Digitalisasi pendidikan kini bukan lagi sekadar wacana, melainkan sebuah kebutuhan mendesak yang mulai direalisasikan secara nyata di berbagai daerah. Langkah konkret ini terlihat jelas di UPTD SDN Sukahati yang baru saja mendapatkan momentum berharga dalam peningkatan sarana prasarana sekolah.
Tepat pada hari Kamis, 4 Desember 2025, sekolah ini resmi menerima bantuan Interactive Flat Panel (IFP). Perangkat canggih ini merupakan bantuan langsung dari Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memajukan teknologi pendidikan di tingkat dasar.
Kedatangan alat ini tidak hanya menjadi simbol modernisasi, tetapi juga membawa harapan baru bagi para guru dan siswa untuk menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, menyenangkan, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Kronologi Kedatangan Bantuan Teknologi Pendidikan
Suasana sore di lingkungan UPTD SDN Sukahati tampak berbeda dari biasanya. Sekitar pukul 15.40 WIB, sebuah paket berukuran besar tiba di gerbang sekolah. Paket tersebut diantar menggunakan jasa pengiriman JNE yang dipercaya untuk mendistribusikan perangkat vital negara ini.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, proses serah terima dilakukan secara langsung dan profesional. H. Kambon Suherman, S.Pd., M.M., selaku pengelola sarana dan prasarana sekolah, menjadi perwakilan yang menerima paket perangkat tersebut. Pemeriksaan awal segera dilakukan untuk memastikan bahwa bantuan Interactive Flat Panel tersebut tiba dalam kondisi aman dan siap untuk diinstalasi.
Kecepatan dan ketepatan distribusi bantuan ini menunjukkan keseriusan pemerintah pusat dalam memastikan setiap sekolah, terlepas dari lokasinya, mendapatkan akses yang setara terhadap fasilitas pendidikan berkualitas.
Respons Pihak Sekolah: Amanah Besar untuk Pendidikan
Penerimaan perangkat teknologi mutakhir ini disambut dengan sukacita dan rasa syukur yang mendalam oleh seluruh warga sekolah. Plt. Kepala Sekolah UPTD SDN Sukahati, Ade Darsono, S.Pd., tidak dapat menyembunyikan kegembiraannya.
Dalam keterangannya, Ade menegaskan bahwa bantuan ini bukan sekadar barang elektronik, melainkan sebuah amanah yang harus dijaga dan dimanfaatkan sebaik mungkin.
“Alhamdulillah, ini merupakan amanah dan anugerah yang luar biasa bagi sekolah kami. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian Bapak Presiden Prabowo kepada dunia pendidikan, khususnya bagi sekolah kami,” ungkap Ade Darsono dengan penuh antusias.
Lebih lanjut, beliau berharap agar seluruh dewan guru dapat segera beradaptasi dengan teknologi baru ini. Tujuannya jelas, yaitu agar perangkat bantuan Interactive Flat Panel ini dapat beroperasi secara optimal untuk mendukung kegiatan belajar mengajar (KBM) setiap harinya.
Mengenal Apa Itu Interactive Flat Panel (IFP)?
Bagi sebagian orang tua murid atau masyarakat umum, istilah Interactive Flat Panel mungkin masih terdengar asing. Namun, dalam dunia teknologi pendidikan modern, alat ini adalah game changer.
Secara sederhana, Interactive Flat Panel (IFP) adalah layar sentuh berukuran besar yang berfungsi layaknya gabungan antara papan tulis tradisional, proyektor, dan komputer tablet raksasa. Berbeda dengan proyektor konvensional yang memerlukan pencahayaan redup dan sering kali memiliki tampilan buram, IFP menawarkan resolusi tinggi dengan kecerahan yang dapat menyesuaikan kondisi ruangan.
Fitur Utama IFP yang Mendukung Pembelajaran
-
Layar Sentuh Multi-Touch: Memungkinkan beberapa siswa menulis atau menggambar di layar secara bersamaan.
-
Konektivitas Nirkabel: Guru dapat menampilkan materi dari laptop atau smartphone langsung ke layar tanpa kabel yang rumit.
-
Sistem Operasi Terintegrasi: Biasanya dilengkapi dengan Android atau Windows, sehingga bisa mengunduh aplikasi edukasi langsung di perangkat.
-
Visualisasi 4K: Menampilkan gambar dan video pembelajaran dengan detail yang sangat tajam.
Dengan spesifikasi tersebut, bantuan Interactive Flat Panel dari Presiden ini jelas merupakan lompatan teknologi yang signifikan bagi UPTD SDN Sukahati.
