Camat Cantigi Sambut Mahasiswa KKN, Ini Pesan Pentingnya

Camat Cantigi Sambut Mahasiswa KKN, Ini Pesan Pentingnya
Camat Cantigi Sambut Mahasiswa KKN, Ini Pesan Pentingnya

Suasana aula Kantor Kecamatan Cantigi tampak berbeda pada Senin (12/1/2026). Semangat kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintahan desa mulai terasa kental. Camat Cantigi sambut mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) Tematik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) secara resmi dalam sebuah upacara penerimaan yang hangat dan penuh harapan.

Momentum ini menjadi titik awal bagi para mahasiswa untuk terjun langsung ke masyarakat. Acara penyambutan tersebut dipimpin langsung oleh Camat Cantigi, Dedeh Nurjanah Fitria, S.IP., yang didampingi oleh Sekretaris Kecamatan (Sekmat) serta jajaran Muspika lainnya. Kehadiran mereka menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap program pengabdian masyarakat ini.

Read More

Apa Itu Penerimaan KKN di Cantigi? Penerimaan mahasiswa KKN di Kecamatan Cantigi adalah agenda resmi pemerintah kecamatan untuk menyambut dan menyerahkan tanggung jawab pengabdian mahasiswa Unpad ke desa-desa tujuan. Kegiatan ini bertujuan menyinergikan program akademik kampus dengan kebutuhan riil pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa di wilayah Cantigi.

Sinergi Intelektual Muda dan Kearifan Lokal

Dalam pidato sambutannya, Dedeh Nurjanah Fitria tidak menyembunyikan rasa bangganya. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada Universitas Padjadjaran yang telah memilih Kecamatan Cantigi sebagai lokasi fokus KKN Tematik tahun ini.

Menurut Dedeh, kehadiran para intelektual muda ini bukan sekadar formalitas akademik. Lebih dari itu, kehadiran mahasiswa dianggap sebagai angin segar yang mampu membawa solusi konkret. Warga desa membutuhkan perspektif baru untuk memecahkan tantangan yang ada, dan mahasiswa diharapkan mampu mengisi peran tersebut dengan ilmu yang telah mereka pelajari.

Namun, Camat Dedeh juga memberikan catatan penting yang harus digarisbawahi oleh seluruh peserta. Ia menekankan bahwa kecerdasan akademik harus dibarengi dengan kecerdasan sosial.

“Kunci keberhasilan program pengabdian terletak pada kemampuan berkomunikasi. Adik-adik mahasiswa harus mampu menjaga hubungan baik dengan warga desa dan beradaptasi cepat dengan lingkungan baru,” pesan Dedeh.

Adaptasi Adalah Kunci

Pesan sang Camat sangat jelas: Adaptasi. Masuk ke lingkungan baru dengan budaya dan kearifan lokal yang mungkin berbeda dengan kehidupan kampus memerlukan pendekatan yang luwes. Mahasiswa diminta untuk “membumi”, membaur, dan memahami denyut nadi kehidupan masyarakat Cantigi agar program kerja yang disusun benar-benar tepat sasaran.

Sebaran Lokasi: 5 Desa Sasaran KKN

Para mahasiswa Unpad ini tidak akan menumpuk di satu lokasi, melainkan disebar secara strategis untuk memastikan pemerataan manfaat. Berdasarkan data dari pihak kecamatan, terdapat lima desa yang menjadi lokasi fokus pengabdian kali ini.

Penyebaran ini diharapkan dapat menyentuh aspek kebutuhan mendasar masyarakat secara merata. Berikut adalah daftar desa yang menjadi tuan rumah bagi para mahasiswa:

  • Desa Cantigi Kulon

  • Desa Cemara

  • Desa Lamaran Tarung

  • Desa Panyingkiran Kidul

  • Desa Panyingkiran Lor

Setiap desa memiliki karakteristik dan potensinya masing-masing. Tugas para mahasiswa adalah memetakan potensi tersebut dan mengemasnya menjadi sebuah program yang berdampak positif.

Harapan Program yang Berkelanjutan

Pemerintah Kecamatan Cantigi menaruh harapan besar agar kolaborasi ini tidak berhenti pada laporan tertulis semata. Dedeh Nurjanah Fitria mendorong para peserta KKN untuk menelurkan ide-ide yang tidak hanya kreatif dan inovatif, tetapi juga positif dan berkelanjutan.

Program kerja yang dirancang diharapkan dapat terus berjalan dan dimanfaatkan oleh warga desa bahkan setelah masa tugas mahasiswa berakhir. “Jadilah jembatan perubahan,” ujar Camat Dedeh, menyemangati para mahasiswa untuk meninggalkan jejak kebaikan yang nyata (legacy) bagi warga Cantigi.

Pihak mahasiswa sendiri menyambut tantangan ini dengan antusias. Perwakilan mahasiswa menyatakan komitmen mereka untuk segera berkolaborasi dengan perangkat desa, tokoh masyarakat, dan pemuda setempat. Langkah awal mereka adalah melakukan pemetaan potensi desa guna menyusun program yang selaras dengan tema besar KKN Tematik Unpad tahun ini.

Dukungan Keamanan dari Muspika

Selain aspek akademik dan pemerintahan, faktor keamanan juga menjadi prioritas utama. Hal ini terlihat dari hadirnya unsur pimpinan kecamatan secara lengkap dalam acara penyambutan. Perwakilan dari Polsek Cantigi dan Koramil 1602/Sindang turut hadir memberikan dukungan moral.

Kehadiran TNI dan Polri dalam acara ini bukan sekadar tamu undangan. Ini adalah bentuk jaminan keamanan dan ketertiban bagi para mahasiswa selama menjalankan aktivitas di lapangan. Sinergitas antarinstansi ini menunjukkan bahwa seluruh elemen di Kecamatan Cantigi siap mendukung kesuksesan program pendidikan ini.

Acara penyambutan yang berlangsung khidmat tersebut ditutup dengan sesi ramah tamah yang cair. Momen foto bersama antara Camat, jajaran Muspika, dan seluruh mahasiswa KKN Unpad menjadi simbol dimulainya babak baru kolaborasi akademisi dan pemerintah daerah. Warga Cantigi kini menanti karya nyata dari tangan-tangan terampil mahasiswa Unpad untuk memajukan desa mereka.

Related posts