HaurgeulisMedia.co.id – Di tengah geliat pembangunan yang terus berjalan di Kabupaten Indramayu, masih ada warga yang harus bertahan hidup dalam kondisi memprihatinkan.
Kisah pilu datang dari Desa Jangga, Kecamatan Losarang, di mana empat bersaudara harus berbagi atap di sebuah rumah yang kondisinya sangat tidak layak huni.
Rumah berdinding bilik bambu yang sudah lapuk dan berlubang menjadi saksi bisu perjuangan mereka sehari-hari.
Atap rumah yang terbuat dari asbes bocor di sana-sini, membuat mereka terpaksa menampung air hujan saat musim penghujan tiba.
Kondisi lantai tanah yang lembab menambah deretan ketidaklayakan hunian tersebut.
Keempat bersaudara ini, yang namanya tidak disebutkan demi menjaga privasi mereka, hidup dalam keterbatasan yang sangat mendalam.
Mereka mengungkapkan harapan besar agar pemerintah daerah dapat memberikan perhatian dan bantuan untuk memperbaiki tempat tinggal mereka.
Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui dinas terkait diharapkan dapat segera menindaklanjuti kondisi memprihatinkan ini.
Bantuan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) menjadi prioritas utama yang sangat dinantikan oleh keluarga ini.
Kondisi rumah yang buruk tidak hanya mengancam kenyamanan, tetapi juga berpotensi membahayakan kesehatan penghuninya.
Udara yang pengap, kelembaban tinggi, dan sanitasi yang buruk dapat menjadi sarang berbagai penyakit.
Keempat bersaudara ini telah berjuang keras untuk bertahan hidup di tengah keterbatasan yang ada.
Mereka tidak memiliki pilihan lain selain menempati rumah tersebut karena tidak mampu membangun atau memperbaiki sendiri.
Baca juga: Skandal Tanah Proyek Jangga–Terisi: Ketua IWOI Indramayu Desak Aparat
Setiap hari, mereka harus menghadapi realitas pahit dari kondisi tempat tinggal yang jauh dari kata layak.
Harapan mereka tertuju pada program-program bantuan dari pemerintah yang memang ditujukan untuk masyarakat kurang mampu.
Melalui pemberitaan ini, diharapkan kesadaran publik dan pemerintah akan kondisi mereka semakin meningkat.
Kisah dari Jangga Losarang ini menjadi pengingat bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh pemerintah daerah.
Pembangunan fisik memang penting, namun kesejahteraan masyarakat, terutama yang paling rentan, harus menjadi prioritas utama.
Bantuan yang tepat sasaran dan cepat tanggap akan sangat berarti bagi kehidupan keluarga ini.
Mereka sangat membutuhkan uluran tangan untuk dapat memiliki tempat tinggal yang aman, sehat, dan layak.
Harapan agar tahun ini menjadi titik balik perbaikan nasib mereka.
Kisah ini juga menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih peduli terhadap sesama.
Meskipun tidak dapat secara langsung memberikan bantuan materiil, dukungan moral dan penyebaran informasi dapat membantu menyuarakan kebutuhan mereka.
Semoga pemerintah Kabupaten Indramayu dapat segera merespon dan memberikan solusi nyata bagi keempat bersaudara di Desa Jangga, Losarang ini.





