Kapolsek Haurgeulis Pimpin Kesiapan Pengamanan Pilwu 2025, Fokus Logistik dan Netralitas

Kapolsek Haurgeulis Pimpin Kesiapan Pengamanan Pilwu 2025, Fokus Logistik dan Netralitas
Polsek Haurgeulis, Polres Indramayu, Polda Jabar kegiatan briefing internal yang dipimpin Kapolsek Haurgeulis AKP Maman Kusmanto di Mapolsek Haurgeulis, Sabtu (6/12/2025)

Pesta demokrasi tingkat desa atau Pemilihan Kuwu (Pilwu) serentak di Kabupaten Indramayu semakin dekat. Menyadari tingginya antusiasme masyarakat dan potensi kerawanan yang ada, jajaran kepolisian bergerak cepat untuk memastikan situasi tetap kondusif. Salah satu langkah strategis diambil oleh Polsek Haurgeulis jajaran Polres Indramayu Polda Jabar.

Pada hari Sabtu (6/12/2025), pengamanan Pilwu Haurgeulis menjadi topik utama dalam briefing internal yang digelar di Mapolsek Haurgeulis. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Haurgeulis, AKP Maman Kusmanto, dan diikuti oleh seluruh personel kepolisian setempat. Agenda ini bukan sekadar apel biasa, melainkan pemantapan strategi krusial menyangkut keamanan logistik suara dan integritas petugas di lapangan.

Dalam arahannya, AKP Maman Kusmanto menekankan bahwa keberhasilan Pilwu tidak hanya diukur dari tingginya partisipasi pemilih, tetapi juga dari jaminan keamanan dan rasa aman yang dirasakan oleh masyarakat. Oleh karena itu, persiapan matang sebelum hari pemungutan suara adalah harga mati.

Strategi Pengamanan Logistik Pilwu yang Berlapis

Salah satu poin paling krusial dalam pengamanan Pilwu Haurgeulis tahun ini adalah proteksi terhadap logistik pemilihan, terutama kotak suara. Kapolres Indramayu, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, melalui Kapolsek Haurgeulis memberikan instruksi spesifik mengenai mekanisme penyimpanan logistik untuk menutup celah kecurangan sekecil apa pun.

Logistik Pilwu merupakan “jantung” dari proses demokrasi ini. Jika keamanan logistik terganggu, maka legitimasi hasil pemilihan bisa dipertanyakan dan memicu konflik horizontal. Menyikapi hal tersebut, Polsek Haurgeulis menerapkan standar operasional prosedur (SOP) yang sangat ketat.

Mekanisme Tiga Gembok: Kunci Anti Kecurangan

Guna meminimalisir potensi manipulasi suara atau sabotase, AKP Maman Kusmanto menjelaskan sistem penguncian berlapis yang wajib diterapkan di setiap lokasi penyimpanan. Sistem ini dikenal dengan metode “Tiga Gembok”.

“Kami tidak main-main soal keamanan suara rakyat. Setiap pintu tempat penyimpanan logistik wajib dikunci menggunakan tiga gembok yang berbeda. Kuncinya pun tidak dipegang oleh satu orang, melainkan tiga pihak yang berbeda, yaitu Ketua Panitia Pilwu, Babinsa dari TNI, dan Bhabinkamtibmas dari Polri,” tegas AKP Maman.

Penerapan metode ini bertujuan agar akses ke ruang logistik tidak bisa dilakukan secara sepihak. Dengan adanya check and balance antara panitia dan aparat keamanan (TNI-Polri), transparansi dan akuntabilitas logistik dapat terjaga maksimal.

Standar Keamanan Gudang Penyimpanan

Selain mekanisme kunci, kondisi fisik lokasi penyimpanan juga menjadi perhatian serius dalam strategi pengamanan Pilwu Haurgeulis. AKP Maman mengingatkan panitia dan petugas keamanan untuk memastikan gudang penyimpanan memenuhi syarat kelayakan:

  • Anti Bocor: Memastikan atap dan dinding aman dari rembesan air hujan, mengingat cuaca yang tidak menentu.

  • Bebas Banjir: Lokasi harus berada di dataran yang aman dari potensi genangan air.

  • Akses Terbatas: Tidak sembarang orang boleh mendekati area steril penyimpanan.

Pengamanan fisik ini dilakukan selama 24 jam penuh secara bergantian oleh tim gabungan yang terdiri dari Panitia Pilwu, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. Sinergitas ini diharapkan mampu menciptakan benteng pertahanan yang solid terhadap segala bentuk ancaman.

