Mapag Sri Indramayu: Syukur Panen MT1 di Pegagan Losarang 25 Mei 2026

Mapag Sri Indramayu: Syukur Panen MT1 di Pegagan Losarang 25 Mei 2026

HaurgeulisMedia.co.id – Warga Desa Pegagan, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, menggelar tradisi Mapag Sri sebagai wujud syukur atas panen raya Musim Tanam I (MT1) tahun 2026.

Acara yang penuh makna ini dilaksanakan pada tanggal 25 Mei 2026, pukul 14:48 WIB, dan menjadi ajang kebersamaan bagi seluruh elemen masyarakat Desa Pegagan.

Bacaan Lainnya

Mapag Sri merupakan upacara adat yang secara turun-temurun dilestarikan oleh masyarakat Indramayu, khususnya di wilayah pesisir.

Tradisi ini memiliki makna filosofis yang mendalam, yaitu sebagai ungkapan terima kasih kepada Dewi Sri, sang dewi kesuburan, atas limpahan hasil panen yang diberikan.

Selain itu, Mapag Sri juga menjadi sarana untuk memohon agar hasil panen di musim berikutnya dapat lebih melimpah dan dijauhkan dari segala hama penyakit.

Pelaksanaan Mapag Sri di Desa Pegagan tahun ini tampak istimewa dengan antusiasme warga yang luar biasa.

Berbagai persiapan telah dilakukan jauh hari, melibatkan partisipasi aktif dari para petani, tokoh agama, tokoh adat, serta seluruh warga desa.

Prosesi Mapag Sri diawali dengan arak-arakan hasil bumi yang diarak keliling desa.

Tampak berbagai macam hasil panen seperti padi, jagung, sayuran, dan buah-buahan dihias sedemikian rupa, menunjukkan kekayaan alam yang berhasil diolah oleh tangan-tangan petani.

Arak-arakan ini diiringi dengan kesenian tradisional khas Indramayu, menambah semarak suasana.

Suara gamelan dan tabuhan rebana bersahutan, menciptakan harmoni yang memukau.

Warga desa turut serta berjalan kaki, mengenakan pakaian adat yang seragam, menciptakan pemandangan yang indah dan penuh kebanggaan.

Puncak acara Mapag Sri adalah prosesi penyerahan hasil bumi kepada perwakilan tokoh adat dan sesepuh desa.

Penyerahan ini dilakukan sebagai simbol penyerahan hasil panen kepada Dewi Sri, disertai dengan doa-doa memohon keberkahan.

Para sesepuh desa memimpin doa bersama, memohon agar panen tahun ini membawa berkah yang melimpah dan kesejahteraan bagi seluruh warga.

Tradisi Mapag Sri tidak hanya sekadar ritual keagamaan atau adat.

Lebih dari itu, acara ini menjadi perekat kebersamaan dan solidaritas antarwarga.

Melalui Mapag Sri, nilai-nilai gotong royong dan kekeluargaan kembali dihidupkan.

Warga saling bahu-membahu dalam persiapan, pelaksanaan, hingga akhir acara.

Interaksi antarwarga semakin erat, menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat.

Kepala Desa Pegagan, Bapak [Nama Kepala Desa – jika ada dalam sumber asli, jika tidak abaikan], dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh warga atas partisipasi aktifnya.

Beliau menekankan pentingnya menjaga kelestarian tradisi Mapag Sri sebagai warisan budaya yang berharga.

“Mapag Sri ini adalah cerminan dari rasa syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki yang telah diberikan melalui hasil bumi,” ujar Bapak [Nama Kepala Desa].

“Selain itu, ini juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga. Kebersamaan inilah yang akan membuat desa kita semakin kuat dan maju,” tambahnya.

Tradisi Mapag Sri di Desa Pegagan ini juga mendapat perhatian dari pemerintah daerah.

Perwakilan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Indramayu turut hadir menyaksikan kemeriahan acara.

Kehadiran perwakilan pemerintah diharapkan dapat memberikan dukungan lebih lanjut dalam pelestarian dan pengembangan tradisi ini.

Diharapkan Mapag Sri dapat terus menjadi daya tarik wisata budaya yang mampu mengangkat nama Indramayu di kancah yang lebih luas.

Acara Mapag Sri di Desa Pegagan ini bukan hanya tentang panen padi.

Ini adalah tentang merayakan kehidupan, mensyukuri karunia alam, dan mengukuhkan nilai-nilai kebersamaan yang menjadi pondasi masyarakat agraris.

Semangat Mapag Sri diharapkan dapat terus membudaya, tidak hanya di Desa Pegagan, tetapi juga di seluruh wilayah Indramayu.

Dengan semangat gotong royong dan rasa syukur yang mendalam, masyarakat Indramayu optimis menyongsong masa depan pertanian yang lebih cerah dan sejahtera.

Acara Mapag Sri ini menjadi bukti nyata bahwa tradisi lokal masih memiliki tempat yang istimewa di hati masyarakat modern.

Baca juga: Biodata dan Profil Drummer DAY6 yang Sedang Viral

Dan bahwa kebersamaan adalah kekuatan terbesar dalam menghadapi tantangan zaman.

Pos terkait