Manfaat IFP dalam Transformasi Pembelajaran di SD
Penerapan teknologi dalam kelas bukan hanya soal gaya-gayaan, melainkan soal efektivitas. Kehadiran IFP di UPTD SDN Sukahati diprediksi akan mengubah pola interaksi antara guru dan siswa secara drastis. Berikut adalah beberapa manfaat utama yang diharapkan:
1. Meningkatkan Keterlibatan Siswa (Student Engagement)
Anak-anak usia sekolah dasar adalah generasi digital native. Mereka lebih tertarik pada visual yang bergerak dan interaktif dibandingkan teks statis di papan tulis kapur. Dengan IFP, guru dapat membuat kuis interaktif, memutar video edukasi, atau melakukan simulasi sains yang membuat siswa lebih antusias memperhatikan pelajaran.
2. Efisiensi Waktu Mengajar
Guru tidak perlu lagi menghabiskan waktu menulis materi panjang di papan tulis dan menghapusnya kembali. Materi ajar dapat disiapkan dalam bentuk file digital (PPT, PDF, atau Video) dan langsung ditampilkan. Waktu yang tersisa dapat digunakan untuk diskusi dan tanya jawab yang lebih mendalam.
3. Akses Sumber Belajar Tanpa Batas
Karena perangkat ini terhubung dengan internet, guru di SDN Sukahati kini dapat mengakses jutaan sumber belajar global. Mulai dari peta dunia interaktif, tur museum virtual, hingga video eksperimen sains, semuanya bisa dihadirkan di depan kelas hanya dengan sentuhan jari.
Tantangan dan Strategi Implementasi
Meskipun bantuan Interactive Flat Panel membawa banyak potensi positif, tantangan terbesar biasanya terletak pada sumber daya manusia (SDM). Sebuah alat canggih hanya akan berguna jika penggunanya mampu mengoperasikannya dengan baik.
Menyadari hal ini, pihak sekolah perlu segera menyusun strategi implementasi, antara lain:
-
Pelatihan Guru (Workshop): Mengadakan pelatihan intensif bagi para guru mengenai cara penggunaan fitur-fitur dasar hingga tingkat lanjut dari IFP.
-
Perawatan Perangkat: Menunjuk tim khusus atau penanggung jawab untuk memastikan kebersihan dan keamanan perangkat, mengingat harga IFP yang cukup mahal.
-
Integrasi Kurikulum: Memastikan materi ajar yang dibuat selaras dengan kemampuan perangkat, sehingga fitur interaktifnya benar-benar terpakai, bukan hanya dijadikan sebagai layar penampil biasa.
Ade Darsono selaku Plt. Kepala Sekolah juga menekankan pentingnya adaptasi ini. “Semoga perangkat IFP ini membawa manfaat besar dan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, terutama dalam mendukung penerapan teknologi pendidikan di era digital,” tambahnya.
Komitmen Pemerintah di Era Presiden Prabowo
Distribusi bantuan Interactive Flat Panel ke sekolah-sekolah dasar seperti SDN Sukahati merupakan bukti nyata dari visi pemerintahan Presiden Prabowo dalam membangun infrastruktur pendidikan yang merata.
Di era Revolusi Industri 4.0 dan menyongsong Society 5.0, literasi digital menjadi kompetensi wajib. Pemerintah menyadari bahwa ketimpangan teknologi antara sekolah di kota besar dan daerah harus segera dipangkas. Dengan memberikan akses teknologi yang sama, diharapkan kualitas lulusan SD di seluruh Indonesia memiliki standar kompetensi yang setara.
Langkah ini juga sejalan dengan program nasional untuk mencetak generasi emas Indonesia yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga melek teknologi dan siap bersaing di kancah global.
Optimisme Menuju Sekolah Berbasis Digital
Dengan telah diterimanya perangkat ini, UPTD SDN Sukahati kini melangkah ke babak baru. Optimisme menyelimuti seluruh elemen sekolah. Kualitas proses belajar mengajar diyakini akan meningkat pesat, memberikan pengalaman belajar yang jauh lebih efektif, inovatif, dan menyenangkan bagi peserta didik.
Siswa tidak lagi hanya menjadi pendengar pasif, tetapi bisa menjadi partisipan aktif yang berinteraksi langsung dengan materi ajar melalui layar teknologi tersebut.
Sebagai penutup, bantuan Interactive Flat Panel ini adalah stimulus awal. Keberhasilan sesungguhnya akan ditentukan oleh kreativitas guru dan semangat siswa dalam memanfaatkannya. Semoga SDN Sukahati dapat menjadi contoh sukses bagi sekolah-sekolah lain dalam mengimplementasikan digitalisasi pendidikan yang efektif dan berdampak.





