Drama China Era Republik Terbaik di MyDramaList, Wajib Tonton!

Drama China Era Republik Terbaik di MyDramaList, Wajib Tonton!

HaurgeulisMedia.co.id – Serial Tiongkok Overdo berhasil mencuri hati para pemirsa berkat alur romansa yang menyentuh dengan latar belakang era Republik Tiongkok. Pesona visual para pemeran serta dinamika politik yang kompleks menjadi magnet utama selama penayangannya.

Tayangan yang diperankan oleh Zhang Linghe dan Wang Churan ini mengombinasikan kisah cinta, aksi, dan perselisihan keluarga. Pengaturan lokasi di Shanghai pada tahun 1920-an hingga 1930-an juga memberikan atmosfer sejarah yang sangat kental.

Bacaan Lainnya

Tingginya popularitas Overdo mendorong banyak penggemar untuk berburu tontonan lain dengan nuansa yang senada. Kabar baiknya, masih tersedia berbagai judul drama era Republik yang menyuguhkan alur cerita tak kalah memikat.

Mulai dari romansa di tengah kancah peperangan hingga kisah balas dendam yang sarat intrik, berikut adalah enam drama Tiongkok bertema era Republik yang paling digemari dan patut masuk ke dalam daftar tontonan Anda setelah menuntaskan Overdo.

1. Overdo (2026)

Overdo menuturkan kisah Murong Qingyi, seorang anak dari jenderal perang yang harus menanggung beban hidup berat sejak belia. Ia akhirnya berjumpa kembali dengan Ren Susu setelah sekian lama terpisah akibat peristiwa pilu di masa lampau.

Reuni mereka justru memicu masalah baru saat Ren Susu hadir dengan sosok yang berbeda. Kini, ia menjadi tunangan dari sepupu Murong Qingyi, yang membuat jalinan kasih mereka terjebak dalam dilema yang rumit.

Saat selubung kesalahpahaman mulai terbuka, bahaya nasional pun mengancam. Murong Qingyi dan Ren Susu akhirnya bahu-membahu menghadapi musuh demi menjaga keselamatan orang-orang yang mereka sayangi.

Serial sepanjang 33 episode ini dibintangi oleh Zhang Linghe dan Wang Churan. Overdo dapat disaksikan dengan terjemahan bahasa Indonesia di platform WeTV, menyajikan perpaduan antara kisah romantis, aksi, dan latar sejarah Republik.

2. Silent Tides (2025)

Silent Tides berlokasi di Makau pada era Perang Dunia II. Plotnya mengikuti perjuangan masyarakat Tionghoa dalam menahan gempuran intelijen Jepang melalui taktik ekonomi dan gerakan rahasia.

Karakter utama, He Xian, mulanya hanya mendambakan kehidupan tenang bersama keluarga. Namun, keadaan berubah drastis ketika Makau bertransformasi menjadi sarang mata-mata dunia.

Bersama para patriot, He Xian menginisiasi serangkaian misi ekonomi untuk melumpuhkan kekuatan Jepang. Mereka merusak alur perdagangan, logistik, serta sistem finansial lawan tanpa harus terlibat dalam kontak senjata langsung.

Serial yang dibintangi oleh Ren Jialun dan Lan Yingying ini memiliki 38 episode. Silent Tides disiarkan melalui iQIYI dan CCTV-1 dengan nuansa historis yang mendalam.

3. Footprints of Change (2025)

Footprints of Change menyajikan narasi tentang tiga generasi perempuan tangguh yang menjalani hidup di periode yang berbeda. Seluruh alur kehidupan mereka saling bertaut di sebuah kediaman tua di Shanghai.

Generasi awal menyoroti perjuangan Lin Siyun dalam mendirikan rumah sakit bersalin di tengah berkecamuknya perang. Kedekatannya dengan Cheng Ao pun berevolusi dari rivalitas menjadi kemitraan.

Narasi kemudian bergulir ke era 1950-an melalui karakter Yi Yi yang berupaya merintis karier di dunia desain. Kisah ini berlanjut hingga ke masa reformasi ekonomi 1990-an melalui sosok Ye Xining.

Drama ini didukung oleh penampilan Tong Yao, Cheng Lei, Lin Yun, Liu Yijun, Wang Herun, serta Yang Le. Keseluruhan cerita menggarisbawahi ketabahan perempuan dalam beradaptasi dengan perubahan zaman.

4. Fall in Love (2021)

Fall in Love mengambil latar Shanghai tahun 1926 yang penuh gejolak politik dan militer. Serial ini mengusung kisah cinta segitiga antara Mu Wanqing, Tan Xuanlin, dan Xu Guangyao.

Mu Wanqing kembali dari Jepang dengan membawa misi untuk mengungkap tabir kematian sang kakak. Dalam perjalanannya, ia bekerja sama dengan marshal muda Tan Xuanlin untuk menguak berbagai rahasia tersembunyi.

Di tengah proses penyelidikan, kedekatan di antara mereka pun kian intens. Namun, situasi politik yang kacau memaksa mereka untuk memilih di antara cinta, loyalitas persahabatan, serta ambisi pribadi.

Tayangan ini dibintangi oleh Chen Xingxu, Zhang Jingyi, dan Lin Yanjun. Dengan total 36 episode, Fall in Love menjadi salah satu drama era Republik yang paling populer.

5. Love in Flames of War (2022)

Love in Flames of War mengisahkan hubungan antara Lin Hangjing dan Xiao Beichen. Ikatan mereka tumbuh di tengah suasana perang dan ancaman invasi Jepang.

