HaurgeulisMedia.co.id – Sebuah insiden kebakaran hebat melanda sebuah toko kelontong di Desa Karangtumaritis, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Api dengan cepat melalap bangunan dan seluruh isinya, menyebabkan kerugian materiel yang signifikan.
Menurut informasi yang dihimpun, peristiwa tragis ini terjadi akibat kompor yang menyambar bensin eceran yang disimpan di dalam toko. Kebakaran dilaporkan bermula pada hari [tanggal kejadian, jika ada di sumber asli], sekitar pukul [waktu kejadian, jika ada di sumber asli].
Api diduga berasal dari aktivitas memasak di dalam toko. Ketika kompor menyala, percikan api kemungkinan besar mengenai wadah berisi bensin eceran, yang memang banyak diperjualbelikan di toko kelontong sebagai tambahan pendapatan.
Sifat bensin yang mudah terbakar seketika membuat api membesar dengan cepat. Petugas pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Indramayu segera mendatangi lokasi kejadian setelah menerima laporan.
Baca juga: Pelda Sulaeman Dampingi Petani Panen Padi Majasih, TNI Kawal Ketahanan Pangan
Upaya pemadaman dilakukan dengan sigap oleh tim pemadam. Namun, besarnya api dan bahan mudah terbakar yang ada di dalam toko membuat proses pemadaman menjadi tantangan tersendiri.
Petugas harus bekerja ekstra keras untuk menjinakkan kobaran api agar tidak merembet ke bangunan lain di sekitarnya. Beruntung, berkat kesigapan petugas, api berhasil dikuasai setelah beberapa waktu.
Meskipun api berhasil dipadamkan, bangunan toko kelontong tersebut dilaporkan hangus tak bersisa. Seluruh barang dagangan dan inventaris toko ludes dilalap si jago merah.
Pemilik toko, yang identitasnya belum dirilis secara resmi, diperkirakan mengalami kerugian ratusan juta rupiah. Kerugian ini meliputi bangunan toko, seluruh stok barang dagangan, serta peralatan yang ada di dalamnya.
Pihak kepolisian dari Polsek Haurgeulis telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk menyelidiki lebih lanjut penyebab pasti kebakaran. Petugas mengumpulkan keterangan dari saksi mata dan melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.
Pemeriksaan awal mengarah pada dugaan bahwa kelalaian dalam penyimpanan bahan mudah terbakar, seperti bensin eceran, menjadi faktor utama pemicu kebakaran.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama bagi para pedagang yang menyimpan stok barang dagangan yang mudah terbakar.
Penyimpanan bahan bakar seperti bensin eceran sebaiknya dilakukan di tempat yang aman dan terpisah dari sumber api atau area aktivitas memasak.
Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam penggunaan kompor dan memastikan tidak ada bahan mudah terbakar di dekat area memasak.
Kebakaran toko kelontong di Haurgeulis ini diharapkan dapat menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak agar lebih sadar akan pentingnya mitigasi risiko kebakaran dalam kehidupan sehari-hari.





