HaurgeulisMedia.co.id – Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Jawa Timur mendesak Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, untuk mengkaji kembali kebijakan Kerja dari Rumah (WFH) bagi pegawai negeri sipil (ASN) yang ditetapkan setiap hari Rabu.
Anggota Fraksi PDIP DPRD Jatim, Yordan M. Batara-Goa, berpendapat bahwa kebijakan tersebut berpotensi tidak efektif dalam menghemat bahan bakar minyak (BBM) dan belum sepenuhnya sejalan dengan kebijakan yang tengah dibahas di tingkat pusat.
Baca juga: Cara Tepat Mengajukan Klaim Asuransi Mobil Akibat Banjir
Ia mengapresiasi upaya penghematan energi melalui penerapan WFH, namun berpendapat bahwa penentuan hari pelaksanaannya semestinya berlandaskan pada data pergerakan masyarakat agar hasilnya lebih optimal.
Selain itu, Yordan menilai pelaksanaan WFH di pertengahan minggu dapat mengacaukan alur kerja birokrasi. Pola kerja yang terputus-putus dinilai berisiko menghambat sinergi antar unit kerja perangkat daerah.
âÂÅAlur kerja menjadi tidak tersambung. Koordinasi yang semestinya tuntas dalam satu rangkaian hari kerja bisa molor atau perlu diulang,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti kemungkinan ketidakselarasan antara arahan pemerintah pusat dan daerah. Perbedaan aturan WFH dinilai dapat mempersulit kegiatan yang menuntut kehadiran ASN secara bersamaan.
Di sisi lain, Yordan mengingatkan adanya implikasi lanjutan terhadap aktivitas ekonomi di sekitar kawasan perkantoran, seperti usaha kecil, transportasi, dan layanan pendukung yang berisiko mengalami penurunan kegiatan.
Menurutnya, alasan untuk menghindari libur panjang tidak sepatutnya menjadi pertimbangan utama dalam merumuskan kebijakan. Pemantauan ASN tetap dapat dilaksanakan dengan memanfaatkan teknologi seperti sistem pelacakan berbasis lokasi.
Oleh karena itu, DPRD Jawa Timur mendorong pemerintah provinsi untuk melakukan evaluasi komprehensif dengan mempertimbangkan data pergerakan, penggunaan energi, serta kesesuaian dengan kebijakan nasional.
âÂÅKami tidak menentang WFH, namun pelaksanaannya harus tepat sasaran agar tujuan penghematan benar-benar tercapai dan tidak menimbulkan efek sebaliknya,” pungkas Yordan.





