (2018)

Apa jadinya jika seorang wanita paruh baya yang dikhianati suaminya harus tinggal serumah dengan pacar anaknya yang sedang hamil di luar nikah? Goodbye to Goodbye menghadirkan dinamika unik antara dua wanita beda generasi, Young Hee dan Jung Hyo.
Awalnya, hubungan mereka penuh ketegangan. Namun, perlahan mereka saling memahami rasa sakit satu sama lain. Drama ini menyoroti bagaimana kehamilan—baik yang diinginkan maupun tidak—bisa mengubah hidup seorang wanita secara drastis. Ini adalah kisah tentang solidaritas perempuan dan belajar melepaskan rasa sakit di masa lalu demi masa depan anak.
8. Once Again (2020)

Sebagai drama keluarga berdurasi panjang, Once Again memotret isu infertilitas yang sering dialami pasangan suami istri. Fokus cerita pada pasangan dokter Na Hee dan Kyu Jin yang terlihat sempurna secara karier, namun rapuh dalam kehidupan pribadi.
Tekanan dari orang tua untuk segera memberikan cucu, ditambah dengan keguguran yang pernah dialami, membuat hubungan mereka menjadi dingin. Drama ini mengajarkan bahwa memiliki anak bukan sekadar pelengkap status sosial, melainkan tanggung jawab dan kesiapan mental yang matang dari kedua belah pihak.
9. Ho-Gu’s Love (2015)

Jika biasanya drama Korea tentang kehamilan fokus pada sudut pandang wanita, Ho-Gu’s Love memberikan porsi besar pada sudut pandang pria yang tulus. Kang Ho Gu, pria polos yang belum pernah pacaran, bertemu kembali dengan cinta pertamanya, Do Hee, seorang atlet renang nasional.
Plot twist-nya adalah Do Hee ternyata sedang hamil tua dan menyembunyikan identitas ayah bayinya. Ketulusan Ho Gu yang bersedia mendampingi Do Hee melewati masa kehamilan hingga melahirkan, tanpa menghakimi, menjadikan drama ini sangat manis dan menyentuh. Drama ini mendobrak stereotip bahwa tanggung jawab kehamilan hanya ada di pundak wanita.
10. You Are My Destiny (2014)

Klasik namun tak lekang oleh waktu. Drama yang juga dikenal dengan judul Fated to Love You ini bermula dari kisah “kecelakaan” satu malam antara gadis lugu Kim Mi Young dan pewaris kaya Lee Gun.
Kehamilan tak terduga Mi Young memaksa mereka masuk ke dalam pernikahan kontrak. Meskipun diawali dengan komedi dan kesalahpahaman, drama ini berkembang menjadi kisah yang sangat emosional ketika mereka harus menghadapi kehilangan calon buah hati mereka. Perjalanan Lee Gun dan Mi Young mengajarkan bahwa cinta bisa tumbuh dari tanggung jawab dan rasa kehilangan bersama.
Itulah 10 rekomendasi drama Korea tentang kehamilan yang menawarkan beragam perspektif, mulai dari komedi romantis hingga melodrama yang menguras air mata. Setiap judul di atas membawa pesan bahwa menjadi orang tua adalah perjalanan panjang yang penuh liku, namun juga penuh makna. Judul mana yang paling ingin Anda tonton akhir pekan ini?