Menjaga Netralitas Polri di Tengah Kontestasi

Selain aspek teknis logistik, aspek etika dan integritas personel juga menjadi sorotan utama. Dalam briefing tersebut, Kapolsek Haurgeulis memberikan ultimatum keras terkait netralitas anggota Polri selama tahapan Pilwu berlangsung.

Pilwu seringkali memiliki tensi yang lebih panas dibandingkan pemilu tingkat nasional karena kedekatan emosional dan sosiologis antara calon dan pemilih. Oleh sebab itu, posisi Polri harus benar-benar di tengah, tidak condong ke kiri maupun ke kanan.

“Netralitas adalah harga mati bagi anggota Polri. Personel dilarang keras memberikan pernyataan, gestur, atau tindakan yang dapat ditafsirkan menguntungkan atau merugikan salah satu calon Kuwu,” ujar AKP Maman dengan nada tegas.

Aturan Ketat Saat Silaturahmi

Untuk mencegah fitnah dan kesalahpahaman di masyarakat, Polsek Haurgeulis mengatur tata cara interaksi anggota dengan para calon atau tim sukses. Jika anggota perlu melakukan kunjungan atau silaturahmi dalam rangka tugas cooling system, ada aturan main yang harus dipatuhi:

  1. Tidak Boleh Sendirian: Kunjungan harus dilakukan bersama-sama dengan Panitia Pilwu dan rekan Babinsa.

  2. Proporsional: Durasi dan frekuensi kunjungan ke setiap calon harus adil dan seimbang.

  3. Fokus Materi: Pembicaraan hanya seputar pesan Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat), bukan politik praktis.

Langkah ini diambil untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. Kepercayaan masyarakat adalah modal utama Polri dalam menjalankan tugas pengamanan Pilwu Haurgeulis secara efektif.

Pentingnya Peran Serta Masyarakat dalam Kamtibmas

Meskipun TNI dan Polri telah menyiapkan strategi pengamanan yang matang, peran serta masyarakat tetap menjadi kunci utama. Polisi tidak bisa bekerja sendirian tanpa dukungan aktif dari warga desa.

AKP Maman mengimbau seluruh personelnya untuk terus mendorong masyarakat agar menjadi “polisi bagi dirinya sendiri”. Artinya, warga diharapkan proaktif menciptakan suasana aman di lingkungan masing-masing, menghidupkan kembali Siskamling, dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu hoaks yang sering beredar menjelang hari pencoblosan.

Menciptakan suasana kondusif selama masa pra, saat pemungutan suara, hingga pasca Pilwu adalah tanggung jawab bersama. Gesekan antar pendukung calon adalah hal yang wajar dalam demokrasi, namun harus tetap disikapi dengan kepala dingin dan kedewasaan berpolitik.

Layanan Pengaduan Cepat: Lapor Pak Polisi

Sebagai bagian dari upaya mitigasi dini, Polres Indramayu menyediakan saluran komunikasi yang mudah diakses oleh warga. Hal ini disampaikan secara terpisah oleh Kasie Humas Polres Indramayu, AKP Tarno.

Ia mengingatkan bahwa kecepatan informasi sangat menentukan keberhasilan penanganan potensi konflik. Masyarakat diminta untuk tidak ragu melapor jika melihat indikasi kecurangan, gangguan keamanan, atau potensi keributan di wilayahnya.

“Kami membuka layanan pengaduan Lapor Pak Polisi – SIAP MAS INDRAMAYU. Masyarakat dapat menghubungi kami kapan saja melalui WhatsApp di nomor 0819-9970-0110 atau melalui layanan bebas pulsa call center 110,” jelas AKP Tarno.

Layanan ini aktif 24 jam dan siap merespons laporan warga dengan cepat. Keterbukaan saluran komunikasi ini membuktikan keseriusan Polres Indramayu dan Polsek jajaran dalam menyukseskan agenda Pilwu serentak tahun 2025.

Persiapan yang dilakukan oleh Polsek Haurgeulis menunjukkan komitmen kuat aparat keamanan dalam mengawal demokrasi di tingkat desa. Melalui strategi pengamanan Pilwu Haurgeulis yang berfokus pada keamanan logistik sistem “tiga gembok” dan penegakan disiplin netralitas anggota, diharapkan Pilwu 2025 dapat berjalan dengan aman, jujur, adil, dan bermartabat.

Sinergi antara Polri, TNI, Panitia, dan masyarakat adalah fondasi kokoh untuk menangkal segala potensi gangguan. Mari bersama-sama kita wujudkan Pilwu yang damai demi kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat Indramayu.

Related posts