Beasiswa Patriot Segera Hadir, Kementrans Jalin Kerja Sama dengan UI dan ITS

Beasiswa Patriot Segera Hadir, Kementrans Jalin Kerja Sama dengan UI dan ITS

HaurgeulisMedia.co.id – Kementerian Transmigrasi (Kementrans) berencana meluncurkan program Beasiswa Patriot pada bulan depan. Program ini menargetkan 1.000 hingga 1.100 mahasiswa terpilih dari tujuh perguruan tinggi negeri ternama di Indonesia.

Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, mengumumkan bahwa ketujuh perguruan tinggi mitra tersebut adalah Universitas Indonesia (UI), IPB University, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (UNPAD), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS).

Bacaan Lainnya

Tujuan utama dari program ini adalah untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang tidak hanya unggul, tetapi “sangat unggul”. Hal ini disampaikan oleh M. Iftitah Sulaiman Suryanagara dalam keterangan persnya di Jakarta pada Minggu malam, 18 Januari 2026.

Proses seleksi bagi calon penerima beasiswa masih dalam tahap finalisasi. Berdasarkan rancangan awal, calon peserta harus terlebih dahulu dinyatakan lolos seleksi penerimaan di salah satu dari tujuh universitas mitra tersebut.

Baca juga: Pelda Sulaeman Kawal Ketahanan Pangan Petani Panen Padi Majasih

Setelah berhasil diterima di perguruan tinggi pilihan, calon penerima beasiswa akan mengikuti tes pusat yang diselenggarakan oleh Kementrans. Tes ini akan fokus pada penilaian psikologis para pendaftar.

Selain tes psikologi, Kementrans juga akan mengevaluasi peta jalan (roadmap) dan rencana jenjang karir yang disusun oleh calon peserta. Hal ini penting untuk memastikan bahwa para penerima beasiswa memiliki visi yang jelas mengenai kontribusi mereka di masa depan.

“Kami ingin mendapatkan sumber daya manusia yang betul-betul nanti bisa diharapkan ikut memberikan perubahan yang lebih baik (bagi masyarakat transmigran),” tegas Iftitah, menekankan pentingnya keselarasan visi antara peserta dan tujuan program.

Para penerima Beasiswa Patriot akan menempuh pendidikan di tiga Kampus Patriot yang tengah disiapkan oleh Kementrans. Kampus-kampus ini berlokasi di Batam, Kepulauan Riau; Mamuju, Sulawesi Barat; dan Merauke, Papua Selatan.

Pemilihan ketiga lokasi tersebut didasarkan pada potensi ekonomi yang beragam. Batam dipilih karena memiliki potensi pengembangan di sektor industri, perikanan, dan kelautan. Mamuju dinilai unggul dalam pengembangan industri logam tanah jarang (rare-earth metals) serta sektor pertanian.

Sementara itu, Merauke menawarkan peluang besar untuk pengembangan sektor pertanian, peternakan, perkebunan, dan perikanan. Keberagaman potensi ini diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang kaya dan relevan bagi para penerima beasiswa.

Saat ini, Kementrans sedang berupaya keras untuk menyelesaikan detail teknis program beasiswa ini. Mengingat jadwal peluncuran yang semakin dekat, pembahasan intensif sedang dilakukan.

“Nanti akan kami diskusikan lebih intens terkait dengan program studi, insentif, juga syarat-syarat yang harus dipenuhi, kemudian juga nanti langkah-langkah selanjutnya, yang pasti akan kami launching (luncurkan) pada bulan depan, Insyaallah,” pungkas Iftitah, menunjukkan optimisme terhadap kelancaran peluncuran program.

Pos terkait