Lin Hangjing merupakan perempuan berbakat yang harus bertahan hidup pasca penahanan ayahnya. Di sisi lain, Xiao Beichen bertransformasi dari seorang pemuda sombong menjadi prajurit yang tangguh.

Pernikahan mereka diawali oleh kondisi yang pelik dan berbagai salah paham. Seiring berjalannya waktu, keduanya belajar untuk saling memahami sambil membela tanah air.

Serial yang diperankan oleh Chen Duling dan Shawn Dou ini terdiri dari 43 episode. Ceritanya memadukan unsur romansa, militer, dan dinamika keluarga dalam latar sejarah Republik Tiongkok.

6. Provoke (2023)

Provoke menawarkan kisah pembalasan dendam yang sarat intrik di Shanghai awal abad ke-20. Tokoh utamanya adalah Jiang Ying, seorang biduan kelab malam yang menyusup ke tengah keluarga konglomerat.

Jiang Ying menikahi Du Jing Chuan sebagai selir demi membalaskan dendam atas kehancuran keluarganya. Akan tetapi, rencananya terusik oleh kehadiran Du Xun Yu yang ternyata juga menyembunyikan identitas aslinya.

Pada awalnya, mereka saling curiga dan berusaha untuk saling menjatuhkan. Perlahan namun pasti, keduanya justru membentuk persekutuan dan jatuh cinta di tengah misi balas dendam tersebut.

Serial dengan 25 episode ini dibintangi oleh Zhao Yiqin, Li Muchen, dan Wang Ruolin. Provoke menyajikan perpaduan suspense, romansa, thriller, dan latar era Republik yang penuh ketegangan.

Bagi penggemar Overdo, enam drama di atas menawarkan atmosfer era Republik yang serupa dengan konflik emosional, percintaan, dan intrik politik yang memikat. Masing-masing menyajikan alur dan karakter kuat yang membuat perjalanan setiap tokohnya layak disimak hingga akhir cerita.

HaurgeulisMedia.co.id – Serial Tiongkok Overdo berhasil mencuri hati para pemirsa berkat kisah romansa menyentuh dengan latar belakang era Republik Tiongkok. Pesona visual para pemeran serta dinamika politiknya menjadi daya tarik utama selama penayangannya.

Tayangan yang diperankan oleh Zhang Linghe dan Wang Churan ini mengombinasikan kisah cinta, aksi, serta perselisihan keluarga. Pengaturan lokasi di Shanghai pada dekade 1920 hingga 1930 juga memberikan atmosfer sejarah yang sangat kuat.

Tingginya popularitas Overdo membuat banyak penonton mencari drama lain dengan nuansa senada. Untungnya, masih tersedia berbagai judul drama era Republik yang menyuguhkan alur cerita tidak kalah menarik.

Mulai dari kisah cinta di tengah peperangan hingga aksi balas dendam yang penuh intrik, berikut enam drama Tiongkok era Republik paling populer yang patut masuk dalam daftar tontonan Anda setelah menuntaskan Overdo.

1. Overdo (2026)

Overdo menuturkan kisah Murong Qingyi, putra dari jenderal perang yang menanggung penderitaan sejak kecil. Ia berjumpa kembali dengan Ren Susu setelah bertahun-tahun terpisah karena tragedi masa lalu.

Pertemuan mereka justru menimbulkan konflik baru saat Ren Susu hadir dengan identitas yang berbeda. Ia kini menjadi tunangan dari sepupu Murong Qingyi, sehingga hubungan keduanya terjebak dalam dilema.

Saat selubung kesalahpahaman mulai terurai, ancaman terhadap negara datang menghadang. Murong Qingyi dan Ren Susu akhirnya bersatu melawan musuh demi melindungi orang-orang yang mereka cintai.

Drama sepanjang 33 episode ini dibintangi oleh Zhang Linghe dan Wang Churan. Overdo tersedia dengan terjemahan bahasa Indonesia di WeTV dan mengombinasikan romansa, aksi, serta sejarah era Republik.

2. Silent Tides (2025)

Silent Tides mengambil latar Makau pada masa Perang Dunia II. Ceritanya mengikuti perjuangan komunitas Tionghoa menghadapi tekanan intelijen Jepang melalui strategi finansial dan operasi rahasia.

Tokoh utama He Xian mulanya hanya ingin hidup tenang bersama keluarganya. Namun, situasi berubah saat Makau menjadi pusat aktivitas mata-mata internasional.

Bersama para pejuang patriotik, He Xian memimpin berbagai operasi ekonomi untuk melemahkan kekuatan Jepang. Mereka mengacaukan perdagangan, logistik, serta jalur keuangan musuh tanpa harus angkat senjata.

Drama yang dibintangi oleh Ren Jialun dan Lan Yingying ini terdiri dari 38 episode. Silent Tides tayang di iQIYI dan CCTV-1 dengan nuansa sejarah yang kuat.

3. Footprints of Change (2025)

Footprints of Change menghadirkan kisah tiga generasi perempuan tangguh yang hidup di masa berbeda. Seluruh perjalanan hidup mereka terhubung oleh sebuah rumah tua di Shanghai.

Generasi pertama mengikuti perjuangan Lin Siyun dalam membuka rumah sakit bersalin di tengah perang. Hubungannya dengan Cheng Ao berkembang dari permusuhan menjadi kerja sama.

Pos terkait