HaurgeulisMedia.co.id – Dedi Mulyadi, seorang tokoh yang dikenal aktif dalam pelestarian budaya Sunda, baru-baru ini membagikan pengalaman mendalamnya mengenai tantangan yang dihadapi saat mengangkat khazanah budaya Sunda. Pengakuan ini disampaikan di hadapan ribuan warga Cirebon yang hadir dalam acara peringatan Milangkala Tatar Sunda 2026 di Kota Cirebon.
Acara yang seharusnya menjadi perayaan semata, justru bertransformasi menjadi sebuah momen refleksi yang menyentuh hati. Dedi Mulyadi tidak hanya berbicara tentang keindahan seni dan tradisi Sunda, tetapi juga mengungkap sisi lain dari perjuangannya yang penuh liku.
Ia menggambarkan betapa tidak mudahnya menjaga dan mempromosikan warisan budaya leluhur di tengah arus modernisasi yang kian deras. Tekanan yang dirasakan, baik dari internal maupun eksternal, kerap kali menjadi ujian tersendiri.
“Banyak orang melihat kesenian Sunda itu indah, megah. Tapi mereka tidak tahu di balik itu ada perjuangan yang luar biasa,” ujar Dedi Mulyadi, nadanya terdengar penuh penghayatan.
Ia menambahkan bahwa menjaga keaslian budaya membutuhkan komitmen kuat dan kesabaran yang tiada batas. Seringkali, upaya ini dihadapkan pada berbagai kendala, mulai dari minimnya apresiasi, tantangan finansial, hingga resistensi dari pihak-pihak yang kurang memahami esensi pelestarian budaya.
Ribuan warga Cirebon yang memadati lokasi acara mendengarkan dengan saksama setiap kata yang diucapkan Dedi Mulyadi. Suasana hening dan penuh haru menyelimuti auditorium, menandakan betapa dalamnya pesan yang disampaikan.
Banyak yang terdiam, merenungkan perjalanan panjang Dedi Mulyadi dalam upaya mengangkat kembali martabat budaya Sunda. Pengalaman pahit manisnya dalam memperjuangkan identitas budaya menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Dedi Mulyadi juga menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pelestarian budaya. Menurutnya, tanpa regenerasi yang kuat, budaya Sunda berisiko terlupakan seiring berjalannya waktu.
“Generasi muda adalah kunci masa depan budaya kita. Mereka harus diajak untuk mencintai dan bangga dengan warisan nenek moyang,” tegasnya.
Ia berharap, pengalamannya ini dapat menjadi cambuk bagi semua pihak untuk lebih peduli dan berperan aktif dalam menjaga kekayaan budaya Sunda. Acara peringatan Milangkala Tatar Sunda 2026 di Cirebon ini bukan hanya sekadar seremoni, tetapi menjadi pengingat akan tanggung jawab kolektif kita terhadap warisan budaya.
Lebih lanjut, Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa perjalanan panjang dalam mengangkat budaya Sunda ini seringkali membuatnya merasa sendirian dalam menghadapi berbagai rintangan. Namun, ia tak pernah menyerah.
Semangatnya untuk melestarikan warisan leluhur menjadi bahan bakar utama dalam setiap langkahnya. Ia percaya bahwa setiap usaha, sekecil apapun, akan memberikan dampak positif bagi keberlangsungan budaya Sunda.
Baca juga: Jadwal Tayang dan Bocoran WU The Series Episode 2 Subtitle Indonesia
Tatapan ribuan warga yang tertuju padanya menunjukkan adanya resonansi emosional yang kuat. Banyak yang merasa tergerak untuk turut serta dalam upaya pelestarian budaya setelah mendengar penuturan Dedi Mulyadi.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan komunitas budaya. Sinergi semacam ini dinilai krusial untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan budaya Sunda.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Pelestarian budaya adalah tanggung jawab kita bersama,” katanya dengan nada penuh keyakinan.
Acara tersebut juga menjadi ajang untuk menampilkan berbagai kesenian Sunda yang memukau. Mulai dari tarian tradisional yang anggun, alunan musik degung yang merdu, hingga pertunjukan wayang golek yang sarat makna.
Namun, di balik kemeriahan penampilan seni tersebut, terselip cerita perjuangan yang dibagikan oleh Dedi Mulyadi, yang membuat suasana semakin khidmat.
Ia bercerita tentang bagaimana ia harus menghadapi berbagai kritik dan pandangan skeptis di awal perjalanannya. Ada yang menganggap usahanya sebagai sesuatu yang tidak relevan dengan perkembangan zaman.
Namun, Dedi Mulyadi dengan gigih membuktikan bahwa budaya Sunda memiliki nilai universal dan relevansi yang tinggi di era modern ini. Ia berupaya mengemasnya agar lebih menarik dan dapat diterima oleh berbagai kalangan.
Kata-kata Dedi Mulyadi seolah menjadi pengingat bagi seluruh hadirin tentang pentingnya menjaga akar jati diri bangsa. Budaya Sunda, dengan segala kekayaan dan keunikannya, adalah bagian tak terpisahkan dari identitas Indonesia.
Malam peringatan Milangkala Tatar Sunda 2026 di Kota Cirebon ini tidak hanya merayakan hari jadi, tetapi juga menjadi saksi bisu dari sebuah perjalanan panjang seorang pemimpi yang tak lelah berjuang demi warisan leluhurnya.
Kisah Dedi Mulyadi yang penuh tekanan namun tetap bersemangat dalam mengangkat budaya Sunda, meninggalkan kesan mendalam dan memantik rasa haru di hati ribuan warga Cirebon yang hadir.
Harapannya, semangat pelestarian budaya ini akan terus menyala dan menular ke generasi-generasi berikutnya, memastikan bahwa khazanah budaya Sunda akan tetap lestari dan terus berkembang.





