HaurgeulisMedia.coid – Kondisi kumuh yang menyelimuti area depan gapura Kantor Desa Jumbleng, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, memicu kemarahan warga. Mereka menyoroti kinerja Pemerintah Desa (Pemdes) yang dinilai tidak becus dalam menjaga kebersihan dan estetika lingkungan, bahkan di titik yang paling representatif.
Pemandangan yang seharusnya menjadi representasi keindahan dan kerapian desa, justru menampilkan citra yang memprihatinkan. Area di depan gapura, yang merupakan gerbang utama dan simbol identitas desa, terlihat tidak terawat.
Sampah berserakan, rumput liar tumbuh subur, dan infrastruktur pendukung seperti penerangan jalan atau taman desa tampak terbengkalai. Kondisi ini tentu saja sangat disayangkan oleh warga yang merasa malu dengan wajah desa mereka.
Para warga mengungkapkan kekecewaan mendalam mereka melalui berbagai kanal, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Mereka mempertanyakan anggaran desa yang dialokasikan untuk kebersihan dan perawatan fasilitas publik.
Banyak warga yang beranggapan bahwa dana tersebut seharusnya dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, asri, dan nyaman bagi seluruh penduduk desa.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, “Kami ini setiap hari melihat kantor desa. Masa depan desa kita ada di sini, tapi kok malah seperti ini kondisinya. Sangat memalukan.”
Ia menambahkan, “Kami tidak meminta yang muluk-muluk, cukup dijaga kebersihannya saja. Ini kan wajah desa kita, kalau di depan kantor saja kumuh, bagaimana dengan tempat lain?”
Kritikan serupa juga dilontarkan oleh warga lainnya. Mereka menilai bahwa Pemerintah Desa Jumbleng terkesan lalai dalam menjalankan tugasnya sebagai pengayom dan pengelola masyarakat.
Perhatian terhadap kebersihan dan keindahan lingkungan bukan hanya soal estetika semata, namun juga mencerminkan tingkat kepedulian dan tanggung jawab pemerintah setempat terhadap kesejahteraan warganya.
Lingkungan yang bersih dan tertata rapi dapat meningkatkan kenyamanan, kesehatan, dan bahkan rasa bangga masyarakat terhadap desa mereka.
Sebaliknya, kondisi kumuh dapat menimbulkan berbagai masalah, mulai dari gangguan kesehatan akibat penumpukan sampah, hingga citra negatif yang dapat menghambat potensi pengembangan desa, seperti pariwisata atau investasi.
Warga berharap agar keluhan dan aspirasi mereka dapat segera didengar oleh Pemerintah Desa Jumbleng. Mereka mendesak adanya tindakan nyata dan perbaikan yang signifikan dalam pengelolaan kebersihan dan perawatan fasilitas desa.
Perbaikan di area depan gapura kantor desa ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membangkitkan kembali semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan di seluruh penjuru desa.
Beberapa warga juga menyarankan agar Pemdes lebih proaktif dalam melibatkan masyarakat dalam program-program kebersihan dan perawatan desa. Dengan partisipasi aktif warga, diharapkan tercipta rasa memiliki dan tanggung jawab bersama terhadap keindahan dan kebersihan desa.
Pihak HaurgeulisMedia.co.id telah mencoba menghubungi pihak Pemerintah Desa Jumbleng untuk mendapatkan tanggapan terkait keluhan warga ini. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi yang diberikan.
Diharapkan, pemerintah desa dapat segera merespons aspirasi warganya dan mengambil langkah-langkah konkret untuk mengatasi persoalan kumuh di depan kantor desa. Perhatian terhadap hal-hal kecil seperti ini sangat penting untuk membangun kepercayaan masyarakat dan menciptakan lingkungan desa yang lebih baik.
Kondisi ini menjadi pengingat bagi seluruh pemerintah desa di manapun berada, bahwa tanggung jawab menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan adalah tugas bersama yang tidak boleh diabaikan.
Baca juga di sini: Penyidik Jadwalkan Pemeriksaan Tambahan Warga Desa Santing Losarang, Kata Kuasa Hukum H Ambyah
Wajah desa yang bersih dan terawat adalah cerminan dari kinerja pemerintahnya yang baik dan masyarakatnya yang peduli.





